Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Guru Galuh


Sebuah pesawat pribadi mendarat di Pulau Harimau. Orang-orang menyangka bahwa itu adalah pesawat milik Bai Lang. Mereka pun penasaran dan berbondong-bondong datang ke bandara kecil di Pulau Harimau.


"Apa Bai Lang sudah datang?" Tanya seseorang.


"Mungkin saja, siapa yang bisa naik jet pribadi untuk datang ke pulau ini kalau bukan dia?" Jawab lainnya.


"Belum tentu, mungkin saja Tuan Muda Hong Tao." Yang lainnya menimpali.


Mereka tidak bisa mendekat ke Bandara karena tidak diizinkan. Itu adalah area pribadi. Tidak sembarang orang bisa mendaratkan pesawat di bandara mereka kecuali adalah tamu kehormatan atau kerabat Klan Harimau.


"Guru Galuh, Anda sudah datang?" Hawata dan beberapa tetua menyambut Guru Galuh.


Kemudian mereka membawa Guru Galuh ke Vila. Guru Galuh merupakan seorang Guru Terkenal dari Gunung Mer. Dia sangat disegani di daerah selatan di Negara Garuda.


Perguruan Guru Galuh juga merupakan perguruan terbesar di negara itu. Guru Galuh adalah seorang perempuan berusia limapuluhan. Merupakan penasihat Klan Harimau yang merupakan keturunan langsung dari para pendiri Klan ribuan tahun yang lalu.


Walaupun Guru Galuh sangat hebat dan bisa melawan Bai Lang, namun, dia tidak bisa membunuh Bai Lang.


Suatu hari, Guru Galuh pernah berhadapan langsung dengan Bai Lang. Bertempur selama seharian. Namun sama sekali tidak bisa membunuh Bai Lang.


Dia datang karena kabar bahwa Raja Naga Kesepuluh sudah datang. Maka dia mencarter pesawat pribadi untuk datang langsung ke Pulau Harimau. Ingin membuktikan kebenaran yang disamapaikan para tetua.


Sesampai di vila, semua orang menyambut Guru Galuh dan berlutut. Guru Galuh memang setara para tetua. Mereka adalah keturunan langsung para pendiri klan ribuan tahun lalu. Dan itu tercatat turun temurun.


Jumlah tetua untuk Klan Harimau ada limapuluh orang yang masing-masing memiliki tugas yang berbeda. Setiap tetua memiliki bawahan masing-masing dan itu juga tersebar di seluruh dunia.


Guru Galuh merupakan tetua yang mengembangkan Klan di luar negeri. Walau awal mula Klan Harimau berada di negara Garuda, namun karena beberapa alasan, klan itu pindah markas ke Malaka atas permintaan dari petinggi negara.


"Guru Galuh, waktu dari Raja Naga Kesepuluh tidak banyak, sebaiknya memang secepatnya melakukan pertemuan akbar agar kita bisa memperkuat Klan kita." Kata salah seorang tetua.


"Guru Sha, soal ini kita bicarakan nanti. Yang penting Bai Lang harus segera dikalahkan. Karena di Negara Garuda ada yang lebih kuat dari Bai Lang dan jumlahnya tidak main-main. Itu akan mengancam klan kita." Jawab Guru Galuh.


Para tetua terkejut mendengar ucapan Guru Galuh.


"Guru Galuh, apa maksudmu?" Tanya Guru Sha.


"Kamu ingat dengan Tuan Bintang? Duapuluh tahun lalu, semua orang juga tahu betapa kuatnya Tuan Bintang. Siapa yang bisa mengalahkannya saat itu? Tentu saja tidak ada. Namun, dia berhasil dibunuh. Aku tidak tahu apakah keturunannya masih hidup atau sudah mati. Tapi kabar yang aku dengar, anak laki-lakinya berhasil diselamatkan. Tapi belum ada kabar bagaimana dengan anak itu sekarang." Guru Galuh kembali menjelaskan.


"Maksudmu adalah Kelompok Hantu Merah dari Andalas?" Tanya Guru Sha.


"Betul! Kelompok Hantu Merah berkomplot dengan saudara ipar Tuan Bintang dan mereka berhasil membunuh Tuan Bintang duapuluh tahun lalu. Kini saudara ipar Tuan Bintang malah jadi budak Kelompok Hantu Merah. Mereka masih terus mencari anak dari Tuan Bintang dan berusaha membunuhnya." Jawab Guru Galuh.


Semua tetua manggut-manggut mendengar penjelasan dari Guru Galuh.


"Oh ya, saat ini Kamar Dagang sudah dikuasai oleh Kelompok Hantu Merah. Mereka sudah menguasai ibukota Negara Garuda. Lambat laun, semua daerah akan dikuasainya. Jika tidak ada yang menghentikan, maka ini sangat mengerikan. Semua pengusaha akan ada di bawah tekanan Kamar Dagang." Guru Galuh menghela nafas.


"Hawata, apakah semua perusahaan kita di Negara Garuda masih aman?" Tanya Guru Galuh.


Hawata membungkuk dan menjawab, "Beberapa waktu lalu, perusahaan kita di Kota S sempat dikuasai orang bernama Rocky. Kemaren aku dapat kabar kalau Rocky berhasil dikalahkan dan diusir dari Kota S oleh seorang gadis. Namanya kalau tidak salah adalah Diana. Kini perusahaan sudah kembali seperti semula. Sementara perusahaan di kota-kota lain di negara Garuda masih aman. Tapi aku belum mendapat kabar perusahaan yang di ibukota." Jawab Hawata.


"Diana? Hmmmm, apakah dia sangat hebat? Kenapa aku tidak pernah mendengarnya?" Tanya Guru Galuh.


"Diana adalah pendatang baru di dunia bisnis Kota S. Perusahaannya sangat banyak bahkan sampai di Kota Pulau.Baru-baru ini, Nona Diana Membangun perusahaan baru untuk pengadaan barang dan jasa. Itu bermaksud menyaingi Rocky yang memonopoli pengadaan barang dan jasa. Saat itu Rocky marah dan bermaksud mencelakai Nona Diana, namun ternyata malah Rocky yang bukan saja dikalahkan dan diusir, tapi semua harta kekayaannya diambil alih oleh Nona Diana." Jawab Hawata.


Saat mereka sedang mengobrol, Galang keluar dari kamar. Ketika suara pintu kamar terbuka, orang-orang di ruang tengah pun melihat ke arahnya yang saat itu sedang menguap.


"Tuanku!" Seru mereka semua kecuali Guru Galuh. Mereka semua berlutut.


"Bangun!" Perintah Galang.


"Apakah Bai Lang sudah datang?" Tanya Galang.


"Belum Tuanku. Diperkirankan, Bai Lang akan datang sore ini. Kami sudah mengatur tempat tinggal untuknya." Jawab Tetua Sha.


"Bagus lah. Sebaiknya dia memang tidak menyerah. Agar aku bisa menghukumnya." Kata Galang lalu mendekati mereka.


"Tuanku, ini adalah Guru Galuh dari Gunung Mer. Anda mungkin pernah memdengarnya dan itu ada di negara Anda." Kata Hawata memperkenalkan diri Guru Galuh.


Galang menatap Guru Galuh, lalu tersenyum padanya. Saat Galang menatap Guru Galuh, ada kilatan api di mata Galang yang dilihat oleh Guru Galuh. Guru Galuh langsung berlutut.


"Tuanku, maafkan aku yang tidak tahu etika!" Teriaknya. Galang mengangkat tangan dan melambaikannya.


"Bangunlah Guru Galuh, kita semua adalah teman." Kata Galang yang tidak terlalu peduli dengan semua aturan Klan Harimau yang menurutnya sangat aneh.


"Guru Galuh, apakah Anda juga termasuk orang Klan Harimau?" Tanya Galang.


"Benar Tuanku! Aku salah satu tetua Klan. Leluhurku adalah salah satu pendiri Klan Harimau ribuan tahun yang lalu." Jawab Guru Galuh.


"Baiklah Guru Galuh. Saat pulang nanti, ikutlah bersama kapalku!" Pinta Galang.


"Baik, Tuanku. Perintah Anda adalah obat bagiku. Pasti aku akan bersama Anda." Jawab Guru Galuh.


"Tidak perlu sungkan. Guru Sha, apakah aku boleh meminjam tempat latihanmu untuk aku berlatih?" Tanya Galang.


"Tuanku bercanda. Tuanku hanya tinggal memakainya tanpa minta izin dari siapapun." Jawab tetua Sha dengan perasaan tidak enak.


"Hmmmm, baiklah. Antar aku kesana!" Kata Galang, lalu berjalan diikuti oleh semua orang.


Galang pun mulai latihan. Namun, dia memang belum pernah menggunakan pedangnya untuk berlatih. Saat itu, Nenek Diah tergopoh-gopoh berlari ke arah Galang.


"Dasar cucu bodoh. Bukankah nenek sudah bilang agar kamu melatih ilmu pedang? Cepat ambil ini!" Kata Nenek Diah lalu melemparkan pedang milik Galang.


Saat bersamaan, Nenek Diah pun terbang menyerang Galang dengan pedang yang lain.


Galang segera menangkap pedangnya, menghunus dari sarungnya dan mulai meladeni serangan Nenek Diah. Semua gerakan Galang tidak luput dari perhatian semua orang di sana. Gerakan-gerakan itu adalah ilmu pedang Naga.


Mereka semua tahu gerakan-gerakan itu. Tapi ketika mereka melalukannya, gerakan-gerakan itu sama sekali tidak berguna bagi mereka.


"Benar-benar dia adalah Raja Naga!" Teriak Guru Galuh.


Mereka semua melihat gerakan Galang, setiap gerakan pedang selalu menyemburkan api seperti api yang keluar dari mulut naga.


Sementara Nenek Diah yang sedang menghadapi Galang terlihat kewalahan dan terus mundur.


Mereka memang tidak salah, Galang adalah Raja Naga Kesepuluh.