Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Ancaman Diana


Semua orang tercengang dengan apa yang terjadi. Juga Suro Kampak. Mereka sama sekali tidak melihat gerakan Diana. Tahu-tahu sebuah meja sudah menabrak anak buagmh Suro Kampak.


"Ini tidak mungkin!" Teriak Suro Kampak.


Saat itu, Diana sudah berdiri. Tangannya dilipat di dada. Sebuah senyuman sinis tersungging di bibir Diana.


"Aku sudah katakan, karena kamu membuat masalah, maka hari ini adalah awal kehancuranmu! Aku tidak main-main! Dan siapapun yang berada di belakang Suro Kampak, mereka tidak akan selamat!" Kata Diana dengan nada tinggi.


Semua orang mulai berpikir jika mau membuat masalah dengan Diana. Sementara di luar tampak banyak orang yang berkerumun melihat apa yang terjadi. Terlihat juga Jogoboyo di luar. Dia sangat kagum dengan Diana.


"Dengar! Siapapun yang bisa membunuh gadis ini, maka aku akan memberikan padanya seribu keping emas! Hari ini aku umumkan kepada semua pendekar! Aku akab menepati janjiku!" Teriak Suro Kampak.


"Suro Kampak! Ternyata kamu tidak takut denganku? Dengar! Akan ada masanya kamu hancur, dan itu karena perbuatanmu! Kamu mengira semua orang bisa kamu bayar? Dan kamu merasa memiliki banyak uang? Aku bahkan bisa membeli kepalamu berapapun keping emas yang kamu minta!" Diana tidak kalah suara.


Mendengar itu, muka Suro Kampak merah padam. Dia menahan amarah yang luar biasa. Dia ingin melawan, namun melihat kenyataan anak buahnya sama sekali tidak bisa mendekati Diana, dia menjadi ragu. Dia bahkan akan merasa malu jika dikalahkan di tempatnya sendiri.


"Aku ingin melawanmu, tapi aku masih ada urusan penting. Jadi, lain kali kita bertemu, kita akan bertarung." Kata Suro Kampak. Nadanya kali ini tidak tinggi dsn terkesan melemah. Entah karena dia malu, takut atau memang tidak ingin semua orang mendengarnya.


"Suro Kampak, jika kamu menyerah padaku, aku tidak akan membunuhmu, tapi akan menyerahkanmu ke kerajaan untuk mendapat hukuman." Kata Diana.


"Kamu dengar baik-baik gadis kecil. Aku akan membawa bala bantuan, dan kamu harus.beraiap menerima kematianmu!" Sahut Suro Kampak dengan emosi yang dipendam.


"Baik, itu artinya kamu melawanku. Dan aku tidak akan segan lagi. Dan ingat satu hal, jika nanti sore semua orang yang kamu tahan dan kamu paksa menjadi budakmu tidak kamu lepaskan, besok pagi aku akan kemari lagi, dan aku akan meminta kamu melepaskannya dengan paksa. Siapapun yang membantumu, mereka adalah musuhku. Dan aku tidak akan bernegosiasi lagi jika kita bertemu di kedua kalinya." Ujar Diana.


Hal itu membuat Suro Kampak makin marah, namun dia hanya diam.saja. Beberapa pendekar saat itu sama sekali tidak bicara. Mereka hanya menonton saja.


"Bawa mereka!" perintah Suro Kampak agar anak buahnya membawa yang terluka.


"Aku masih ingin mentraktir kalian. Apakah kalian setuju?" Tanya Diana pada orang-orang dan para pendekar yang ada di sana..


Rangga segera berdiri. Dia memperharikan tingkah laku orang-orang yang masuk, memanggil lelayan, lalu memesan makanan dan minuman. Rangga penasaran, makan seperti apa sebenarnya yang mereka miliki yang katanya sangat enak?


"Pelayan!" Panggil Rangga. Seorang pelayan segera mendekat pada Rangga.


"Sediakan makanan untuk kami berdua, ambilkan arak yang terbaik dan kirim di setiap meja." Katanya.


"Baik, Tuan. Mohon menunggu!" Jawab pelayan dengan membungkuk hormat.


"Dengar semuanya! Ingat kata-kata adikku! Siapapun yang membantu Suro Kampak, dia tidak akan selamat. Kami akan mengejar kalian bahkan sampai lubang semut sekalipun!" Suara Rangga terlihat dibuat-buat.


Dia ingin menggertak semua orang. Dia sudah belajar. Di sini, gertak sambal sudah menjadi hal yang wajar. Siapa yang berani bersuara lantang, paling tidak dia sudah membuat kengerian di hati orang-orang. Suro Kampak melakukan itu berkali-kali. Bahkan Diana juga sudah ikut-ikutan.


Tapi memang Rangga menyadari, Diana memang kemampuannya tak tertandingi olehnya. Jadi wajar saja jika dia menggertak orang.


Tapi, karena Diana mengaku sebagai adiknya, paling tidak orang akan berpikir, adiknya saja sangat hebat, bagaimana dengan kakaknya?


___________________


Buat para pembaca, mohon kiranya berkomentar, mengkritisi dan lainnya. Saya tidak antikritik. Tapi, untuk alur cerita dan kejadian dalam.novel, saya tidak akan terpengaruh oleh ide pembaca.


Semua ide sudah ada dalam benak dan hanya tinggal menuangkannya dalam bab-bab selanjutnya.