Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Lelang hari Pertama


Galang, Naomi dan nenek Diah berjalan memasuki sebuah aula besar. Di sana sudah ramai orang yang akan mengikuti atau sekedar melihat acara lelang. Hari pertama lelang, akan ada Penawar Racun Klan Harimau yang akan dilelang. Menurut kabar yang beredar, harga awal lelang untuk penawar racun adalah sepuluh ribu dollar Amerika.


Suaana semakin ramai ketika mereka mulai duduk di kursi yang sudah disediakan. Galang, Diah dan Naomi hanya duduk menghadap satu meja besar yang cukup untuk enam orang.. Tampak duduk di dekat mereka tiga orang yang berpakaian lengkap dengan jas berwarna abu-abu. Ketiganya adalah pria berumur tigapuluhan. Tampak seperti pengusaha yang kaya.


Di samping meja juga sudah ada papan penawaran lelang lengkap dengan alat tulisnya. Galang tidak peduli dengan tiga orang itu. Dia mengambil sikap duduk menghadap meja dengan tangan disilangkan di dada.


"Baiklah semua, mohon perhatian, acaa lelang akan segera dimulai, dan akan dibuka oleh Tuan Ken yang terhormat!" Terdengar suara dari pengeras yang menandakan acara lelang akan segera dimulai.


"Terimakasih kalian semua mau datang memenuhi undanganku. Untuk acara lelang kali ini adalah acara terbesar tahunan yang sudah lama kita lakukan. Namun malam ini ada yang spesial, kita akan mel;elang Penawar Racun Klan Harimau yang sangat terkenal. Aku berharap akan ada orang kaya yang menawar dengan harga tertinggi." Suara Bai Lang terdengar memberi penjelasan. terdengan tepuk tangan yang rtiuh dari para pengunjung.


Di dekat Galang, Naomi tidak duduk dengan tenang. Namun akhirnya Galang harus memegaqng pundaknya agar Naomi bisa duduk dengan tenang dan tiddak emosi dan membuat keributan.


Pembawa acara lelang pun mulai menawar beberapa barang yang tidak terlalu terkenal.


"Untuk lelang pertama, ada pedang legendaris kerajaan Malaka abad ke-16. Harga dibuka mulai seribu dollar Amerika." Suara pembawa acara Lelang membuka harga sebuah pedang.


"Seribu limaratus!" Teriak pepmbawa acara ketika melihat sebuah papan penawaran dinaikkan.


Lalu ada yag menawar lebih tinggi dan seterusnya. Akhirnya pedang terjual dengan harga tigaribu dollar.


Setelah beberapa benda terjual pada lelang awal, akhirnya tiba giliran lelang inti yaitu Penawar Racun Klan Harimau.


Saat pembawa acara baru mulai menawarkan harga awal, yaitu sepuluh ribu dollar, sudah ada yang menawar sampai tigapuluh ribu.


"Adakah yang lebih tinggi dari tigapuluh ribu? jika tidak ada, maka Penawar Racun Klan Harimau akan terjual dengan harga tigapuluh ribu dollar saja." Suara pembaca acara terdengar agak putus asa.


"Seratus ribu dollar!" Terdenengar suara Galang, dia mengangkat papan dengan tulisan seratus ribu dollar.


Orang-orang melihat ke arah Galang. "Wah, seratus ribu?" Teriak orang-orang.


"Duaratus ribu!" Ada yang menawar sampai duaratus ribu. Terlihat seorang perempuan paruh baya berwajah cantik mengangkat papan harga.


"Satu juta dollar!" Teriak Galang sambil menunjukkan papan harga.


"Ya, sudah sampai satu juta dollar! Apakah ada yang menawar lebih? Tuan Muda yang tampan itu sudah memberi tawaran dengan harga satu juta dollar!" Kata pembawa acara mennjuk pada Galang denga wajah yang sumringah dan tersenyu, lebar.


"Dua juta dollar!" Wanita tadi mengangkat papan dan berteriak dengan penawaran dua juta dollar.


Galang mengangkat papan lagi, kali ini tulisan di papan adalah sepuluh juta dollar, Sepuluh juta dollar!" Teriaknya.


Galang tidak peduli dengan orang-orang yang memandangnya. Walaupun Galang tampak sehat, tapi dfia tetap membutuhkan penawar racun itu. Dan tidak ada yang boleh mengambilnya. Menurut Kakek Li, Jika teknik pernafasan yang diajarkan Kakek Li dan Nenek Diah mampu membuatbnya anti terhadap racun dalam darahnya, maka jika dia meminum penawar racun itu, maka setelah meminum dan racun hilang, kekuatan Galang akan berlipat-lipat dan akan dengan mudah menguasai berbagai teknik beladiri.


"Bagaimana? Apakah ada yang menawar lebih tinggi dari Tuan Muda tampan itu? Jika tidak, maka akan terjual dengan harga sepuluh juta dollar!" Teriak pembawa acara.


"Sepuluh juta seratus ribu dollar!" Wanita itu masih memberikan penawarannya.


"Dua puluh juta dollar!" Teriak Galang.


"Bisa sampai seharga itu?" Orang-orang sampai heran melihat harga penawaran Galang. Penawar racun itu memng sangat terkenal di seluruh dunia, tapi itu hanya satu pil saja. Bukankah harga sebesar itu terlalu berlebihan?


Orang-orang tentu lebih tertarik dengan Seribu pil ajaib. Mereka akan berusaha mati-matian untuk mendapatkannya. Orang-orangg dari satu negara akan patungan demi mendapatkan pil ajaib itu. Dan itu bisa dibagikan


Seribu pil dengan sertibu keajaiban tentu sangat mengundang minat orang-orang dari berbagai negara. Mereka tentu akan berusaha mendapatkannya. Apalagi jauh-jauh datang jika harus pulang dengan tangan kosong, maka akan rugi besar.


Orang-orang yang duduk di dekat Galang juga merasa takjub. Orang muda yang tidak terlihat kaya itu menawar dengan harga setinggi itu? Mereka memandangi Galang.


"Ayo siapa lagi, siapa lagi yang akan menawar lebih tinggi dari Nyonya yang cantik dan Tuan Muda yang tampan? Masakan hanya mereka berdua yang membuat penawaran?" Teriak pembawa acara.


"Kalau tidak ada, maka Penawan Racun Klan Harimau akan jatuh pada Tuan Muda yang tampan di sana." Pembawa acara menunjuk ke arah Galang lagi, ratusan pasang mata mengikuti petunjuk dari pembawa acara.


"Baiklah! Mari kita hitung mundur mulai dari sepuluh!" Orang-orang mengikuti pembawa acara menghitung.


"Sembilan, delapan, tujuh, enam, lima, empat, tiga, dua, satu! Akhirnya Penawan racun sudah terjual dengan harga dua puluh juta dollar AMerika. Selamat kepada Tuan Muda yang tampan. Dan panitia akan segera memandu Anda untuk prosedur pembayarannya!" Teriak pembawa acara disambut tepuk tangan hadirin.


Sementara di depan sana, Bai lang tersenyum puas dengan harga yang diperolehnya. Tidak disangka, penawar racun yang hanya satu pil saja terjual sampai dua puluh juta dollar. Bagaimana jika seratus pil? Pikiran Bai Lang m,ulai jahat lagi. ADa keinginan dia ingin mencuri Penawar Racun lagi.


Acara lelang hari pertama akhirnya ditutup oleh Bai Lang. Satu persatu pengunjung pergi meninggalkan aula besar itu. Setelah prosedur pembayaran selesai, Galang, Nenek Diah dan Naomi pun pergi dari sana. Galang tentu saja membawa penawar racun itu.


"Nenek, apakah ini asli?" Tanya Galang.


"Tentu saja asli. Kamu apa tidak dengar Liano bercerita?" Nenek Diah ngomel-ngomel lagi. Galang merasa tidak ada yang salah dengan pertanyaannya. Namun kenapa masih diomeli? APakah Diana juga seperti ini setiap hari bersama nenek? pikirnya.


Mereka pun akhirnya naik taksi dan pulang kembali ke hotel. Saat sampai di sana, sudah menunggu Rangga di depan pintu kamar hotel Galang.


"Ayo ke kamar paman!" Ajak Rangga.