
Wahu sangat marah setelah mendengar penjelasan Elisa “Kamu sebaiknya memahami identitasmu saat ini, keluargaku tidak pernah memiliki anak yang tidak bermoral sepertimu!”
Wahyu tidak pernah mengenalkan Nadia kepada orang lain, jadi dia tahu jika Nadia tidak memilik saudara. Lantas dari mana kakak laki- laki itu muncul?
Hanya ada satu hal yang memungkinkan, kakak laki- laki itu adalah kekasih Nadia. Wahyu sudah sanagt berpengawalam dalam hidup, dulu kekasinya juga memanggilnya dengan sebutan kakak laki- laki.
Dia tidak akan membaiarkan Nadia menjalin hubungan dengan orang luar. Dia berencana untuk menikahkan Nadia dengan pria dari keluarga kaya yang akan memberi kesejahteraan kepada keluarga Kusuma.
“Ini tidak bisa dibiarkan!” Ucap wahyu dengan wajah kesal dan berdiri “Aku akan pergi ke sekolahan, aku akan melaporkan hal ini kepada kepala sekolah, aku tidak bisa membiarkan guru seperti itu mempengaruhi siswanya.”
Elisa merasa cemas, dia khawatir jika wahyu akan datang ke sekolahan dan mengetahui betapa pintarnya Nadia.
Elisa segera menghentikannya “Ayah sebaiknya kamu tidak pergi” dia segera menjelaskan “Guru baru itu di rekrut sendiri oleh kepala sekolah. Selain itu latar belakang keluarganya bukan orang sembarangan, bahkan pakaian yang dia kenakan adalah brand ternama dunia, sepertinya dia lebih kaya dari pada keluarga kita.”
Mendengar hall itu, otak wahyu berputar dengan keras.
Latar belakang keluarganya sangat hebat?
Saat ini perusahaannya berada dalam masalah, akan sangat baik jika mempunyai seseorang yang bisa membatunya keluar dari masalah.
Melihat reaksi Wahyu, Elisa memiliki firasat yang buruk.
Seperti dugaannyan, detik berikutnya Wahyu berkata dengan penuh perhatian “Nadia jika kamu menyukainya pergilah bersama dengannya, aku tidak akan menghalangimu.”
Bagi Wahyu pernikahan Nadia dilakukan lebih awal atau terlambat tidak ada masalah untuknya, selama dia bisa mendapatkan keuntungan darinya.
Inilah alasan mengapa Nadia tidak ingin menggunakan Bastian untuk keluar dari keluarga durhaka ini. Apa lagi dia berencana untuk keluar dari keluarga Kusuma dalam satu bulan ini, tidak lebih.
Elisa adalah orang yang memulai konflik ini dengannya, tapi saat ini dia tidak mendapatkan apa- apa.
“Aku kenyang” Ucap Nadia, kemudian pergi.
Wahyu memberikan perhatian yang sangat langka “Jangan pulang malam- malam.”
Elisa sangat kesal, tujuan awalnya dia membuat konflik ini adlah untuk memutuskan Nadia dan Bastian, tapi sekarang mereka malah mendapatkan lampu hijau dari wahyu.
Elisa menggenggam tangannya erat- erat, dia sangat kesal, mengapa semua berjalan tidak sesuai yang dia harapkan?
Wahyu sudah kenyang dia menyeka mulutnya dnegan tissue kemudian berkata “Nanti sore ibu akan datang, tolong bantu aku menjemputnya.”
Apa?
Lidia terkejut tangannya gemetar garpu yang dia pengang jatuh.
“Apa ada masalah?” Tanya Wahyu sambil mengerutkan keningnya.
Lidia dengan cepat menggelengkan kepalanya “tidak, tidak ada apa- apa.”
Wahyu adalah anak yang sangat berbakti kepada orang tuanya. Lidia tidak berani berbicara buruk tentang mertuanya kepada suaminya.
Selama ini ibu mertuanya selalu memperlakukan dia dan Elisa dengan sangat buruk. Karena dia tidak berhasil melahirnya seorang penerus untuk keluarga Kusuma.
Wahyu memperhatikan raut wajah Lidia yang tidak enak di pandang. Bagaimana mungkin dia tidak tahu apa yang terjadi?
Dia tahu jika sikap ibunya sangat konyol, tapi antara Lidia dan ibunya, secara alami dia membela ibunya.
“Aku tahu jika sikap ibu tidak baik kepadamu, walau bagaimanapun dia sudah tua, sikapnya tidak dapat di prediksi, sangat sulit untuk menyenangkannya, aku berharap selama beberapa hari kedepan kau bersabar dengannya, lagipula ibu tidak sering datang kesini” Ucap Wahyu kepada Lidia.
Mendengar itu Lidia Merasa tidak nyaman.
Jangan lupa like, komen, vote, mawar dan lain lain. Terima kasih untuk dukungan dan kesetiannya menunggu novel ini up setiap harinya.
Saat ini aku juga membuat novel baru berjudul Pernikahan Kontra, alur ceritanya tidak kalah menari dari novel ini, jangan lupa baca ya , makasih kak