
Thomas sangat kesal saat mendengar jika Bastian menjadi manager dari Perusahaan BA Group, selama ini dia selalu meremehkan kemampuan Bastian walau dia tahu jika Bastian memiliki kemampuan yang sangat bagus.
Dia selalu berpikir jika kehidupan Bastian akan hancur jika tanpa bantuannya, tapi semua tidak sesuai dengan prediksinya.
Dia meletakkan cangkir kopinya, kemudian berjalan kearah Bastian “Bastian.”
Bastian menanggapinya tanpa ekspresi “Ada kepentingan apa?”
Thomas Alexander menjadi sangat kesal dan berkata “Bastian, menagapa kau malam bekerja di Perusahaan orang lain keluarlah, kembalilah keperusahaan keluarga!”
Bastina tertawa mengejek “Kau tidak perlu mengurus kehidupanku”
“Kau jangan keras kepala, walau bagaimanapun kau putra ku” Ucap Thomas, sebenarnya dia ingin meneriaki Bastian tapi dia tidak ingin membuat kekacauan di Perusahaan BA Group, jadi dia hanya merendahkan suaranya dan memarahi Bastian.
Asistern aris baru saja keluar dari lift, dia mendengar dengan jelas apa yang di katakana Thomas karena jaraknya sangat dekat, dia menjadi sangat kesal.
“Aku tidak miliki seorang ayah, dia sudah lama meninggal” Ucap Bastian, dia melihat Arloji di lengan tangannya, karena tidak ingin membuang- buang waktu dia segera melangkah
Thomas menjadi sangat marah dengan geram dia berkata “Bastian sebaiknya kau turuti nasehatku, jika tidak jangan salahkan aku karena tidak menganggapmu sebagai putraku.”
“terserah” Sahut Bastian tanpa menghentikan Langkah kakinya.
Saat Thomas hendak berbicara, Asisten Aris terlebih dulu menegurnya “CEO Thomas”
Thomas menoleh melihatnya. Selama ini Bastian tidak pernah memperlihatkan diri ke public selama ini Asisten Aris yang selalu mewakilinya sesuai dengan keinginan Bastian.
Mengetahui hal itu Thomas tidak berani memandang rendah Asisten Aris, dia mengubah raut wajahnya yang masam menjadi ceria “Asisten Aris.”
“Ikutlah denganku” ucap Asisten Aris.
“Ok” sahut Thomas Alexander.
Asisten Aris membawanya keruang tamu, dia duduk di sofa kemudian bertanya “katakan kerja sama apa yang ingin kau bahas denganku?”
Thomas Alexander menyerahkan dokumen itu kepada Asisten Aris “Ini adalah proyeh dari Perusahaan kami, membutuhkan satu tahun untuk menyempurnakan proyek itu, bagaimana menurutmu?”
Alexsander Group group ingin BA Group berinvestasi ke Perusahaan mereka, proyek ini akan membuat Alixsander Group kemabali Berjaya seperti dulu lagi, hanya saja tidak ada Perusahaan yang mau mengeluarkan dana sebesar itu, mereka berharap jika BA Group mau bekerja sama dengan mereka.
Jika bisa menjalin kerja sama dengan Perusahaan BA Group kemungkinan berhasil akan mencapai 99%.
Asisiten Aris membolak balik dokumen itu kemudian bertanya “CEO Thomas apa kau mengenal Manager Bastian?”
Seketika wajah Thomas menjadi masam saat nama Bastian di sebut, Asisten Aris yang menyadari hal itu bertanya “Apa ada masalah?”
Thomas menghela nafas Panjang kemudian berkata “Asisten Aris aku akan berkata jujur padamu, Bastian adalah putraku.”
“Oh” Asisten Aris menganggukkan kepalanya dengan penuh minat.
Thoma membenci Bastian karena tidak mau mengikuti apa yang di perintahkan “Dia adalah anak yang sangat nakal, sejak muda dia tidak menghormatiku sebagai seorang ayah, dia memilih pergi dari rumah saat usianya masih sangat muda, aku dan kakeknya sangat ingin melatihnya.”
“Aku tidak tahu jika anda mengalami masa sulit seperti itu” ucap Asisten Aris sambil menyesuaikan kacamatanya dan terseyum tipis.
Sementara Thomas berpikir jika Asisten Aris setuju dengan pendapatnya “jika hubungan darah bisa di hapus begitu saja, aku akan melakukannya karena aku tidak ingin memiliki anak seperti dirinya.”
Asisten Aris mengangguk namun tidak berkomentar apa- apa.
“Asisten Aris” Thomas menghela nafas kemudian melanjutkan “Aku tahu jika kemampuan Bastian memang sangat bagus, tapi untuk posisi manager aku rasa karakternya tidak bagus, aku takut jika dia melakukan sesuatu yang buruk kepada perusahaan anda, aku akan sangat tidak enak hati jika itu terjadi.”
“Oh, lantas bagaimana kita harus menanganinya?” Asisiten Aris bertanya penuh minat.
Thomas menghela Nafas lega “Asisten Aris aku menyarankan jika anda harus memecatnya.”
Asisten Aris menutup Dokumen dia sudah tidak ingin acting lebih lama lagi dan berkata “CEO Thomas, kedepannya tidak akan ada kerja sama diantara kita.”
Thomas terkejut seketika “Apa masalahnya, bukankah semua berjalan dengan baik?”
Jangan pelit like, gift nya dong, kwkwkw