
Satu sekolah dibuat heboh saat mengetahui jika Aliwafa mengalami kecelaan dan dia yang menjadi tersangka dalam kecelaan itu.
Di kantin Nadia, Mesya, Leo dan Fery dan beberapa bawahan Fery sedang makan di meja yang sama, mereka membahas tentang apa yang menimpa Aliwafa.
Sementara para siswa Kelas 3a yang selalu bersikap sombong tertunduk diam, Rindi yang biasanya suka membuat ulah dengan Kelas 3d diam, tidak berani berulah setelah fakta bahwa dirinya berasal dari keluarga miskin terbongkar, dia masih tertekan karena masih belum mendapatkan kabar dari para preman sewaannya.
Semantara Elisa duduk diam sambil menikmati makan siangnya, dia merasa sangat khawatir, bagaimana jika Wahyu dan Lidia mengetahui jika Nadia mendapatkan posisi pertama dalam olimpiade Matematika, sudah pasti jika kedua orang itu tidak akan perduli lagi kepadanya.
Hal yang paling parah Ucapan Nyonya Tua Kusuma menjadi kenyataan, dia hanya akan mendapatkan sepongsor dari keluarga Kusuma, dan di tendang keluar dari keluarga itu.
Membayangkan itu saja sudah membuat Elisa mengidik ngeri.
“Aku tidak menyangka selain arogan dia memiliki sisi gila seperti itu” Ucap Mesya sambil menikmati corn dog dengan lahap.
“dari berita yang aku lihat, aku yakin jika kemungkinan besar kakinya akan diamputasi” Ucap Fery dengan sungguh- sungguh.
Nadia hanya memperhatikan ocehan teman sekelasnya, sambil menikmati corn dog keju miliknya.
“Amarahnya sangat mengebu- gebu dia tidak bisa mengendalikan emosinya” Sahut Leo, dengan percaya diri Leo berkata “Sebenarnya aku sudah tahu sejak lama jika Aliwafa memiliki hubungan terlarang dengan Mery”
“wah benarkah?” Tanya fery tak percaya.
“Ya, sebelumnya dia tidak ingin membiarkanku keluar dari kelasnya, hanya saja aku menggunakan kartu tersembunyiku dan akhirnya dia setuju” Ucap Leo dengan senyum bangga.
“Kau benar- benar keren, tidak salah aku menjadikanmu saudara laki- lakiku” Seru Fery sambil menepuk punggung Leo dengan bahagia.
Dengan acuh tak acuh Nadia berkata “Leo jangan bilang kau dalang dari semua yang terjadi hari ini?”
“Tentu tidak, aku tidak punya waktu untuk mengurusi hal- hal seperti itu” sanggah Leo dengan percaya diri “Itu bukan gayaku” imbuhnya.
Jika itu dia, dia tidak akan membuat semua semudah ini, dia akan menyebarkan foto mesum Aliwafa dan Mery dari Internet dan menjadikannya trending topik satu minggu penuh, dia ingin membuat Aliwafa hidup di bawaha hinaan dan cemohan seluruh rakyat Indonesia terutama netizen.
“Selama ini dia selalu bersikap sombong dan songong, dan sikapnya itu menurun ke muridnya” Cibir fery yang masih memiliki dendam kepada Rindi dan Elisa.
Sementara Elisa yang mendengar hal itu hanya bisa mengepalkan tangan, mencoba untuk menenangkan emosinya.
Elisa sangat kesal, saat melihat Nadia dikeliling banyak teman, terutama Leo selama ini dia sudah berusaha untuk dekat dengan Leo tapi semua usahanya sia- sia karena Leo hanya menanggapinya dengan dingin.
Begitupun dengan Fery dulu saat masih kelas 1 dia pernah menyatakan cinta kepada Fery tapi di tolak mentah- mentah, dengan alasan jika dia tidak suka gadis lemah ramah dan baik hati.
(tepatnya Fery tidak suka orang yang bermuka dua seperti Elisa, di luar terlihat sangat mulus tapi di dalam berserabut seperti buah kedondong)
Apalagi sekarang Nadia telah merebut Bastian darinya, dia menjadi semakin kesal. Dia merasa iri saat melihat setiap hari Bastian selalu mengantarnya pulang kerumah.
Nadia telah merebut semuanya darinya, seharusnya dirinyalah dikelilingi pria- pria tampan itu bukan Nadia!
Sepulang sekolah Rindi selalu waspada setiap saat, dia berjalan dengan cara bersembunyi, dia memiliki firasat yang tidak enak, dia takut jika preman yang di sewa di tangkap polisi.
Di rumah keluarga Kusuma Elisa baru saja pulang, dia mendapatkan panggilan telepon dari Rindi, yang memintanya untuk mencari tahu keberadaan Preman yang mereka sewa.
Setelah mengakhiri panggilan telepon Rindi melemparkan tasnya ke lantai, kemudian melemparkan tubuhnya ketas ranjang.
Sebelumnya dia berjanji untuk melindungi Rindi jika hal ini sampai ketahuan, tapi itu hanya omong koso belaka, dia tidak mau melakukannya.
Tapi Elisa merasa takut karena ini pertama kalinya dia memberi perintah kepada seseorang, biasanya dia hanya memberi arahan kepada Rindi dan dia hanya tinggal tunggu hasilnya saja, saat ini dia takut jika kejahatannya terungkap.
Dia tidak ingin Wahyu dan Lidia mengetahui sikapnya yang buruk, selama ini dia selalu bertindak sebagai anak yang patuh dan baik hati, kemungkinan besar dia akan di usir jika sampai hal ini terungkap.
Dia sudah tidak perduli dengan Nasib Rindi, jika sewaktu- waktu Rindi ditangkap dia hanya tinggal tidak mengakui semua itu, dan pihak polisi tidak akan menemukan bukti.