
Mesya dan Fery saling tatap, Mesya bertanya dengan Bahasa tubuh, apa hubungan mereka, sementara Fery menjawab aku tidak tahu.
Dari kejahuan Elisa melihat Nadia dan Leo, dia manatapnya dengan tatapan tak suka, dia bersama dengan teman- temannya.
Seseorang dari mereka berkata “Apa- apaan dengan Leo mengapa dia dekat dengan gadis itu” Ucapnya dengan raut wajah tak suka.
“Bocah kampung itu bahkan tidak pernah mengerjakan soal dengan baik, apa yang membuat Leo tertarik dengannya?”
“Leo akan malu karena dia dekat dengannya, saat hasil ujian keluar”
“Kau benar! Dekat dengan gadis itu akan membuat nama kita tercemar, memang sudah sewajarnya orang berpendidikan menjauhi gadis kampung itu”
“Ku harap Leo, segera sadar dan memilih teman yang tepat” Ucap Elisa dengan raut wajah khawatir.
“Kau sangat baik Elisa, kau masih memikirkan masa depan orang lain bahkan walaupun dia bukan teman dekatmu”
Mendengar pujian itu, Elisa tersenyum Bahagia.
Sabtu siang.
Hery supomo berada didalam mobil bersama dengan seorang pria muda berumur kisaran 27 tahun “Aku ingin tahu seperi apa pemimpin kita?”
“Kau akan segera bertemu dengannya”
“Aku berharap jika dia bukan orang yang menyebalkan, seperti kebanyakan pengusaha- pengusaha lainnya” Ucap Adrian, dia berpikir jika pemimpin perusahaan adalah orang tua berumur kisaran 50 tahun keatas.
Adrian sebelumnya bekerja disalah satu perusahaan ternama tanah air, karena tidak sependapat dengan atasannya dia memilih mengundurkan diri. Dia penasaran dengan orang yang akan dia temui, dia telah membaca proposal yang dibuat oleh Nadia, dia sangat tertarik dengan setiap gagasan yang dibuat Nadia.
“Kau bisa menilainya nanti” Ucap Hery dengan senyum tipis.
Digedung perusahaan SS (Smart Shopping) Nadia sedang memainkan ponselnya, dia mengenakan baju kasual, rambutnya yang bergelombang di kepang dengan rapi, dia duduk kursi tunggu yang berada di depan resepsionis.
Adrian yang masuk duluan melihat gadis muda duduk sambil memainkan ponsel berkata “Gadis kecil apa kau sedang numpang wifi?” Tanyanya dengan nada sok akrab.
“Anak- anak jaman sekarang, mereka terlalu sibuk main Game” Keluh Adrian, dia duduk di sofa kosong, sekali lagi dia bertanya “Apa Ayahmu bekerja disini?”
“Tidak” Sahut Nadia dengan santai. Dia menruh ponselnya kedalam tas mungil miliknya.
“Jangan bilang perusahaan ini, mempekerjakan bocah dibawah umur?” Celetu Adrian dengan raut wajah konyol.
Nadia menahan senyum, dia tidak tahu jika orang yang akan menjadi kepala pemasaran adalah orang yang sangat banyak omong dan memiliki kesabaran yang bagus. Latar belakang pria di depannya itu bukan orang sembarangan.
Dikehidupan sebelumnya Adrian menjadi salah satu pengusaha suksek dalam bidang expor. Setelah pasar Tanah air ditekan oleh pihak Cina, dia adalah salah satu orang yang membuat kemajuan dalam pasar Internasional.
Namun jalan yang dia tempuh tidak mudah,
banyak orang yang iri dan tak suka dengan dirinya, tidak sedikit orang yang ingin membuat dirinya menghilang dari muka bumi. Dan istrinya yang sedang mengandung anak pertamanya meninggal dengan cara mengenaskan.
“Kalian sudah bertemu” Ucap Hery supomo yang baru saja datang.
“Aku tidak mau bergabung dengan perusahaan ini, dia masih sangat muda bisa- bisanya kau memperkeejakannya” Ucap Adrian, dia berdiri berniat pergi.
“Apa yang kau bicarakan, dia adalah orang yang akan memperkerjakanmu?” Ucap hery supomo.
“Bisa- bisanya kau merekrut anak dibawah umur” Ucap Adrian dengan raut wajah tak suka.
Sekali lahi Hery supomo berkata, dan berjalan mendekat kearah Nadia “Dia bos Kita”
“Apa?” Ucap Adrian tak percaya, Nadia berdiri untuk memperkenalkan diri “Kau bos perusahaan ini?” Tanyanya sekali lagi.
Dengan tenang Nadia memperkenalkan diri “Perkenalkan namaku Nadia, semoga kedepannya kitab isa bekerja sama dengan baik” Ucapnya, dia mengangkat tangannya untuk bersalaman.
Sementara Adrian menerima jabatan tangannya dengan lingling, dia masih tak percaya jika gadis mud aini adalah bos yang akan dia layani, dia bertanya- tanya seberapa pintar Nadia. Diusianya yang masih mudah sudah mendirikan perusahaan sendiri.