Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Aliwafa


Jam istirahat, Guru kelas 3B dan 3C sedang membahas tentang perlawanan murid kepada Aliwafa di ruang guru, hanya ada mereka berdua disana.


“Setelah menerima perlawanan dari kelas 3D, Aliwafa menjadi semakin sombong, dia berpikir  jika tidak ada orang yang mau mengajar kelas itu, se jelek- jeleknya kelas 3D di sana ada siswa peringkat pertama! Ucap Premi wali kelas 3C.


Andik wali kelas 3B membenarkan pendapatnya “Dia tidak pernah belajar dari pengalamannya sendiri, sebelumnya dia selalu menjelek- jelekkan Murid Nadia, tapi apa yang dia terima, dia dipaksa minta maaf di depan seluruh kelas, dia mempermalukan dirinya sendiri!”


“Nilai Bahasa Ingris anak kelas 3D naik beberpa poin itu bukan karena kerja keras Aliwafa, itu usaha mereka sendiri, cara mengajar Aliwafa membuat para siswa tertidur pulas” Cibir Premi.


“Hanya karena dia menjadi guru top Selema beberapa tahun ini, dia berpikir jika dia yang paling baik diantara para guru lain, dia bahkan tidak pernah menyelesaikan gelar Masternya!”


l Cibir Andik, Rata- rata guru yang mengajar di SMA Jakarta memiliki gelas Master. Sementara Aliwafa tidak pernah menyelesaikan pendidikannya S2 nya.


“Jika bukan karena orang yang berada di belakangnya, aku tidak akan mmebuang- buang waktu untuk menjilatnya” Ucap Premi dengan raut wajah kesal.


Mereka sama sekali tidak tahan dengan perilaku Aliwafa yang semakin menjadi, mereka selalu menerima tekanan darinya, dan hinaan dari waktu ke waktu.


Aliwafa mendegar percakapan kedua wali kelas itu, dia menjadi sangat marah, di depannya mereka selalu mendukungnya, tapi dia tidak pernah menyangka jika mereka akan berbicara buruk tentang dirinya dibelakangnya.


“Premi, Andik!” Ucap Aliwafa dengan Nada tinggi, sambil mendorong pintu dengan kasar.


Kedua wali kelas itu menjadi panik saling memandang satu sama lain.


Aliwafa mulai menghina mereka “Jadi ini yang kalian lakukan dibelakangku? Kalian selalu mendukungku saat berada didepanku, tapi menjelek- jelek kanku di belakangku, dasar orang rendahan.”


Selama ini mereka selalu menjilat Aliwafa. Premi duduk dengan tenang “Aliwafa karena kau sudah tahu semua, aku tidak perlu menjelaskan semua, aku sangat membenci sikapmu yang sombong dan arogan, jika kau ingin mengadu kepada junjunganmu katakanlah aku tidak keberatan, aku sudah lelah menyanjungmu setiap waktu, lakukan sesukamu.”


Andik menyetujui pendapat Premi “Aku sependapat dengannya, jika kau tidak terima kau bisa membalasnya.”


Mereka tidak ingin berkompromi lagi, selama beberapa tahun merkea telah menelan pahitnya penghinaan dan cacian dari Aliwafa, mereka ingin mengakhiri semua itu.


Aliwafa menjadi tegang “Kalian semua akan menanggung akhibatnya, aku akan membuat Merry memberi kalian pelajaran.”


Merry?


Merry adalah kepala Akademik, dia bisa mempersulit mereka, tapi dia tidak bisa memecat mereka.


“Apa yang kau bicaran, kepala Akademik merry?” Tanya Premi.


Kedua guru itu dengan jelas dapat melihat kepanikan diwajah Aliwafa, mereka tahu jika Merry sudah memili seorang suami dan dua anak. Mereka tidak penar mengira jika Aliwafa menjadi g!golo Wanita gendut itu, benar- benar berita yang menarik!


Sebuah ide muncul di benak mereka, mereka saling tatap kemudian, Andik berkata “Aliwafa jika kau sampai mempersulit kami, kami tidak akan berbaik hati seperti kali ini.”


Mereka mengancam akan member tahu suami Merry tentang perselingkuhan mereka. Mereka tidak lagi takur kepada Aliwafa, mereka bisa menjalani hari- harinya dengan santai.


Aliwafa menggengam tangannya erat- erat, dia sangat kesal dengan kedua penghianat itu, dia menatapnya dengan tatapan tajam. Dia sudah tahu akan seperti apa perlakuan kedua orang itu kedepannya, dia segera pergi.


Di kantik seorang siswa baru saja berlari kearah Nadia, Fery dan Mesya, nafasnya teregah engah “Bos ada berita besar!”


“Apa katakana?” Tanya Fery acuh tak acuh.


Anak buah Fery, berbisik kepadanya dia berbicara dengan Nada pelan “Guru sombong itu tidak akan mengajar di kelas kita lagi.” Tatapannya dipenuhi dengan kegembiraan.


“Kau sangat berlebihan” Ucap fery Acu tak acuh, sedetik kemudian otaknya mulai bekerja “Maksudmu guru sombong itu?”


“iya!”


Mesya sedang menikmati makananya, dia hampir tersedak karena berita itu, sementara Nadia bereaksi biasa saja, dia sedang mikmati susu kotak.


“Kau tidak bercandakan?” Tanya Mesya.


“Tentu saja aku mendegarnya secara langsung saat guru lain membicaraknnya, aku juga hampir tertangkap basah oleh guru sombong itu saat menguping” Ucap Bocah laki- laki itu, dia bersyukur tidak ketahuan oleh Aliwafa.


“Akhirnya, kita terbebas dari orang lahnat itu” Seru Fery sangat senang. Semua siswa yang sedang makan dikantin memperhatikan dirinya, dia segera berpura- pura tidak ada apa- apa.


“Ini semua ini seperti keajaiban, dia tidak mau mengajar Kika begitupun sebaliknya, selama ini dia selalu merendahkan kami sampai kedasar, dia berprialku semena- mena hanya karena dia menjadi guru tebaik, kali ini kami akan bersungguh- sungguh untuk belajar, aku ku pastikan dia akan tertampar oleh hasil ujian nanti.” Ucap beberapa siswa kelas 3D yang mulai berkerumun.


“..” Mesya hanya diam sambil memperhatikan rencana teman sekelasnya, begitupun dengan Nadia dia tersenyum tipis, karena Aliwafa pergi dengan keinginannya sendiri, dia juga sudah muak dengan cara mengajar Aliwafa.


Sebagian dari mereka mendengar percakapan Fery dan yang lainya, mereka hanya menatap dengan tatapan heran, saat melihat kebahagiaan diwajah para siswa dari kelas 3D itu.


Kabar Aliwafa tidak mengajar dikelas 3D menyebar dengan cepat, banyak siswa yang merasa iri dengan para siswa kelas 3D terutama kelas 3a, cara mengajar Aliwafa sangat buruk, dia selalu memperlakukan para siswa seperti samsak tinju.


Mereka menjalani hidup seperti neraka, mereka berharap jika Aliwafa segera meninggalkan kelas 3A secepat mungkin!