Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Elisa bikin emosi


Nadia keluar dari ruang kelas bersama dengan Mesya, setelah pertemuan guru dan murid akan di adakan, diperjalanan dia bertemu dengan Elisa dan teman- temannya.


Teman Elisa yang Bernama Rindi berkata “Nadia dengar- dengar orang tuamu tidak mendatangi pertemuan ini” dengan tatapan penuh penghinaan.


Semua orang membenci Wanita simpanan, mereka sangat membenci Nadia karena bisa saja jika dia akan menghancurkan keluarganya. bagi mereka Nadia orang yang tidak punya malu.


Tapi mereka tidak pernah berpikir apa yang mereka tuduhkan saat ini nyata atau hanya rekayasa.


Nadia dan Mesya tidak menanggapi mereka, hal itu membuat mereka semakin menjadi jadi.


“Mereka pasti sangat malu untuk menjadi wali gadis simpanan sepertimu!” Ucap salah satu teman Elisa yang Bernama Amel.


“Kalian tahukan Jika Nadia berasal dari kampung! Mungkin saja orang tuanya tidak memiliki sepeser uang untuk datang kesini”


“Itu cukup masuk akal, kalian tahukan jik aorang kampung lebih mementingkan anak laki- laki mereka dari pada perempuan? Karena keluarganya tidak mengiginkannya”


“tentu saja mereka tidak akan pernah meluangkan waktu untuk datang kesini”


“Nasibnya sangat mengenaskan, hampir semua wali murid sudah datang”Ucap Amel dengan tatapan Nadia dengan tatapn enggan dan jijik secara bersamaan.


“Nilaimu jauh lebih rendah dari pada aku, walau orang tuamu datang kesini memangnya apa yang akan kau banggakan dengan nilai buruk mu itu!” Ucap Nadia dengan tatapan menghina sambil menggelengkan kepala.


Mereka menelan ludah seketika, semua kata- kata yang keluar dari mulut Nadia tepat sasaran. Mereka ingin sekali membantah tuduhan itu tapi mereka sadar jika nilai mereka sangat rendah tidak bisa dibandingkan dengan Nadia.


Mereka sangat malu“Nadia aku memang tidak sepintar dirimu, tapi aku lebih baik darimu” ucap Rindi membela diri sendiri.


“Kau tetaplah seorang Wanita murahan apapun alasannya”


mereka masih tetap dengan pemikiran mereka. Amel mencibir “Nadia aku tidak ingin melihat wajahmu lebih lama lagi”


“Kau” Seru Nadia


“Sudah” Ucap Elisa keluar untuk menengahi mereka, dia terlihat seperti orang yang baik hati “ Nadia Amel dan Rindi bukan orang yang jahat, mereka hanya tidak suka dengan Wanita simpanan!”


“Wanita simpanan” Nadia menatap Elisa dengan tatapan dingin, tatapannya bergantian menatap dua teman Elisa itu “Bukankan sebelumnya kepala sekolah telah memberi peringatan agar tidak ada satu orangpun yang boleh menyebarkan rumor tidak berdasar itu, konsekuensinya adalah dikeluarkan dari sekolahan ini, sebaiknya kau pakai otakmu sebelum membuka mulut”


Rindi dan Amel menutup mulut mereka rapat- rapat.


Setiap tahunnya hanya sedikit siswa yang bisa mendaftar ke sekolahan ini, mereka hanya menerima 120 siswa pertahun, itu pun dengan seleksi yang sangat tinggi, hanya orang berlatar belakang keluarga kaya yang dapat masuk ke sekolah ini atau mereka yang mempunyai nilai tinggi.


Dikeluarkan dari Sekolah sama saja dengan noda hitam dikertas putih, tidak ada yang menginginkan mereka.


Selama ini mereka sudah terbiasa dengan kebiasaan mereka menghina dan menyebarkan rumor, mereka tidak pernah berpikir jika akan ada orang yang akan melaporkan tindakannya.


Setalah mendengar ancaman Nadia mereka sangat khawatir, jika Nadia akan melaporkan kejadian ini kepada kepala sekolah.


“Teman- teman Ayo pergi” Ajak Rindi dengan wajah kaku.


Elisa merasa sengat kesal, karena semua tidak berjalan sesuai denga napa yang direncanakan. Dia sangat kecewa dengan Rindi dan Amel.


Mereka adalah orang yang atidak pernah perduli dengan hukum, tapi saat berhadapan dengan Nadia mereka malah tidak berkutik sama sekali.