Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Nadia bertemu dengan staf asosiasi pelukis


Setelah menandatangani kontrak kerja, Adrian segera menyampaikan  pendapatnya mengenai negara mana saja yang akan menjadi pasar global SS, Dia bependapat untuk membuat pasanya sendiri asean, dia juga akan mendatangi beberapa perusahaan kecildan perusahaan menegah atas untuk bekerja sama.


Intinya dia berencana untuk mengiklankan Aplikasi SS terlebih dulu untuk menarik para marchat atau penjual ditoko online untuk membuat akun di aplikasi SS.


Beberapa tahun lalu America telah mebuka aplikasi blanja Bernama Amazing, yang hampir menguasai pasar dengan brand brand ternama dunia. Sementara SS memberi kesempatan untuk semua kalangan pengusaha, SS juga akan menyediakan kru pengiriman barang untuk setiap daerah untuk membermudah transaksi.


Setelah mendengar setiap detail rencana yang di katakana oleh Adrian, dia menyetuhuinya. Nadia merasa sedikit terbebani karena dia telah mencuri ide Adrian dari kehidupan sebelumnya, mengingat semua kemalangan yang di terima Adrian dan istrinya dia menjadi sedikit lebih tenang, dia menyakinkan diri sendiri jika ini yang terbaik untuk semuanya.


Dia mencipatakan SS terlebih dulu sebelum pihak china. Dikehidupan sebelumnya China akan membangun perusahaannya 3 tahun yang akan datang, kemungkinan kecil terjadinya krisis Ekonomi yang akan terjadi di Indonesia akan menjadi kecil.


Dikehidupan sebelunya, saat produk china menguasai pasar dagang Indonesia banyak babrik- pabrik kecil di tanah air yang terpaksa tutup, harga barang yang di berikan oleh China sangat murah 30 % lebih murah dari produk dalam negeri, hal itu membuat para konsumen menjadi memilih untuk membeli barang dari china.


“Pak Hery tidak salah memilih orang” Puji Nadia saat mereka berencana mengakhiri pertemuan.


“Anda terlalu banyak memuji” Ucap Adrian.


“Untuk orang yang kita butuhkan aku akan mencari orang yang cocok untuk mengisi tempat itu” Ucap Nadia, yang di butuhkan saat ini adalah ahli IT. Nadia memang mampu untuk melakukan sendiri namun ingin mencari seorang ahli untuk perusahaannya.


“Nona aku akan mengantarmu pulang” Ucap Hery Supomo dengan ramah.


“Tidak, terima kasih”sahut Nadia dia segera berjalan pergi.


Sementara Hery hanya senyum tipis, dia berpikir jika dia orang pertama yang bertemu dengan gadis jinius itu. Keduanya menatap Nadia dengan tatapan kagum.


Hari minggu Nadia mengirimkan lukisan miliknya ke asosiasi pelukis, untuk mengikuti lomba Lukis yang diselenggarakan untuk pelukis muda. Dia mengirim lukisan bergambar seorang gadis yang duduk sedih di bawah pohon dengan pemandangan bulan yang bersinar kearahnya.


Gaya lukisannya dapat memperlihatkan dengan jelas Cahaya bulan yang bersinar, dan mengambarkan sebuah kesedihan yang terpancar jelas dari Gadis itu.


Dia mengirim lukisan itu dengan nama samaran. Dengan alasan jika dia tidak ingin orang lain mengetahui identitasnya, awalnya pihak penyelenggaran tidak mau menyetujui hal itu, setelah melihat hasil Lukisan Nadia penyelenggara itu menyetujui keinginannya, mereka tidaka akan pernah melepaskan pelukis berbakat seperti Nadia, ini kesempatan emas untuk bisa bekerja sama dengannya.


“Jika itu yang kamu inginkan, kami akan melakukannya” Ucap Saf Wanita itu ‘pelukis muda dengan kemampuan melikis seperti ini sangat sulit untuk ditemukan, ini adalah kesempatan Langkah untuk bisa bekerja sama dengannya’ pikrnya.


Saat ini mereka berada di gallery Lukis tepatnya di koridor.


“Terima kasih untuk pengertiannya” Ucap Nadia dengan tipis.


“Kami melakukan ini untuk kebaikanmu, kau bisa mempercayai kakak ini” Ucap Rita. Dimanapun kita bekerja kita akan selalu melakukan persaingan dengan orang lain begitupun dengan Rita, dia sudah lama di perlakukan sebelah mata oleh lawannya, kali ini dia yakin jika pelukis muda itu akan membuat keberuntungan untuk dirinya dan karirnya.


sepengetahuan Nadia galeri tempat Rita bekerja saat ini adalah agensi yang sama, yang telah menaungi Elisa.