Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Wahyu malu gak luu


Diruang tunggu Bastian menggunakan topeng hitam yang menutupi wajahnya, dia tidak ingin orang lain mengenalinya, dia lebih baik menyambunyikan identitas aslinya dari pada harus hidup di ganggu orang seperti Wahyu Kusuma.


Bastian menggunakan setelah jas jitam, sepatu kulit kualitas terbaik dan jam tangan merk ternama dunia, hanya dengan melihat penampilannya seseorang akan terintimidasi olehnya, apalagi dia memiliki postus tubuh yang tinggi dan gagah.


“Dia adalah CEO kami” Ucap Asisten Aris.


Saat Wahyu pertama kali melihat Bastian dia terkejut tidak bisa bereaksi sesaat, selama ini rumor mengatakan jika Pemimpin Perusahaan B.A Group adalah orang tua yang berusia enam puluh tahun keatas.


Tapia apa yang dia lihat saat ini, dia sangat muda dan dia berusia sekitar dua puluh tahun keatas. Setelah dia sadar dia segera menyapa “Hallo CEO”


Orang luar tidak ada yang mengetahui identitas Bastian, bahkan namanya saja tidak di publikasi, semua tentangnya tersembunyi.


Batian yang berdiri di dekat jendela kaca menghadap ke luar, menoleh menatap Wahyu sekilas kemudian berjalan ke sofa, “Apa keperluanmu?” Seru Bastian.


Wahyu dengan gesit mengeluarkan Foto Nadia, dengan senyum aneh dia menjelaskan “Dia putriku.”


Bastian mengambil Foto Nadia yang sedang pulang sekolah, dia terlihat sangat cantik, sekilas tatapan Bastian menjadi lembut saat menatap Wajah Nadia.


Tebakannya tentang kedatangan Wahyu sudah di prediksi sebelumnya, dia berpikir jika Wahyu akan menjual Nadia, sebagai tumbal perusahaannya yang hampir bangkrut.


Dengan acuh tak acuh, sambil memngang foto di tangannya Bastian bertanya “Apa maksudmu dengan hal ini?”


melihat Respon Bastian, Wahyu berpikir jika Bastian tertarik dengan Nadia, dia merasa sangat bahagia namun dia menahan emosinya, dengan penuh hati- hati dia mejelaskan maksud kedatangannya “CEO, Putriku sangat cantik, saat ini dia masih duduk di bangku SMA tapi dia sudah dewasa, dia juga orang yang sangat pengertian.”


Wahyu memutar otak sesaat kemudian berkata “Usia anda dan putri saya tidak terpaut jauh, aku ingin putriku menjadi kekasihmu.”


Dengan sinis Bastian mencibir “Wahyu apa kau berencana untuk menjadi mucikari? Dengan menjual putrimu?”


Dengan santai Bastian menyandarkan tubunya di sofa dan bertanya “Katakan, apa yang kau inginkan?”


“CEO, begini, maksud saya” Wahyu menyeka keringat dingin yang membanjiri wajahnya, saat ini dia tidak berani menatap mata tajam Bastian, dia memilih untuk menundukkan kepala.


“selama beberapa minggu ini perusahaanku mengalami kerugian yang cukup besar, seseorang telah membuli perusahan kami, banyak miitra Perusahaan kami yang menarik diri Kerjasama mereka, saat ini kami membutuhkan bantuan modal, Oleh karena itu saya kesini untuk memohon kepada anda untuk berinvestasi kepada Perusahaan kami.”


Dengan enggan Bastian berkata “Kalau begitu kau berencana memnjual putrimu?”


“….” Wahyu.


Mengapa dia membahas ini lagi?


Sekali lagi dengan usaha keras Wahyu memutar otaknya dengan cepat dia menjawab “Ini tidak seperti yang anda pikirkan, selama Perusahaan bisa diselamatkan, Nadia bersedia untuk melakukan ini untuk keluarganya, aku yakin jika bersama mu dia akan bahagia, apalagi anda adalah ketuan Perusahaan B.A Group dan anda memiliki wajah yang tampan dan gagah.”


“Cukup” Seru Bastian, sambil mengetuk tangannya di meja, untuk mengehntikan ocehan Wahyu.


Wahyu sangat gugup saat melihat Bastian, dia merasa tenggorokannya kering.


Senyum sinis terbentuk di bibir Bastian “Wahyu sepertinya kau menganggap putri sebagai barang yang bisa kau jual belikan, sebelum kau bertemu denganku, aku yakin jika kamu berpikir jika aku adalah pria tua bangka, dengan pengetahuan itu bukankan sudah pasti kau akan berpikir jika kau sudah memiliki keluarga, dan kau masih dengan percaya diri menawarkan putrimu sebagai seorang simpanan, kau tidak memiliki hati Nurani sedikitpun.”


Selama ini Bastian jarang mengakatakan kalimat sepanjang ini, kepada orang asing.


Wahyu terdiam, dia tidak bisa mengelak dari tuduhan Bastian. Semua yang dikatakan Bastian benar, sebelumnya dia berencana membuat Nadia sebagai simpanan pria tua bangka.


Bantu like