Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Bastian cemburu


Saat ini Leo dan Roni berada di depan kelas 3D, mereka bertemu dengan Bastian. Leo dengan penuh semangat menyapa Bastian “kakak.”


Bastian hanya menlihatnya dengan tatapan tajam, saat berpapasan dengan Leo.


Sementara Leo berpikir jika Bastian tidak mendengar panggilannya jadi dia memanggilny alagi “Kakak Bastian”


Bastian berhenti dan menatapnya. Seketika Leo senang berpikir jika Bastian akhirnya memperhatikannya.


Detik berikutnya Bastian berbicara dengan acuh tak acuh “Siswa selama ini aku tidak pernah melihatmu di kelas 3D. Kembali kekelas kalian.”


“….” Leo. Bastian tidak terlihat seperti kakaknya yang baik, Leo tidak mau menyerah begitu saja, dia tersenyum dan tidak menghiraukan teguran Bastian “Kakak aku pindah kelas hari ini.”


Raut wajah Bastian berubah, saat ini  dia menatap Leo dengan tatapan tajam. Leo merasa sedikit takut.


Bastian mengalihkan pandangannya dia mengosok dahinya, dia merasa sakit kepala seketika.


Nadia adalah gadis yang sangat cantik, di masa depan akan banyak orang yang akan mengejarnya. Dia tidak akan memebiarkan orang lain mendekatinya. Dia akan membuat Nadia menjadi miliknya!


Sayangnya leo tidak dapat melihat sikap Bastian yang berubah, dia memiliki EQ yang rendah. Leo berbicara dengan penuh semnagat “Kakak dimasa depan aku akan menjaga kakak ipar dengan baik, oleh karena itu aku memilih untuk pindah ke kelasnya. Aku akan memperhatiannya dengan sepenuh hati,”


Mendengar kelimat yang keluar dari mulut Leo, Bastian menatap leo dengan tatapan dingin. Sebuah senyum tipis mengembang di bibir bastian. Leo berpikir jika senyum itu sangat menyeramkan jadi tanpa sadar dia mundur beberapa Langkah.


Bastian bicara dengan Nada yang sangat rendah, hanya bisa didengar oleh mereka berdua “aku akan mengatakan ke nenek jika uang jajanmu selama 1 bulan hangus. Kita tidak memiliki hubungan apapun saat di sekolah, jika ada seseorang yang mengetahuinya aku akan membuat kau kehilangan uang jajanmu selamanya.”


Bastian membenci Leo, sama halnya dengan Fery yang membenci Bastian, itu adalah rasa benci yang ditunjukkan untuk pesaing.


Dia datang mengajar kesekolah untuk melindungi Nadia, dia tidak ingin menambah saingan yang akan menjatuhkannya dimasa depan.


Sementara leo menatap Bastian dengan penuh tanda- tanya, dia memengang lehernya. Berpikir apa dia sudah menagttakan sesuatu yang salah?


Kakaknya sangat sulit untuk di tebak.


Bagaimana dia bisa hidup tanpa uang selama satu bulan, dia merasa ribuan jarum menusuk hatinya.


“Leo apakah guru baru itu saudaramu” Tanya Roni dengan bingung.


“Tidak”Seru Leo, dia menatap tajam Roni. Dia tidak berani membuat masalah dnegan kakak sepupunya itu, apalagi mengumumkan ke public jika mereka saudara. Dia tidak ingin membuat masalah besar.


Roni membuat asumsi sendiri “Benar, dia kakak Nadia, jika kau memanggilnya kakak sudah pasti kau memiliki hubungan dengan Nadia? "


“….” Leo. Saat ini dia benar- benar kesal dengan sikap Bastian, bisa- bisanya kakaknya tidak mau mengakuinya sebagai saudaranya sendiri, hanya untuk melindungi Nadia, kakaknya rela mengorbankan dirinya.


Leo menjadi sangat kesal.


Bastian dengan santai megangkat lengannya dan melihat jarum jam “Kamu sudah terlambat 5 menit, berdiri di luar.”


“…” Leo. Ini sangat sulit untuk dirinya untuk berdiri diluar selama matapelajaran berlangsung.


“Leo aku akan Kembali kekelasku, aku tidak bisa menemanimu disini” Ucap Roni.


“Pergi kau” teriak Leo.


__


Malam hari Nadia Pulang diantar oleh Bastian. Nadia baru saja selesai mengeringkan rambutnya. Dia menerima panggilan telepon Dari Hendra Gunawan.


“Apa kau Nadia?” Tanya Hendra Gunawan dengan senyum  diwajahnya.


Nadia menautkan Alisnya “Iya”


“Murid Nadia, saya mewakili Asosiasi Lukisan dengan tulus mengajak anda untuk bergabung dengan asosiasi kami.” Hendra Gunawan sangat ingin mengundang Nadia masuk kedalam Asosiasi Lukis.


Masa depan Asosiasi akan bersinar di masa depan nanti, saat Nadia menjadi pelukis terkenal. Asosiasi akan mendapatkan keuntungan dari Nadia. Tidak aka nada lagi orang yang akan meremehkan asosiasi mereka.


“Aku tidak bisa pergi”Ucap Nadia dengan santai, dia sangat tidak suka melakukan sesuatu yang merepotka.


“…” Hendra kusuma terkejut oleh jawabanya. Hendra mesang wajah santai “Murid Nadia, bisahkah kau katakana apa alasannya  mengapa kau tidak ingin bergabung?”


“Aku terlalu sibuk, jika aku bergabung itu hanya akan menambah jadwal sibukku” Ucap Nadia dengan wajah tanpa dosa.


Hendra terdiam.


Anak sekolahan sesibuk apa? Sampai- sampai tidak memiliki waktu luang?


Jika ini adalah syarat untuk merekruk Nadia, dia akan berbaik hati, Nadia adalah seorang jinius selama bisa membuatnya sebagai bagian dari asosiasi, dia akan mencoba yang terbaik untuk memmenuhi syaratnya.


Hendra Gunawa berkata sambil tersenyum “Tidak masalah, kamu hanya perlu bergabung, kamu tidak perlu melakukan apapun.”


“Aku tidak ingin pergi” Ucap Nadia. Saat panggilan telepon terputus.


Sementara Hendra Kusuma menenangkan emosinya dia menarik nafas dalam- dalam, dia akan memaafkan Nadia, hal ini sudah biasa terjadi karena seorang jinius memiliki emosi tinggi. Dia akan berusaha untuk membuat Nadia bergabung dengan asosiasi.


Hai kak, ayo mampir baca novel baru aku yg judulnya pernikahan kontrak, dijamin ceritanya tidak kalah seru.