
“Jika kalian ingin pergi- pergilah, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Nadia” Ucap Elisa tanpa melihat wajah teman- temannya.
“Elisa kau jangan terlalu lembut dengannya, jika terjadi sesuatu hubungi kami, kami akan membantumu” Ucap Rindi.
“Ok” Sahut Elisa tanpa memperdulikan mereka, diwajahnya terlintas sebuah ketidak sabaran.
Setelah medengar pendapat Elisa mereka berjalan beberapa Langkah kedepan, mereka khawatir jika sesuatu yang buruk akan terjadi kepada Elisa.
Elisa datang ke posisi Nadia, dia berbicara dengan Nada rendah “Ibu datang kesini untuk meluangkan waktunya yang berharga untuku, bukankah semua sudah terlihat dengan jelas jika dia tidak pernah menganggapmu sebagai putrinya, walaupun kau berhasil kembali kedalam keluarga Kusuma, bagi mereka kau hanyalah orang asing, kau tidak akan pernah bisa merebut semua yang telah menajdi milikku, mulai dari harta, kasih sayang orang tua kau tidak akan pernah mendapatkannya!”
Setelah mengetahui jika dia bukan putri kandung keluarga Kusumsa, dia berusaha keras untuk membuat Wahyu dan Lidia terkesan dan bangga kepadanya, Namun dia tidak bisa membuat Wahyu untuk tidak membawa Nadia kedalam keluarga Kusuma.
Dia kut jika suatu hari dia akan ditendang keluar dari keluarga Kusuma karena dia tidak memiliki hubungan darah dengan Mereka. Selama ini dia sudah terbiasa hidup dengan kemewahan, bagaimana mungkin diam au Kembali keperdesaan untuk tinggal dengan orang tuanya yang miskin itu.
“Jika itu keinginanmu jaga mereka baik- baik, jangan biarkan mereka tahu jika nIlaiku lebih tinggi dari pada kamu” Ucap Nadia dengan acuh tak acuh.
Menerima pukulan yang tepat pada kelemahannya, Elisa menjadi sangat marah dia menatap tajam Nadia “Kau tidak akan punya kesempatan untuk melalukan itu”
“sebuah bangkai tidak akan pernah bisa disembunyikan untuk waktu yang lama, karena bauny akan tercium jua” Nadia dengan santai bersandar ketembok dan membuka bungkus permen loli, kemudian memasukannya kedalam mulutnya.
Elisa tersenyum kecut, dia tidak akan pernah membiarkan Nadia berhasil masuk keperguruan tinggi “Nadia kau yang terlebih dulu memulainya, jangan menyesal” setelah itu dia pergi meninggalkan Nadia, dengan tawa sinis yang terpampang di wajahnya.
Mesya berpikie sejenak kemudia bertanya “Nadia apa dia saudari perempuanmu?”
“Bukan” sahut Nadia santai
Mesya membuat asumsi sekali lagi “Nadia jangan bialng jika kau adlaah putri asli keluarga kusuma dan Elisa putri orang luar, kalian berdua tertukar?”
Nadia memnagngguk, Dia mengingatkan Mesya “Jangan beri tahu orang lain, jika aku memiliki hubungan dengannya.
“OK” Ucap Mesya semangat “Akan sangat memalukan jika sampai orang lain mengetahui hubunganmu dengan sirigala itu” Cibir Mesya.
Senyum sinis Elisa muncul dalam benak Mesya, dia mempergigati Nadia “Nadia gadis itu sangat kejam, kedepanny akau harus berhati- hati aku takut jika sesuatu yang buruk terjadi denganmu”
Saat yang bersamaan teriakan seorang gadis membuat Mesya menoleh. Dia melihat seorang pria tampan untuk pertama kalinya, Pria tampan yang menggunakan pakaian kasual hitam, dan tatapan matanya tertunduk, aura penguasa mengalir disekitarnya.
Mesya adakah orang yang sangat menyukai penampilan tampan. Saat dia melihatnya dia langsung terpana oleh ketampanan pria itu.
Mesya melepaskan diri dari tangan Nadia yang menutup mulutnya yang terbuka lebar sebelumnya, sorot matanya memancarkan sebuah kebahagiaan “Nadia lihat pria tampan itu, ini pertama kalinya aku bertemu dengan pria setampan dia” Mesya sangat bersemangat saat ini, dia berencana untuk meminta tandatangan kalau bisa foto dengan pria tampan itu.
Perlahan Nadia menoleh dengan tatapan acuh tak acuh ‘Kak Tian?’