Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Sulia dan Jeni


Saat ini dalam ururan pertama adalah Nadia dari SMA tunas bangsa dengan poin 100, sementara posisi kedua di tempati oleh Leni.


Tulisan dalam peserta peringkat dua puluh besar ditulis dengan huruf tebal agar terlihat dengan jelas.


Semua orang terkejut saat melihat Nilai Sempurna Nadia, mencetak skor 100 poin dalam ujian saja adalah mustahil, tapi dia melakukannya di Olimpiade Matematika!


Saat ini seseorang telah mencetak skor 100 poin. Sementara Leni dari Tunas BAngsa mencetak 96 poin.


Peringkat ketiga 89


Peringkat keepat 87.


Semakin turun kebawah perbedaan skor mereka tidak jauh berbeda, saat ini banyak siswa yang sedih karena gagal masuk dua puluh besar.


Saat ini Raut wajah Sulia berubah ubah saat mengetahui Nadia dari SMA Tunas Bangsa mendappatkan peringkat pertama dengan Poin 100. Dia menjadi tidak percaya diri, sebelumnya dia telah mengejeknya secara membabi buta, dan sekarang orang yang telah hina berada di peringkat pertama dengan nilai sempurna.


Mengerjakan soal hanya dengan waktu 30 menit dan mendapatkan nilai sempurna?


Namun dia segera menenangkan dirinya, dia segera mencari Nama Jeni ke urutan berikutnya.


Peringkat kedua bukan dia, ke tiga bukan dia, Sulia sangat kecewa harapannya beransur- ansur pudar, pada akhirnya dia melihat jika Jeni berada di peringkat ke 19.


Dengan poin 80!


Sulia tidak percaya denga napa yang dia lihat, Jeni adalah siswa dengan Nilai terbaik di depok, melihat kemampuannya tidak mungkin dia mendapatkan nilai seburuk ini.


Jeni datang untuk melihat Nilai Nadia, walau dia tidak melakukan yang terbaik saat ujian dia yakin jika dia akan medapatkan posisi sepuluh besar, saat ini dia dengan semangat mencari namanya, dia terteguh saat melihat Namanya berada di peringkat ke 19.


Dia tidak menyangka akan mendapatkan nilai 80? Itu tidak mungkin.


Jeni sangat kesal dia terus mencari Nama Nadia, dia mulai dari urutan paling belakang, Jeni tidak mengetahui Nama Nadia yang dia tahu adalah Nama sekolah Nadia, Jeni terus mencari saat ini dia sudah mencapai nomor 150, tapi dia tidak menemukan Nama Nadia sisana.


Sulia yang melihat tingkat muridnya bertanya “kamu cari siapa?”


“perwakilan dari SMA Tunas Bangsa, aku penasaran dengan nilai, sebelumnya dia menyerahkan soal ujian lebih awal, aku penasaran dengan nilainya” Ucap Jeni dengan acuh tak acuh, sementara matanya terus mencari.


Sulia sangat kesal saat mendengar ucapan jeni, dia sangat berharap banya dengan siswanya ini, dia berharap jika Jeni akan mendapatkan peringkat ke 2 saat olimpiade.


Pada akhirnya Nilainya merosot sangat jauh, saat ini dia bahkan masih sempat menghina Nilai Nadia yang mendapatkan nilai sempurna.


Jika bukan karena dirinya, Sulia tidak akan malu seperti ini “Jika kamu gagal setidaknya jangan mempermalukan dirimu sendiri, bacalah dari awal” Ucap Sulia penuh penghinaan.


Jeni sanget malu, dia di hida didepan banyak orang, dan saat ini tatapan semua orang tertuju kepadanya, namun dia tidak berani melawan Sulia, Jeni tidak tahu menagapa gurunya menyurhnya melihat dari atas, dengan enggan dia melakukannya.


“Aku yakin jika Nadia pasti melakukan kecurangan, selama setengah jam dia hanya tidur disana, bagaimana bisa dia mendapatkan nilai sempurna?” Suara jeni sangat keras, terdengar oleh siswa dan para guru yang berada disana.


Semua orang yang  berada disana mulai berdiskusi, setelah nama Nadia di sebut.


Jeni tidak percaya jika Nadia mendapatkan Nilai sempura padahal dia hanya tidur saat Ujian berlangsung, dia yakin jika Nadia mendaptkan nilai sempurna ini karena melakukan kecurangan.


Bagaimana bisa soal ujian yang sangat sulit itu bisa diselesaikan kurang dari tiga puluh menit, sementara dirinya membutuhkan  waktu satu jam lebih, ini benar- benar tidak masuk akal.


“semua orang yang mengikuti Olimpiade ini adalah orang yang sangat ahli dalam bidang matematika, sementara Nadia hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk menyelesaikannya, apa itu murni jawabannya?”


Cibirnya kemudian meneruskan “Aku yakin Jika Nadia telah menyuap beberapa orang  atau dia memiliki orang dalam dan mendapatkan kunci jawaban ujian..”


Dari awal para siswa tidak mempercayai hasil ujian Nadia, setelah mendenga ucapan Jeni mereka mulai berdiskusi.


“Jadi dia yang keluar ujian di awal? Bagaima mungkin dia bisa menyelesaikan Ujian Olimpiade Matematika dalam waktu setengah jam!”


“bagaimana mungkin ada orang jinius di dunia ini, aku yakin jika dia melakukan kecurangan.”


“bukannya soal ujian itu diberikan oleh Menteri Pendidikan, aku yakin jika dia mendapatkan dukungan dari mereka, ini sangat memalukan.”


“sebelumnya aku berpikir jika dia benar- benar seorang jinius, aku tidak menyangka jika dia melakukan hal licik seperti ini”


Sulia sependapat dengn muridnya, dia juga tidak percaya jika Nadia bisa mendapatkan 100 poin. Setelah berdiskusi sebentar, mereka mulai medatangi Petugas yang memposting hasil ujian.


“Seseorang telah melakukan kecurangan, bagaimana cara anda akan menanganinya?”


“Ini harus diselidiki dengan benar, kami  tidak ingin jika hal ini dibiarkan begitu saja, ini sangat tidak adil untuk siswa kami”


“Kita harus mencari tahu siapa orang yang menjdai pendukung Nadia di kementrian Pendidikan, hal seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, dia bahkan medapatkan kunci jawaban apa- apaan ini?”


Petugas itu sangat bingung dengan desakan para guru, dia segera membuka mulut dan berkata “Aku akan pergi untuk melapor, jika apa yang anda sampaikan benar, kami tidak akan membiarkan hal ini lolos begitu saja.”


Sulia melihat jika semua orang mendukungnya dia berbicara dengan lantang “walau bagaimanapun dia memiliki dukungan yang kuat, jangan biarkan kejadian ini lolos dengan mudah” dia dengan sengaja melirik Talia, kemudian mencibirnta “benar- benar sangat disayangkan, sekolah semewah itu malah melakukan kecurangan, bukannya mereka sengaja melakukan ini untuk membuat nama mereka semakin tinggi dengan memamerkan siswa top mereka.”


Tania tidak pernah berpikir jika Sulisa adalah orang yang tidak tahu malu, apa dia tidak pernah berpikir jika hal ini di seberkan nama baiknya akan tercemar? Dengan percaya diri Tania berkata “Aku yakin dengan kemampuan yang dimiliki Nadia, aku percaya dia tidak mencontek seperti yang kalian tuduhkan!”


Sulia Kembali mencibir “Bukannya dia muridmu? Bukannya sudah sewajarnya guru melindungi muridnya?”


“Benar, mana ada guru yang mau nama sekolahnya buruk, sebaiknya kamu akui jika Nadia memang memiliki koneksi dengan mentri Pendidikan, jika tidak mana mungkin dia bisa mendapatkan Nilai penuh, apalagi soal Ujian untuk Olimpiade adalah soal tersulit, sedangkan dia mengerjaknnya dalam waktu 30 menit ini benar- benar mustahil dilakukan!” Ucap salah satu guru membenarkan pendapat Sulia.


jangan lupa like , vote dan flow sebagai bentuk dukungan dengan novel ini. Makasih