
Nadia berniat untuk segera pergi dari keluarga Kusuma, namun langkahnya terhenti, karena Elisa menghalanginya.
“Kakak” sapa Elisa dengan senyum mengejek, kemudian dia berkata “Selamat ya kau berhasil menjadi wanita simpanan.”
Nadia dengan menaikkan ailsnya keatas, tatapan tajam Nadia tertuju ke perban diwajah Elisa “Selamat ya, wajahmu hancur” ucapnya dengan nada mengejek, senyum tipis menghiasi bibirnya.
Elisa membeku, dia memelototi Nadia dengan geram berkata “Nadia, saat ini kau menjadi gembel di jalanan, tanpa bantuan keluarga kusuma kau tidak akan bertahan lama di ibu kota, jangan sombong karena wajah cantikmu pada akhirnya kau akan menua dan di tinggalkan oleh laki- laki itu!”
Elisa sangat yakin jika Nadia hanya bisa membanggakan wajahnya yang cantik dan tidak bisa apa- apa. Hanya wajahnya cantiknya yang bisa membuat orang lain iri kepadanya.
Elisa sangat membencai sikap Nadia yang biasa saja walau telah menerima penghinaan darinya, sebagai putri kandung keluarga ini Nadia terlihat sangat tidak perduli dengan keluarga Kusuma, tidak seperti dirinya yang sangat memperdulikan hal itu.
“ Keluarga Kusuma” Cibir Nadia “Aku tidak pernah perduli denga napa yang kau banggakan itu, kau hanya mengambil apa yang aku buang, yang benar saja tanpa keluarga Kusuma kau akan menjadi gadis udik yang hidup didesa dan hidup sengsara dengan keluarga kandungmu.”
Tepat setelah mengeluarkan unek unek didalam hatinya Nadia Pergi menyeret kopernya.
Nadia menghentikan langkanya saat berada di depan rumah mewah keluarga Kusuma, di kehidupan sebelumnya keluarga Kusuma adalah Neraka baginya. Saat ini dia merasa bersyukur karena sudah tidak terikat dengan keluarka lintah ini lagi.
Setelah itu Nadia pergi tanpa menoleh kebelakang, sementara Bastian berada di luar gerbang berjalan mondar- mandir dari waktu kewaktu untuk melihat Nadia.
Satu jam telah berlalu, sebelumnya dia melihat Lidia dan Elisa Kembali, dia khawatir jika sesuatu yang tidak di inginkan terjadi kepada Nadia. dia sudah kehilangan kesabaran dia berencana untuk masuk, namun dia mendengar suara Nadia.
“Kak Tyan”
Bastian merasa lega saat melihat Nadia “Ayo pulang” Ajaknya dengan penuh perhatian, dia mengambil koper Nadia dan memasukkannya kedalam bagasi belakang.
Perjalanan pulang tidak sengaja Wahyu melihat Nadia berada di dalam mobil mewah dengan seseorang yang terlihat mirip dengan CEO B.A Group, jantungnya berdegup cukup kencang.
Dia tersenyum mengejek saat melihat Nadia dan berpikir jika Nadia sama sekali tidak berguna, dia sudah bersama dengan seorang pria di usia yang masih sangat muda.
Dia bernyukur karena telah mendapatkan 3M dari Hery Supomo, dia bersyukur karena telah memberinya sebuah keuntungan. Dia sama seklai sudah tidak tertarik kepadanya.
Villa tempat tinggal Bastian bernuansah putih, tidak ada satupun orang di sana, para pelayan tinggal ditempat yang beda, mereka datang hanya untuk bersih- bersih.
Bastian membawa Nadia kekamar yang akan ditempati oleh Nadia, sebelumnya dia sudah menyiapkan segalanyya, setelah mengetahui jika Nadia berencana untuk keluar dari keluarga Kusuma.
Bastian adalah orang yang sangat sombong, dia sangat egois dan apa yang dimiliki tidak boleh disentuh orang lain, namun sikapnya berubah jika itu berhubungan dengan Nadia, dia akan menjadi orang yang penuh kasih sayang dan pengertian.
Kamar Nadia berada tepat di samping kamar Bastian.
Setelah membuka pintu kamar Nadia melihat kamar dengan dekorasi barbie yang beruansah Pink. Nadia sedikit terkejut saat melihat hal itu, dia merasa jika dia sudah lewat untuk hal- hal berbau feminim seperti ini.
Sebelumnya Bastian telah mencari tahu di google, dan membaca jika wanita menyukai warna Pink dan pada akhirnya dia mendekorasi kamar Nadia berwarna Pink.
Dengan penuh perhatian Bastian bertanya “Nadia, aku yang telah mendekorasi kamar ini, apa kau menyukainya?”
Nadia menatap mata Bastian yang ingin mendapatkan pujian, karena tidak ingin mengecewakan Bastian tanpa daya dia menganggukkan kepalanya. Dia tersenyum dan berkata “Iya aku menyukainya.”
Mendengar hal itu membuat Bastian sangat bahagia terlihat dengan jelas dari sorot matanya yang berbinar.
Dia meletakkan koper Nadia di dekat ranjang, kemudian memperlihatkan segala macam yang telah di siapkan untuk Nadia, semua sudah lengkap tanpa kekurangan, baju kosmetik, sepatu dan beberapa pergiasan semuanya lengkap.
Bantu like, no komen kwkwmw