Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
gelang


“nenek apa- apaan ini” tanya Leo, dia baru saja pulang dari tempat gym.”


“kau tidak perlu ikut campur” Ucap Nyonya Sinta sambil memelototinya.


Leo memperhatikan lukisan itu sebelum Nadia sempat menaruhnya. Dia membuka mulut lebar- lebar “Nenek bukannya ini Lukisanmu yang sangat kau sayangi?”


Mengingat Kembali ucapan Nadia ‘terima kasih nenek’ membuat Leo menatap Nyonya Sinta dengn tatapan tak percaya “Nenek saat itu kau menyuruhku untuk melakukan pekerjaan selama sebulan, tapi kau masih tidak mau berpisah dengan lukisan itu, apa sekarang kau sudah rela berpisah dengan kesayanganmu ini?”


Saat itu Leo masih berusia 12 tahun, dia mendengar jika Lukisan neneknya yang satu ini memiliki harga yang mahal.


Saat itu Leo hanya memiliki uang bulanan sebesar 100 ribu, tapi dia sangat menyukai lukisan itu.


Setelah bertanya kepada neneknya, Nyonya sinta memberi tahu jika Lukisan ini sangat berharga.


Leo meminta Nyonya Sinta untuk memberikanya kepasanya, tapi nyonya Sinta tidak langsung menolak permintaan cucunya, dia berkata jika selama Sebulan Leo harus patuh kepadanya dan tidak memberontak seperti sebiasanya.


Selama Sebulan penuh Leo menjadi anak yang patuh untuk mendapatkan lukisan itu.


Selama sebulan Nyonya Sinta menggunakan kekuatanya untuk memerintah Leo,  dia bahkan rela memakai gaun putri kerajaan dongeng dan membiarkan neneknya mendandaninya seperti gadis cantik.


Namun setelah sebulan berlalu nyonya Sinta tidak memberikan lukisan itu kepadanya, Leo sangat marah tapi dia tidak bisa melakukan apa- apa.


Mengingat masa kelamnya, Membuat leo sangat marah dan berkata “Nenek orang lain akan berpikir jika Nadia adalah cucu kandungmu.”


Sekali lagi membuktikan jika Leo telah di tendang kedua kalinya dari keluarga ini.


“Kau bau keringat cepat pergi” Ucap Nyonya Sinta sambil menautkan alisnya.


Dia mencium pakaiannya dan mendengu tapi dia tidak mencium bau apapun dari dadanya “Apanya yang bau?” Ucap Leo binggung.


“Cepat pergi” Nyonya Sinta mengisir Leo untuk mencari alasan agar cucunya yang nakal ini segera pergi.


Leo sangat terkesan dengan Nadia, tidak hanya mengalahkan Leni saat ujian, dia juga berhasil menahlukkan kelas 3d yang terkenal nakal itu.


Setelah makan malam selesai Bastian mengantarkan Nadia pulang, setelah mobil yang dikendarai berhenti tepat di depan rumah Keluarga Kusuma, dia mengeluarkan hadiah ulang tahun untuk Nadia “ini kado untuk ulang tahunmu.”


Nadia mengambil paper bag itu, dia mengambil sebuah kotak pergiasaan dan membukanya, terdapat gelang dari salah satu brand ternama dunia di dalamnya “Sangat Indah” Ucapnya.


“Kamu suka?” Tanya Bastian antusias.


“Iya” Nadia melihat tanpa sengaja memperhatikan pergelangan tangan Bastian, dia melihat gelang yang sama di pakai olehnya gelang berwarna perak yang menyerupai miliknya, dia baru sadar jika gelang itu adalah gelang ungtuk pasangan yang sangat langka, hanya ada beberapa pasang didunia “terima kasih kak Tyan”


Melihat Nadia menyukai hadiah itu Bastian bernafas lega, dia mnegambil gelang tangan itu “Biar aku yang memakaikannya.”


Dikehidupan sebelumnya Nadia sudah terbiasa dengan perlakuan bastian kepadanya, jadi saat ini dia tidak merasa jika ada sesuatu yang beda.


“Ok”


Bastian tersenyum dia merai pergelangan tangan Nadia, dengan hati- hati dia memakaikan gelang tangan emas itu. tangan Nadia sangat putih gelang itu terlihat sangat cocok dengannya. Saat dia melihat gelang yang dia kenakan sama dengan gelang Nadia sebuah kebahagian terlihat jelas dari sorot mata Bastian.


Dia tidak berniat untuk melepaskan tangan Nadia, dengan berat hati dia melepaskan karena tidak ingin Nadia menyadarinya.


“Nadia jika keluarga Kusuma tiadak merayakan ulang tahunmu, kamu jagan sedih aku dan nenek selalu ada untukmu, jadi kau tidak perlu memperdulikan mereka.”


Nadia mengangguk patuh dan berkata “Aku takk perduli dengan mereka, sudah cukup bagiku memiliki kalian bersamaku.”


Nadia sudah mengambil keputusan, jika dia tidak akan memperdulikan mereka. Cukup dikehidupan sebelumnya dia melakukan segalanya untuk keluarga Kusuma, tapi yang diterima hanyalah sebuah penghinaan dan penghianatan.


Dia tidak berniat untuk masuk kedalam lubang yang sama.