
Bastian di samping sangat jelas jika dia sama sekali tidak memperdulihan kakeknya, Jhohan.
“Kau bahkan tidak mau membatu kami dan masih memfitnah Perusahaan kami, sampai- sampai kami tidak bisa menjalin kerja sama” Jhohan sangat marah, jika saja perusahaannya mampu menjalin kontrak dari Perusahaan BA Group maka kedepannya semuanya akan berjalan dengan lancar, hanya saja semua yang dia perhitungkan meleset karena ulah Bastian.
Bastian menautkan Alisnya kemudian bertanya “Apakah Thomas yang bicara kepadamu?”
“apa maksud ucapanmu?” Jhoan mengerutkan keningnya.
“Sebaiknya periksa terlebih dulu apa yang dikatakan Thomas benar atau hanya karangan belaka” Bastian mengakhiri panggilan telepon, kemudian menghubungi Asisten Aris “Jika keluarga Alexander mancari tahu apa yang terjadi di Perusahaan, saat Thomas mengajukan kerja sama jangan ditutupi katakana kepada mereka.”
Setelah mendengar apa yang dikatakan Bastian, Raut wajah Jhohan menjadi masam, dia tahu seperti apa Bastian, dia bukan tipe orang yang akan ikut campur urusan perusahaannya. Dia segera menyuruh bawahannya untuk menyelidiki masalah ini.
Semantara Bastian berada di depan pintu masuk sekolah tunas bangsa, dia mendengar bel berbunyi, dia segera keluar untuk menunggu Nadia, saat ini semua siswa berjalan pulang, dia berdiri di samping mencari keberadaan Nadia.
Saat ini Nadia bersama dengan Mesya yang baru saja keluar paling akhir, Mesya menggandeng lengan Nadia, mengobrol dan tertawa.
Tatapan tajam Bastian tertuju ke tangan Mesya yang memluk lengan Nadia, seketika Mesya merasakan hawa dingin dibelakang lehernya.
Mengapa aku merinding?
“Kak Tyan” sapa Nadia.
Mesya mengikuti arah pandangan Nadia, dia melihat Bastian berjalan kearah mereka, akhirnya dia tahu mengapa baru saja dia merasakan hawa dingin yang tidak biasa.
Jika dia tidak mengetahui jika Bastian dan Nadia adalah saudara, dia pasti akan berpikir jika Bastian menyukai Nadia hanya dari cara dia melihat dan tindakannya.
Mesya dengan sadar diri melepaskan lengan Nadia kemudian melambaikan tangan “Nadia aku pulang dulu” Dia segera pergi tanpa menunggu reaksi Nadia.
“Mengapa kamu kesini?” Tanya Nadia sambil mendongakan kepalanya.
“Aku baru saja pulang kerja” Ucap Bastian sambil mengulurkan tangannya untuk mengelus rambut Nadia.
“OH” Seru Nadia tidak bertanya lagi.
Bastian tersenyum “Ayo pulang”
Keduanya berjalan bersampingan hanya dengan jarak sekepalan tangan, dari waktu kewaktu Bastian memiringkan kepalanya dan mengatakan sesuatu dan Nadia tersenyum dari waktu kewaktu.
Sementara mesya yang tidak langsung pulang dan memata- matai Nadia dan Bastian dari kejauhan hampir saja menjerit tidak percaya denga napa yang dia lihat, untungnya dia segera menutuo mulutnya dengan kedua tangannya.
Sangat menggemaskan!!
Sayang sekali mereka saudara, jika tidak ini akan menjadi plot yang sangat maniss!!!
Setelah itu Mesya melihat saat Bastian membukakan pintu mobil untuk Nadia dan meletakkan tangannya di atap untuk melindingi kepala Nadia saat masuk mobil.
Mata Mesya melotot tak percaya.
Astaga mereka sangat cocok satu sama lain!
Fery berjalan mendekat kearah Mesya yang begitu bersemangat, kemudian mengetuk jidat Mesya “apa yang kau intip”
Mesya sama sekali tidak perduli dengan pertanyaan fery, dia tidak ingin diganggu dan melampaikan tangan “Menyingkir jangan mengganngguku”
Fery mengikuti arah pandangan Mesya “OH”
Beri gift dan vote jangan pelit pelit kwkwkw , makasih