
Bastian sedang mengantri untuk membeli tiket, sementara Nadia sedang menikmati es cream di kedai. Sepuluh menit kemudian Bastian membawa dua tiket masuk.
Bastian tidak mau jika Nadia ikut mengantri jadi dia menyuruhnya untuk membeli es cream.
“Ayo pergi” Ajaknya Bastian.
“Ok” Sahut Nadia dia berjalan kearahnya.
Dari jauhan terdengar orang- orang berteriak, suara itu berasal dari rumah hantu, Nadia tertarik saat melewati rumah hantu “Nadia apa kau ingin masuk kedalam?”
Nadia mendengar Orang- orang berteriak dari rumah hantu, dia menganggukkan kepala.
Saat ini mereka sudah berada dibarisan terdepan, saat ini giliran mereka untuk masuk menguji adrenalin. Bastian memperhatikan dua pasnagan yang baru saja keluar.
“Sayang aku tidak mau kesana lagi, ini akan menjadi yang terakhir kalinya” ucap seorang Wanita.
“iya ini akan menjadi yang terakhir kali” ucap pria itu sambil memeluk kekasihnya, dia juga terlihat sangat ketakutan.
Bahkan jika pacarnya tidak mengingatkan hal itu, dia tidak akan pernah datang, ini bukan tempa untuk orang.
Senyuman menghiasi bibir Bastian, dia berdiri disamping Nadia, dia berpikir jikak Nadia akan takut walau hanya sedikir, dia menggenggam tangan Nadia.
“Kak Tyan?” Tanya Nadia dengan wajah penu tanya. Telapah tangan Bastian terasa sangat hangat, tapi dia tidak terbiasa dengan kehangatan itu.
“Didalam sangat gelap, aku tidak ingin kita tersesat” Ucap Bastian.
Nadia sangat mempercayai Bastian, dengan patuh dia berpengangan tangan saat di rumah hantu.
Bastian melihat tangan yang dia pegang sebuah senyuman menghiasi bibirnya.
Hal pertama yang dia lihat adalah ruang gelap dengan nyala lampu warna warni, suasana terasa sangat mistis saat terdengans uara angin yang memenuhi ruangan, terlihat ada setitik api hantu.
Pasangan yang berjalan didepan, mereka menjadi sangat pucat, keduanya berjalan dengan sangat hati- hati saling berpegang tangan.
Sebuah suara terdengar.
“setelah apa yang kau lakukan kepada ku, aku tidak akan membiarkamu hidup dengan tenang hahahahha”
“Selamatkan aku”
“Aku ingin keluar secepar mungkin”
Saat terdengar suara hantu, bebebrapa hantu keluar kuntilanak, pocong, suster ngesot, drakula, mereka mulai menakut- nakuti para pengunjung.
Suara jeritan ketakutan menggema menjadi satu ruangan.
Bastian melirik Nadia, tapi ruangan sangat gelap dia tidak bisa melihat raut wajahnya.
“Ah”
“…” Bastian. Dia mulai sakit kepada. Dia berpikir jika situasi seperti ini memang tidak akan membuat orang ketakutan.
Beberapa orang sangat ketakutan, jadi mereka memilih untuk keluar dari rumah hantu.
Beberapa pasanganlain, mulai berkeringat dingin, mereka mulai terus berjalan.
Dalam perjalan terkadang hantu muncul entah itu terbang, dari balik puntu, atau dari bawah tanah.
Saat ini Nadia berada di ruang rumah hantu dengan beberapa peti mati, saat mereka memperhatikan sekeliling salah satu peti mati itu terbuka, suara peti mati itu terdengar sangat jelas, Nadia dan Bastian menoleh kearahnya.
Sosok Vampir kuluar dengan wajah pucat dan taring Panjang dan tajam, dengan sinar diwajahnya.
Nadia melihat tanpa berkedip sedikitpun, sementara Bastian hampir saja meloncat, kemudian tatapan matanya tertuju ke Nadia, dia berharap jika Nadia akan lompat kedalam pelukannya. Namun dia tidak menerima pelukan sama sekali.
Saat Bastian melihat Nadia, dia merasa sedikit kesal.
Detik berikutnya semua peti terbuka, beberapa vampir keluar berjalan kearah para pengunjung.
Selama beberapa saat beberapa orang terdiam melihat hal itu, tapi saat para Vampir mendekati mereka, mereka mulai berteriak histeris.
“Ah”
Salah satu pengunjuk melarikan diri karena ketakutan, beberapa orang lainnya menerobos keluar melalui pintu masuk. Teriakan ketakutan para pengunjung menggema dimana- mana.
Sementasa Nadia tidak bereaksi sama sekali, dia terlihat sangat biasa saja. Saat para Vampir mengerumuni Nadia dan Bastian, mereka berdua tidak bereakhi seperti yang lainnya, setelah melakukan beberapa trik para VAmpir itu menyerah dan mulai mengganggu pengunjung lain.
Setelah melewati ruang Vampir mereka sampai di ruang yang tidak kalah serunya, hanya saja Nadia dan Bastian tidak bereaksi ketakutan seperti yang lainnya.
Pengunjung lainnya berjerit ketakutan, mereka berjalan dibelakang Nadia dan Bastian, mereka merasa sidikt aman.
Mereka berenam bisa melewati ruma hantu satu persatu.
Dari Awal Nadia tidak menunjukkan rasa takut, apalagi melompat kedalam pelukan di sebelahnya, seperti para gadis disebelahnya.
Rencana licik Bastian gagal total “Nadia apa kau tidak takut sama- sekali?” Tanya Bastian penasaran.
“Tidah mengapa harus takut? mereka kan hanya mengunakan riasan hantu” Ucap Nadia sambil mengedipkan bulu matanya yang lentik.
“…” Bastian
“…” beberapa orang di belakangnya.
Bastian mulai berpikir, kapan Nadia akan memahami perasaanya, yang dia tahu saat ini adalah Nadia memiliki EQ yang sangat rendah, dia tidak pekah sama sekali jika dia memiliki perasaan kepadanya. Perjuangan Bastian masih Panjang!
Setelah keluar dari rumah hantu, mereka lanjut ke beberapa wahana lainnya, setelah jam makan siang mereka pergi ke Restoran.