
Sore hari Batian membawa Nadia ke rumah Nyonya Sinta Wijaya, saat Nadia mmebuka pintu Nyonya Sinta memberi ucapan selamat kepadanya.
“Nadia selamat karena telah memangkan olimpiade Matematika” dia sangat senang saat mendnegar Bastian akan membawa Nadia kerumahnya.
“terima kasih nenek” sahut Nadia dengan sneyum cerah.
“mengapa kau tidak kesini saat kau keluar dari keluarga Kusuma? Apa si tengil ini melarangmu kesini?” tuduhnya sambil menunjuk Bastian.
Sebelumnya dia diberi tahu jika Nadia dijual oleh Wahyu Kusuma dari Bastian, hanya saja Bastian tidak langsung membawanya berkunjung kerumahnya, jadi saat ini Nyonya Sinta merasa kesal dengan cucunya.
Dia merasa bersimpati dengan nasib Nadia yang sangat malang, orang tua kandungnya tidak menyayanginya, tega menjualnya demi mendapatkan uang dan saat hidup dengan keluarga angkatnya di desa, dia diperlakukan tidak manusiawi oleh mereka.
Memikirkan hal itu membuat Nyonya Sinta sangat sedih, bagaimana ada orang tua yang tega menjual anaknya sendiri.
“Nadia anggap aku sebagi nenekmu sendiri” ucapnya sambil tersenyum saat melihat Bastian.
Bastian merasa jika sesuatu yang buruk akan terjadi.
“Bastian perlakukan Nadia sebagai adikmu sendiri, kau harus menjaganya sepenuh hati” Nyonya Sinta secara khusus menekan kalimat adikmu!
“…” Bastian. Dengan raut wajah yang sulit untuk di jelaskan.
Nyonya Sinta tersenyum tipis ‘Bocah bau kencur ingin melawanku? Mana bisa!’ Nyonya Sinta merasa sangat senang setelah memperlihatkan kemampuannya.
Dia ingin jika Nadia menikah dengan Bastian, namun karena sikap arogan Bastin yang ingin memonopoli Nadia membuatnya marah, karena Bastian telah membuat segala macam peraturan dan memberinya batas untuk bertemu dengan Nadia. hal itu membuatnya sangat tidak senang, dia tidak akan membiarkan Bastian mengambil Nadia dengan mudah!
Dia tahu jika QE Nadia sangat buruk, dia ingin Nadia berpikir jika bastian memperlakukannya sebagai adik, dia tidak ingin membuat Nadia memiliki perasaan kepada Bastian dalam waktu dekat.
Tentunya Nadia tidak menyadari niat tersembunyi Nyonya Sinta.
Bastian memijat ruang diantara kedua alisnya dia merasa sedikit sakit kepala “Ayo makan.”
Nyonya Sinta tidak lagi mengganggu Bastian, Setelah makan Malam Nyonya Sinta tidak lagi mengganggu Bastian, dia mulai memuji kehebatan Nadia saat di olimpiade.
“Nadia kau sangat luar biasa, bahkan seseorang di rumahku tidak bisa mengejarmu” Ucap Nyonya Sinta sambil melirik Leo yang sedang menikmati pudding.
Leo tersedak seketika saat mendengar ucapan neneknya, setelah melihat Nadia menyelesaikan soal yang di berikan oleh juri karena tuduhan curang dan melihat Nadia diberhentikan dari untuk mengikuti Ujian, dia merasa berkecil hati.
Sekilas dia mempunyai pemikiran jika ON adalah Nadia, membanyangkan hal itu membuatnya merinding, jika benar Nadia adalah ON maka tidak ada yang sisia darinya, tidak ada lagi yang bisa dia banggakan.
“Itu bukan soal yang sulit” sahut Nadia dengan santai.
“Kau memang sangat pintar bahkan di hadapanmu para ahli harus melakukan kerja sama agar bisa mendapatkan jawaban yang tepat” Puji Nyonya Sinta, dia merasa sangat bangga dengan prestasi Nadia, dia merasa sedikit kasihan dengan keluarga Kusuma karena telah membuang berlian demi mempertahankan tai kambing.
“Nenek aku tidak seburuk itu, ini karena aku terlahir dari gen yang di miliki nenek jadi aku tidak mempunyai IQ yang tinggi seperti kakak ipar” Ucap Leo tidak terima.
Nyonya Sinta melotot mendengar hinaan cucunya “Apa kau ingin mati?” ucapnya dengan sinis, sambil memukul betis Leo dengan tongkat.
Leo yang merintik kesakitan, berdiri sekali lagi dia membuka mulut “Itu benar! kau selalu merendahkanku apa kau lupa jika aku mewarisi gen milikmu?” tuduhnya dengan percaya diri.
“Astaga aku bisa lihat seberapa bodohnya si idiot ini?” Keluhnya sambil memegang dadanya, berpura pura tersakiti.
Sementara Leo melarikan diri kekamarnya.
Beri gift jangan pelit peli kkwkwkw,