Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Nenek Sinta datang


Gatot sangat tidak senang dengan Herndra Gunawan, hanya karena dia menjadi terkenal dia menjadi tidak tahu diri. Dia Kembali memperhatikan lukisan itum sudut bibirnya terangkat, tatapan matanya menunjukkan penghinaan saat memperhatikan lukisan itu.


Jika Lukisan Nad buruk jangan salahkan dia. Namun setelah beberapa detik rautwajahknya membeku tak percaya, penghinaan yang terlihat jelas dari sorot matanya berubah menjadi sebuah keterkejutan.


“Senior, bagaimana pendapatmu tentang lukisan Nad, apa lukisan miridmu lebih baik dari pada lukisannya” Tanya Hendra Gunawa dengan tanang.


Gatot memperhatikan lukisan itu dari sisi kesisi lain tapi dia tidak dapat menemukan kesalahan sedikitpun, Siapapun yang memiliki mata yang tajam akan menilai jika lukisan ini lebih baik dari pada lukisan Elisa. dia tidak bisa menyangkal keindahan lukisan itu, tapi dia tidak akan mebiarkan semua berlalu begitu saja.


Gatot menutup lukisan itu, kemudian mulai menghina “Ketua Hendra, apa kau yakin jika lukisan ini dilukis oleh Nad?”


Hendra sedikit terkejut “Senior Gatot apa aku curiga jika lukisan ini bukan karya Nad dan mendaftarkannya untuk berparti sipasi dalam kompetisi Melukis?”


Dia sudah banyak bertemu dengan orang jinius seperti Vivi dalam seni Lukis, dia yakin jika masih banyak orang berbakat diluar sana seperti Nad.


Tapi jelas Gatot tidak memiliki pemikiran seperti itu, sekali lagi dia mencibir “Aku sendiri sangat kagum dengan lukisan ini, tapi untuk ukuran murid kelas 3 SMA tidak aka nada yang mampu membuat lukisan sebagus ini? Aku yakin jika orang yang melukis ini adlah orang yang sangat berpengalaman, apalagi situasi yang dituangkan dalam lukisan ini menunjukkaan perubahan hidup dan perasaan kercewa di matanya, hal ini tidak dapat digambarkan jika tidak mengalamminya sendiri?”


Hendra Kusuma tidak bisa berkata- kata, dia sangat terkesan dengan lukisan Nad, lukisan ini adalah karya yang belum pernah ada sebelumnya dan dia tidak bisa meragukan pelukis Nad.


Gatot tak henti- hentinya menuduh jika Nad adalah orang yang memalsukan karya orang lain, dia juga mengatakan jika Nad menjadi peringkat pertama tahun ini, citra asosiasi akan runtuh.


“Apa maksud ucapanmu tuan Gatot?” Ucap Hendra.


“Batalkan peringkat Nad, umumkan secara langsung jika Nad telah memalsukan lukisan orang lain agar bisa ikut kompetisi ini” Ucap Gatot dengan angkuh.


Gatot tidak akan membiarkan Nadia begitu saja, dia ingin mematahkan sayap kecil pemula itu, dia tidak ingin membuat Nadia memiliki peluang untun tertun kedunia seniman.


Jika semua berjalan sesuai dengan keinginan Gatot, Nad tidak akan bisa mengikuti kompetisi melukis kedepannya, ini akan menjadi akhir karirnya.


Hendradapat dengan jelas mengetahui tujuan akhir Gatot, sejenak dia berpikir “Aku akan menyelidiki kasus ini terlebih dulu, jika tuduhan anda benar aku akan melakukan sesuai denga napa yang anda katakana.”


Dia memiliki sedikiit kecurigaan, tapi dia tidak mau begitu saja mengumumkan jika Nad melakukan kecurangan, jika Nad tidak bersalah itu sama saja dengan dia membunuh masa depan seseorang. Hendra tidak akan mengambil keputusan tergesa- gesa.


Hendra tidak mau membuat semua berjalan sesuai keinginan Gatot “Sebelum menuduh seseorang, kita harus mempunyai bukti.” Jika dia mengambil Tindakan yang salah kehidupan Nad akan hancur.


Gatot Kembali menghina Hendra “Sepertinya kau berusaha keras untuk melindunginya?”


“Siapa yang dilindungi?” Suara terdengar dari pintu masuk.


Hendra menautkan alisnya dan menoleh.


Nyonya Sinta masuk, orang pertama yang dia perhatikan adalah Gatot dan Elisa, dia menjadi kesal saat melihat kedua orang itu.


Jika dia tidak datang hati ini, dapat dipastikan Jika cucu perempuannya akan menjadi korban kedua orang tidak berotak itu.


Hendra segera menghampiri Nyonya Sinta, menyambutnya dengan sangat ramah “Nyonya Sinta wijaya.”


Sinta Wijaya adalah salah satu seniman nomor satu di tanah air, secara alami Gatot mengenal dirinya.


Saat masih awal- awal menjadi terkenal Gatot secara terbuka menantang Nyonya Sinta, tapi dia kalah telak. Sampai saat ini Gatot menyimpan dendam kepada Nyonya Sinta dan selalu berselisih dengannya.


Karena masalah ini Gatot dia permalukan oleh para senimanlain. Saat mereka bertemu Gator menyapanya dengan nada marah “Nyonya Sinta”


Dengan santai Nyonya Sinta duduk di sofa dengan santai “katakan padaku siapa orang yang mendapatkan perlindungan dari Hendra?”


Gatot sangat mengenal Nyonya Sinta, dia tahu betul jika wanit tua itu sangat membenci orang berprilaku buruk. Dia bicara dengan nada bersahabat “Seseorang yang mendapatkan peringkat pertama lomba melukis remaja, dia menjiplak karya orang lain”


“Apa ada bukti?” Tanya Nyonya Sinta dengan santai.


“belum” Gatot terasa mencekik dirinya sendiri saat mengatakan kalimat ini.


“Lalu mengapa kau begitu yakin?” Nyonya Sinta menatap Gatot “aku penasaran seperti apa lukisannya, sampai- sampai kau berpikir jika itu hasil tiruan. Apalagi sampai membuatmu menuduh tanpa adanya bukti?”