
Peringkat terbaik guru diatur sesuai dengan prikat murid yang diajar, semalin banyak siswa yang emnduduki peringkat sepuluh besar makan semain tinggi juga peringkat guru itu. Seperti Aliwafa yang selalu menjadi guru terbaik selama ini, itu semua berkat murid yang dia didik.
Saat guru klas 3B dan 3C berpapasan dengan Ali wafa mereka memujinya “Pak Aliwafa , murid murid mu pasti mendapatkan peringkat terbaik saat ujian kemarin, kapan ya aku bisa mengajar murid pintar seperti mereka?”
“Kelasku tidak ada seoarngpun yang memasuki sepuluh besar, kurasa semua pringkat itu diambil oleh murid anda”
“Aku yakin jika Yeni berad diperingkat pertama, seperti biasa dia selalu menduduki peringkat pertama selama tiga tahun ini, yang kedua Leo trus apakah Elisa menduduki peringkat 3, kemampuannya selalu bertambah setiap tahunnya”
Aliwafa tersenyum tipis, dan dengan rendah hati dia berkata “Semua itu berkat kerja keras mereka, mereka pantas mendapatkan peringkat itu”
Dia duduk di meja kerjanya, kemudian melihat rapot para murid klas 3A, dengan bangga dia memerkan hasil ujian murid klasnya kepada dua guru itu.
Saat melihat hasil ujian Leni dia berkata dengan bangga “dia selalu mempertahankan peringkatnya”Ucapnya dengan bangga. Sambil memperhatikan wajah dua guru itu. Tanpa ada yang menyadari dia tersenyum sombong saat melihat peringkat Leni dan Leo, namun tatapannya berubah saat melihat hasil ujian Elisa yang berada di peringkat 15 sekolah. Dia berharap banyak kepada Elisa, selama ini dia selalu memujinya dihadapan guru lain.
“Pak Aliwafa, saat ini murid klasmu berada di peringkat 2 dan 3 sekolah” Ucap Guru pengawas yang bertugas saat memasuki ruang guru.
“Apa maksudmu kau pasti salah lihat, jika bukan Leni yang berada diperingkat pertama lalu siapa murid yang menduduki peringkat pertama?” Ucap Guru klas3B.
“Bener lagipula, klas kita tidak ada yang berada diperinngkat 1” sanggah Guru 3C.
“Jika kalian tidak percaya padaku, coba kalian baca ulang” Cibir pengawas ujian.
“Jika Bukan leni yang menduduki peringkat pertama, apa peringkat pertama ada dikelasmu?” Tanya Guru klas 3C.
“Tidak, muridku menduduki peringkat 9 dan sepuluh” Sahut Gulur Klas 3B.
“Jika tidak ada dikelas kita, tidak mungkinkan jika peringkat pertama ada di klas 3D?” Ucap guru Klas 3B dengan tatapan tak percaya.
“Mustahil itu terjadi, semua orang tahu jika perbedaan peringkat klas sudah di pastikan”
Ketiga guru itu mulai ragu dengan pendapat mereka, mereka segera berjalan ke meja wali klas 3D untuk mengobati rasa penasaran mereka, mereka segera mengambil dan membaca daftar peringkat, mata mereka membulat sempurna dan mullut mereka terbuka lebar saat melihat hasil ujian Nadia dengan nilai rata 97.25.
Dia hampir mendapatkan peringkat pertama disetiap mata pelajaran, sementara Nilai rata- rata leni hanya 92.11 mereka memiliki perbedaan skor 5 poin.
Melihat Hal itu Aliwafa berpikir jika Nadia telah berbuat curang, dia mengobrak abrik susunan kertas ujian klas 3D untuk mencari kunci jawaban Nadia, setelah menemukannya dia membaca setiap jawaban yang ditulis oleh Nadia, dengan kesal dia berkata “Nadia curang! Wajar jika dia berhasila mendapatkan nilai rata- rata 97,25, aku tidak akan membiarkan dia begitu saja aku akan melaporkan kejadian ini kepada kepala sekolah” dia membawa kertas jawaban Nadia, dia berjalan menuju kekantor kepala sekolah.
Sementara dua guru lainnya saling pandnag dengan tatapan mengejek. Akhirnya apa yang mereka tunggu datang, selama ini mereka tidak menyukai sikap arogan dan sombing Aliwafa, mereka mennyangjungnya saat guru sombong ada didepan mereka.
Mereka berharap jika tuduhan Aliwafa kepda Nadia tidak bernar. Mereka dengan atusias tinggi mengikuuti Aliwafa kekantor kepala sekolah.