Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
wahyu punya simpanan


Nyonya tua yang mendengar semua, segera pergi sebelum Wahuyu keluar kamar, dia tidak menyangka menantunya itu akan merendahkan anak laki- lakinya sampai seperti itu, dia berencana untuk mendukung rencana Wahyu untuk bercerai dengan Lidia.


Sementara Wahyu langsung pergi ke Aparteman setelah pertengkaran hebat dengan Lidia. Wahyu membuka mulut saat seorang Wanita membukakan pintu aparteman untunya “Julia aku akan menginap disini mala mini.”


Wanita yang menggunakan piama itu berkata “Bukannya kau sangat menyukai istrimu?” Ucap Julia dengan senyum cerah.


Melihat senyuman manis Julia amarah Wahyu menreda seketika, dia segera memeluk Wanita itu “Apa kamu cemburu?”


“Kau jangan bercanda” Dia tersenyum genit kemudian mendorong Wahyu, dia masuk kedalam aparteman, membiarkan Pintu terbuka.


Wahyu tersenyum saat melihat Julia dan mulai berpikir, jika Lidia sangat canti saat dia masih muda  tapi saat ini usianya sudah menginjak kepala empat, tidak perduli seberapa sering dia melakukan perawatan dia di kalahkah oleh gadis muda.


Julia memiliki wajah yang cantik, dia orang yang baik dan dia juga sekertaris wahyu di perusahaan.


Saat ini Wahyu memasuki Aparteman,  dia memeluk Julia tapi Julia menoolak dan berkata “Ini sudah sangat malam anakku sudah tidur jangan menganggunya ayo tidur.”


Mendengr hal itu Wahyu menghentikan perbuatannya, dia dengan senang hati membawa Julia kedalam kamar.


Keesokan pagi.


Saat ini Lidia sudah melakukan banyak panggilan kepada Wahyu tapi tak satupun panggilannya di jawan, begitupun dengan pesannya, dia khawatir jika Wahyu akan menceraikannya sama seperti yang dia katakan terakhir kali. Lidia sangat gelisah apalagi Wahyu tidak pulang sama sekali.


Semalam dia telah menunggu Wahyu Kembali sepanjang malam, dia belum tidur sedikitpun.


Saat ini dia menunggu di ruang kerja Wahyu, saat mendegar Suara Wahyu dia segera membuka pintu, saat ini Wahyu dan Julia berada di jarak yang sangat dekat untuk berciuman.


“Suamiku”


Suara Lidia membuat wahyu gugup seketika, biasanya Lidia akan mempermasalahkan hal itu, tapi saat ini dia tidak berani untuk mencari masalah baru dengan Wahyu, dia memilih untuk diam.


Wahyu dengan cepat menyesuaikan emosinya dan memberi perintah kepada Julia “Pergilah, kerjakan pekerjaanmu.”


“Baik CEO” sahut Julia, sebelum pergi dia melirik Lidia kemudian mengangguk “Nyonya”


Lidia merasa jika tatapan mata Julia terdapat ejekan di sorot matanya. Lidia memandangnya dengan tatapan tajam, Julia adalah Sekertaris suaminya, dia memiliki wajah yang cantik dan postur tubuh yang indah, dia merasa sedikit curiga jika Suaminya memiliki hubungan dengan sekertarisnya itu.


“Apa yang membuatmu datang kesini?” Tanya Wahyu dengan sinis.


Lidia berjalan menggapai lengannya dan berkata “Suamiku maafkan aku, semalam aku terlalu emosional, aku tidak akan mengulagi hal itu.”


saat tidak terlihat marah lagi, dia menyisir rambutnya dengan jari kemudian berkata “Baiklah jangan ulangi hal yang sama, jika tidak jangan salahkan aku jika bertindak lebih jauh.”


Mendengar jawaban Suaminya, Lidia merasa sangat lega, dengan ragu- ragu dia berkata “Bisahkah kau menganyi sekertarismu itu, aku tidak menyukainnya.”


Sebelumnya Lidia tidak pernah berpikir jika Julia adalah tipe Wanita yang suka menggoda Suami orang, tapi setelah mendengar kalimat cerai dari wahtu kemarin membuatnya lebih sensitif, dia tidak ingin membiarkan Wanita cantik berada di dekat suaminya.