Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Niat tersembunyi Bastian


Sesampainya di sekolah masih jam Pelajaran, Nadia tidak bergabung dengan kelas, dia beristirahat di taman di taman sekolah.


Dia mengingat kehidupannya sebelumnya saat dia bersusah payah untuk membuat Lidia dan Wahuyu Kusuma perduli dengannya, bergitupun dengan Elisa dia selalu melakukan yang terbaik agar Elisa bisa menjadi seseorang yang sukses, baginya membahagiakan keluarga Kusuma adalah tujuan hidupnya.


Mengingat hal itu membuat Nadia menertawakan dirinya sendiri yang sangat bodoh, tanpa bisa melihat mana orang yang tulus dan mana orang yang hnaya memanfaatkan dirinya.


Dia menatap langit yang cerah, selang beberapa saar Mesya datang mengajaknya ke kantin untuk makan siang.


Mesya adalah orang yang sangat suka bicara, berbanding terbalik dengan Nadia, walau karakter Mesya sangat berbeda dengannya tapi Nadia tidak teranggu oleh keberisikannya, dia dengan senang hati mendengarkan Mesya berbicara, dia menjadi pendengar yang setia.


Saat ini suasana kantin berubah drastic terutama sikap anak kelas 3a, 3b dan 3c kepada kelas 3d sudah berubah jauh lebih baik, sebelumnya mereka selalu memeperlakukan anak kelas 3d seperti sesuatu yang harus dihindari karena akan memberi dampak buruk dengan mereka.


Mereka tidak lagi menghina dan merendahkan ataupun menyindir secara langsung seperti biasanya, mereka menjadi lebih diam tidak mau mencari gara- gara. Apalagi setelah mengetahu jika Nadia menjadi peringkat pertama Olimpiade Matematika sikap mereka semakin segan.


mengetahui jika anak kelas 3d sangat patuh saat matapelajran berlangsung, mereka tidak lagi memandang rendah kelas 3d, apalagi saat ini peringkat petama sekolah dan ketiga berada di kelas 3d mereka berpikir dua kali untuk mencari masalah dengan mereka.


“Aku ingin tahu seperti apa keadaan Elisa saat ini, selama ini dia selalu sombong dan merasa paling cantik, setelah wajahnya terluka bukankah dia akan menjadi gila?” Ucap mesya sambil mengantri untuk mengambil makan siang.


“dari awal dia sudah gila” sahut Fery yang berada di barisan belakang.


“Dia terbakar dengan api yang dia mainkan sendiri” Cibir Leo dengan raut wajah mengejek “andai aku disana aku akan menambahkan bengsin” Imbuhnya dengan santai.


“sejak awal aku tidak pernah suka dengan sikapnya yang seperti tratai putih” Cibir Fery.


“Tidak semua pria mempunyai mata minus seratus” sahut Fery tak terima.


“Jika bukan karena pengalaman pribadi, seseorang tidak akan sadar begitu saja” Sahut Mesya tak mau kalah.


Suara ibu kantin menghentikan perdebatan kalian “Apa kalian tidak mau ambil makanan?”


Saat Ini Nadiaa sudah berjalan ke arah meja membawa sepiring makanan, salah satu tangannya membawa sebotol tea.


“Nana kau menghianatiku” Keluh Mesya dengan wajah cemberut, Nadia hanya menanggapinya dengan wajah datar, Mesya segera mengambil piring dan segera memesan makanannya.


Sementara Fery kesal dengan ejekan Mesya, namun dia juga sadar jika apa yang di katakana Mesya ada benarnya, jika dia tidak memiliki pengalaman pahit, dia tidak akan pernah tahu jika Elisa tidak sebaik itu.


Pelajaran terakhir Bastian yang mengisi Pelajaran, saat ini mereka berada dimobil menuju kekediaman Villa.


Saat ini Bastian sedang di dapur membuat makan malam sendiri, sebelumnya Nadia berencana untuk membantuknya hanya saja dia mengusirnya dari dapur.


Bastian memang memiliki keahlian dalam memasak, tapi saat dia tinggal dengan Nadia, dia harus belajar beberapa resep baru dari youtobe, karena dia tidak ingin membuat Nadia hanya memakan itu- itu saja, dia berencana untuk membuat Nadia menikmati berbagai jenis masakan setiap harinya, karena dia berencana untuk membuat Nadia semakin gemuk.


Bantu hadiah mawarnya ya jangan pelit pelit, like dan komen, kwkwkw


Makasih