Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Acara pertemuan di mulai


Mesya juga terkejut, setelah Bastian pergi dia akhirnya sadar “ Nadia apa dia kerabatmu?”


Nadia ebrpikir sejenak, hubungan mereka seperti kakak dan adik, oleh kerena itu dia menganggukkan kepala.


Mesya hampir teriak dia sangat terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar “Nadia ini seperti mimpi, kau memiliki saudara setampan dia!” Ucapan Mesya sangat keras gadis- gadis disekitar mendengar ucapannya.


“Oh tuhan, pria tampan itu banar- benar saudara laki-laki Nadia!”


“Dunia telah berakhir, selama ini aku selalu menuduh Nadia sebagai simpanan pria tua, aku telah membuat kuburanku sendiri setelah menyinggung perasaanya.”


“Bagaimana mungkin Nadia bisa menjadi simpanan pria tua, sementara dia mempunyai kakak setampan itu?”


“Aku yakin seseorang sengaja membuat rumor buruk tentangnya”


Semua gadis tidak lagi menatap Nadia dengan tatapan penuh penghinaan dan jijik, saat ini mereka menatapnya dengan tatapan iri.


Mereka mulai curiga!


Selama ini tidak ada bukti nyata yang membuktikan jika Nadia Wanita simpanan pria tua? Seseorang hanya mengatakan jika mereka melihatnya dengan matanya mereka sendiri, dan mulai menyebarkan rumor buruk itu.


Mereka tidak pernah berpikir apakah hal itu benar atau tidak, mereka hanya mengikuti opini yang beredar selama ini.


Bastian memasuki ruang kals 3D ini pertama kalinya guru melihat pria tampan seperti dia. Untunngnya dia tidak tergoda dan menyesuaikan bingkai kacamatanya kemudian bertanya “Boleh aku tahu siapa kamu?”


Bastian tidak terlalu banyak bicara, dia berbicara dengan dingin “Aku saudara Nadia.”


Guru Sigit mengerti Dia menunjuk tempat duduk Nadia “Disana tempat duduk Nadia.”


Bastian mengangguk dia berjalan menuju kursi Nadia dan duduk.


Sigit mulai berdiri dan menjelaskan tentang situasa belaja klas D saat ini.


Guru Sigit mulai mengingatkan para orang tua untuk mengatur waktu belajar anak- anak mereka saat dirumah.


“Aku akan pergi untuk mengambil hasil ujian mereka” Setelah dia mengatakan hal itu, dia segera pergi. dia telah Menyusun hasil ujian muridnya untuk di berikan kepada orang tua siswa. Tetapi dia lupa untuk mengatakan jika dikals 3D ada siswa yang mendapatkan peringkat pertama umum. Dia Kembali membawa 30 lembar hasil ujian.


Ayah Fery berdiri dan berkata “Pak Sigit, apa anakku telah membuat maslaah untukmu. Apa kali ini dia menyeret teman sekelasnya kebawah bersamanya? Jangan kjawatir setelah sampai ruman akau akan memberi pelajaran anak nakal itu!”


Fery yang bersembunyi mendengar suara nyaring ayahnya, dia merasa sangat kesal, dia berpikir jika sesuatu yang buruk akan segera menimpa dirinya.


Fery akhirnya bisa menenangkan emosinya, dia berdiri berteiak melalui jendela “Ayah bisahkah kau menjaga nama baikku?”


Ayah Fery memelototinya “Kau boca bau, sejak kapan kau punya nama baik? Menagpa kau tidak mentaati gurumu belajar dengan rajin dan masuk ke kampus terbaik?” dia berharap jika putranya bisa menjadi seoarng pengusaha suatu hati nanti, dia ingin melakukan yang terbaik agar anaknya bisa menjadi pengusaha kaya.


Dia tidak ingin anaknya terjun kedunia militer sama seperti dirinya, cukup dia yang merasakan kesengsaraan dan perjuangan untuk membela tanah air. Didepannya banyak orang yang memujinya, namun dibelakangnya mereka ingin menjatuhkannya dengan segala cara.


Tapi Fery hanya suka bermain dan bersenang- senang, dia tidak pernah mau belajar dengan giat.


Sekali lagi Guru sigit menyesuaikan kacamatanya dan berbicara sambil tersenyum “Ayah Fery, Anda pasti salah paham.


Fery muncul di jendela dan setuju “Ayah jangan selalu berperasangka buruk tentangku” Fery melihat sekeliling, semua orang sedang memperhatikan dirinya, Dia segera meyembunyikan diri, dia berniat untuk berdebat dengan ayahnya saat rumah nanti, dia akan mengaduh kepada ibunya.


Sikap Ayah Fery berubah, dia tersenyum kemudian bertanya “Guru, apa aku salah paham?”


Guru sigit memberhatikan Fery yang sedang memohon kepadanya, kemudian tatapannya beralih kepada ayah fery, dia mulai menjelaskan tentang hasil yang di capai baru- baru ini “ Fery sudah membuat kemajuan besar, Nilainya telah mencapai angka kelulusan dalam setiap mata pelajaran. Dia sangat pintar suka belajajar akhir- akhir ini, jika dia terus belajar dengan giat dia akan menadapatkan Nilai baik dalam ujian akhir.”


Ayah Fery terkejut. Ini adalah pertama kalinya seseorang memuji putranya, sebelumnya saat dia menghadiri acara pertemuan antara guru dan orang tua, dia selalu mendapat keluhan dari guru, karena Fery suka berkelahi, berbicara dengan keras saat matapelajaran dimulai atau dia akan menghabiskan waktunya untuk tidur.


Ayah fery menoleh kearah putranya “Nak apa kau memakan sesuatu yang salah? Apa kau bertukar peran dengan orang lain?”


Fery membatu mendengar pertanyaan itu “….”