Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
hadeh


Mendengar penolakan Nadia, ibu Rindi menangis sejadi- jadinya, membuat beberapa siswa berpikir jika Nadia terlalu jahat kepadanya.


“Nadia kau terlalu kejam, tante ini menangis kerana mu, masa depan keluarha Rindi bergantung kepadanya, mengapa kau tidak membiarkan saja dia di bebaskan?”


“aku juga berpikir demikian, aku memang membenci Rindi, memangnya siapa di dunia ini yang tidak pernah melakukan kesalahan, sudah baik jika dia menyadadri kesalahannya.”


“tante ini benar tidak ada sesuatu yang terjadi kepadamu, jadi aku mohon lepaskan Rindi.”


“Sebagai manusia kita harus saling memaafkan, kau jangan keras hati dan tidak memaafkan Rindi, kau hanya perlu mengeluarkan beberapa kata untuk membebaskan Rindi, itu bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan.”


“….”


Banyak siswa yang mulai mengasihani Rindi. Nadia terlihat saat kejam saat tidak mau melepaskan Rindi dari penjara.


Mesya mundur karena dia tahu jika Nadia bukan tipe orang yang mau ditindas. Sementara Nadia menatap tajam siswa yang mendukung Rindi dan menganggapnya sebagai orang yang sombong.


Para siswa itu menundukkan kepalanya seketika, secara naluri mereka mundur selangkah demi selangkah.


Siswi yang merasa geram dengan sikap sombong Nadia mengangkat kepalanya dan mulai menceramahinya “Nadia kau tidak berpikir jika kami mengatakan sesuatu yang salah bukan? Kau baik- baik saja tanpa lecet sedikitpun, tidak bisakah kau melepaskan Rindi, jika Rindi masuk penjara dia akan menghancurkan masa depannya.”


“Apa semua akan selesai begitu saja jika aku pergi ke sana?” Cibir Nadia.


“mengapa tidak?”


Nadia duduk di tempatnya semula dan mencibir “Apa kau tidak tahu jika aku bukan satu- satunya orang yang di tindas oleh Rindi? Selama beberapa tahun dia sudah mendisdas banyak siswi dan membuat mereka di keluarkan dari sekolah dan pindah sekolah, apa kau pikir mereka akan melepasakan Rindi begitu saja?”


Siswi itu  terdiam tanpa kata wajahnya memerah, sudah menjadi rahasia umum jika beberapa siswa yang keluar ataupun pindah sekolah karena ulah Rindi, siswa lain yang membantu ibu Rindi terdiam seketika.


“apa?” Nadia menatap siswi itu dengan tatapan dingin “apa kau akan melepaskan preman yang berusaha untuk melecehk*nmu, hanya karena dia gagal melakukannya?”


“Mana mungkin! Aku tidak akan melepaskan mereka” ucap siswa itu tanpa sadar.


“lalu mengapa aku harus memaafkannya?” sahut Nadia.


Sissi itu menyadari apa yang baru saja dia katakan, wajahnya langsung merah saat melihat beberapa siswa yang berdiri dibelakang Nadia menatapnya dengan tatapan menjijikan, dan beberapa dari emreka mulai berbisik.


Siswi itu langsung pergi karena tidak ingin dipermalukan lebih lama lagi, dia segera menerobos di kerumunan dengan menundukkan kepalanya.


Nadia menatap para siswa yang tadinya membela ibu Rindi “aku harap kau merasakan apa yang kurasakan, agar kalian tidak menjadi orang yang sok baik. Aku Nadia akan memperlakukan orang yang baik kepadaku dengan baik dan akan membalas orang yang menyakitiku. Kalian memohon kepada ku?”


Ucapnya dengan tatapan mengejek “Aku tidak peduli!” imbuhnya.


Setelah kembali memutar waktu, Nadia tidak lagi menjadi orang yang pemaaf seperti kehidupannya dulu, dia ingin mengulagi kesalahan yang sama.


Dia sama sekali tidak berencana untuk melepaskan Rindi dari penjara.


Ibu rindi sangat senang saat melihat sekelompok siswa membantunya, tapi setelah melihat Nadia membungkam mulut mereka, dia menjadi cemas “Nadia apa kau tidak ingin membantu putriku? Apa kau akan membiarkan keluargaku hancur? Aku akan memperlihatkan sikap jahatmu di depan sekolah.”


"lakukanlah, aku tidak perduli" sahut Nadia dengan santai.


mawarnya dong yg banyak, jangan pelit pelit ya kakak untuk dukungannya, makasih.