Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Bastian


Saat Aliwaf masuk, guru kelas 3C mencibirnya “Sebagian orang tidak sadar dengan kemampuan mereka, mereka yang menerima pengajarannya mengalami kesialan, Guru Bahasa inggris datang lebih cepat dari pada yang di bayangkan, aku dengar jika dia mahasiswa terbaik di universitas Nasional Jakarta.”


‘Merry sial*n’ Cibir Aliwafa dalam hati, dia ingin memberi pelajaran kedua penghianan itu, tapi dia tidak bisa melakukan apa- apa, dia hanya bisa mengepalkan tangannya erat- erat dibawh meja.


Sigit berpikir jika sesuatu yang besar telah terjadi, semala ini Aliwafa selalu menjadi pujaan kedua guru itu, mereka selalu mengelilinya seperti semut. Tapi sekarang mereka malah menghinanya?


Aliwafa adlah tipe orang yang sangat angguh, dia tidak akan mau mendengar ejekan seperti itu, kenapa dia malah diam saja dan tidak melakukan perlawanan?


Sigit memperbaiki posisi kacamatanya, dia memasang wajah bingung.


Kedua guru itu berpiki jika Sigit lebih enak dipandang, selama ini mereka selalu memperlakukan Sigit sesuka hati, menghinanya kapanpun mau, mereka melampiaskan kemarahannya kepadanya. Mereka merasa bersalah kepada guru Sigit.


Premi meminta maaf kepada “Guru Sigit aku minta maaf untuk semua sikap buruk ku kepadamu selama ini, kedepannya aku tidak akan melakukannya lagi.”


Andik merasa sedikit canggun, dia segera membenarkan ucapan rekannya “Benar, Guru sigit dulu kita dibutakan oleh setan, padahal dulu kau tidak pernah membuat masalah dengan kami, tapi kami malah selelu menargetkanmu.”


“Sumua sudah berlalu” Ucap Sigit dengan santai.


Keuda guru itu saling pandang dan bernafas lega, sebelumnya mereka berpikir jika Guru Sigit tidak akan pernah memaafkan Tindakan mereka, itu wajar jika dia tidak mau memaafkannya, jika mereka menjadi Guru Sigitpun mereka tidak akan memaafkan orang seperti mereka.


Saat Aliwafa melihat keakraban ke 3 guru itu dia merasa sangat kesal, sebelumnya dia yang selalu menjadi pusat perhatian, tapi kini semuanya berubah dia dikucilkan oelh semua orang. Dia sangat ingin memberi pelajaran Nadia, jika nadia tidak pernah menginjakkan kaki di SMA ini, kemalangan ini tidak akan pernah menghampirinya.


Setelah kelas dimulai Sigit memberi pengumuman jika Guru Bahasa Inggris yang baru akan datang sore nanti. Semua siswa merasa sangat senang, mereka bersorak gembira, begitupun dengan Sigit namun dia tidak memperlihatkan wajah bahagianya kepada murid- muridnya yang nakal itu.


“Guru Baru yang akan mengajar kalian nanti, Bernama Bastian.” Ucap Sigit, dia berpikir jika dia Pernah mendengar nama itu sebelumnya, hanya saja dia tidak terlalu ingat “ Dia lulusan dari Universita Internasional Jakar, saat ini dia juga sedang mengejar gelas gelas Master, kalian tidak perku khawatir untuk kedepannya aku yakin jika dia akan membantu Bahasa Inggris kalian” Imbuh Sigit Serius.


Dia sangat khawatir dengan anak- anak nakal itu, jika guru itu tidak menyukai mereka, dia tidak akan memperhatikan mereka.


“Guru jangan khawatir, jika dia tidak memperlakukan kami dengan buruk seperti yang dilakukan Ali selama ini, kami akan bersikap patuh. Tidak mudah untuk mengundang guru bahsa inggris datang kekelas kita, bagaimana mungkin kita akan mengusirnya” Ucap fery dengan senyum cerah.


Sigit merasa lega mendengar penjelasan Fery, setelah itu dia segera memulai pelajaran.


Saat Bastian masuk, para siswa menatap dengan tatapan tak percaya, setelah itu tatapan mereka beralih ke Nadia.


Orang yang menjadi guru Bahasa inggris mereka adalah kakak Nadia.


Tatapan mata Bastian tertuku kea rah Nadia, dia melihat gadis kecil itu duduk dengan patuh, membuatnya tersenyum kecil.


Senyumannya membuat para gadis terpana seketika. Hal itu membuat Fery merasa sedikit minder, selama ini dia berpikir jika dirinya mempunya tampang yang cukup Tampan, tapi setelah bertemu dengan kakak Nadia, dia sadar jika dia bukan apa- apa.


Dia merasa sangat kesal, karena Nadia dan kakaknya mempunyai wajah yang rupawan, Fery menatap Bastian dengan tatapan permusuhan.


Dia berpikir jika Bastian adalah saingannya sebagai seorang laki- laki.


Sementara saat ini Mesya tanpa sadar membuka mulutnya lebar- lebar, dia segera menoleh keara Nadia “Kakakmu mendaftar sebagai guru Bahasa Inggri kita, mengapa kau tidak memberitahuku sebelumnya?”


“Aku juga tidak tahu” Nadia menggelengkan kepala, dengan wajah binggung.


Mesya memanyun kan bibirnya dan berkata dengan nada iri “Nadia kakakmu sedang memanjakanmu, dia kesini untuk mengajarimu Bahasa inggris. Andai saja aku punya kakak.”


Detak jantung Nadia menjadi tak karuan setelah mendengar ocehan Mesya, tatapannya tertuju ke Bastian.


Bastian memperkenalkan diri “Nama saya Bastian Aliexsander, kalian bisa memanggilku Guru Bastian” Tanpa ragu bastian emnatap Nadia “dikelas saya, Nadia akan menjadi perwakilan Bahasa inggris  mulai sekarang.”


Sebelumnya tidak ada yang mau menjadi perwakilan kelas, semasa Aliwafa mengajar mereka, perwakilan kelas bertugas untuk mengumpulkan pekerjaan rumah.


jangan lupa komen, like, follow dan vote.


jangan lupa kasih hati yaa


boleh komen sesuka hati kalo ada yg kurang berkenan.