
“maling teriak maling” cibir Mesya.
Ibu Rindi terdiam.
Hal ini sudah berlangsung selama sepuluh menit lebih, sudah waktunya jam Pelajaran dimulai itu menarik perhatian para guru.
Bastian yang memiliki jadwal mengajar, dia berjalan dengan cepat kemudian bertanya “ada apa ini?”
Mesya menjelaskan apa yang telah terjadi kepada Bastian, dia menjelaskan dengan singkat padat dan akurat “Guru wanita itu memaksa Nana untuk membebaskan Rindi dari penjara, dia juga memojokkan Nana seolah- olah Nanalah yang salah untuk menarik simpati orang lain, bagaimana bisa ada orang semacam dia, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya!”
“Apa?” tanya Bastian tidak percaya.
Dia masih ingat dengan jelas kejadian hari itu, bagaimana nasib Nadia jika dia tidak memiliki keahlian beladiri? Rindi telah melakukan kejahatan tidak hanya seklali, dia telah melukai wajah Elisa, bisa- bisanya wanita tua itu memaksa Nadia untuk membebaskan anaknya?
Apa yang akan terjadi jika orang seperti Rindi dilepaskan bergitu saja? Bukankah orang yang akan menjadi korban balas dendamnya adalah Nadia jika di biarka begitu saja?
Sampai saat ini Bastian masih takut jika sesuatu yang buruk seperti itu akan menimpa Nadia lagi.
Saat ini kepala sekolah datang, dia baru saja berlari jadi dia terengah- engah “apa yang terjadi?”
Bastian memberi kepala sekolah tatapan dingin, kepala sekolah merasa takut seketika hingga kringat dingin membbasahi dahinya “Guru Bastian apa yang terjadi disini?” tanyanya dengan tenang.
“hubungi keamanan” ucap Bastian.
Kepala Yayasan telah memberi perintah kepada Kepala sekolah jika apa yang di printahkan Bastian harus di patuhi selama itu tidak merugikan sekolah.
Kepala skeolah mengangguk paham, dia segera menghubungi pihak keamanan “kalian apa yang kalian lakukan selama ini? Cepat kesini depan pintu masuk kelas 3d.” setelah mengakhiri panggilan telepon kepala sekolah bertanya “bisa jelaskan apa yang terjadi disini?”
Kepala sekolah adalah orang yang mempunyai hati Nurani, dia tidak akan hanya menuruti Bastian tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
“Anda kepala sekolah bukan?” tanya ibu Rindi.
“benar” sahut kepala sekolah.
“syukurlah” ucap Ibu Rindi kemudian menunjuk kearah Nadia dan berkata dengan sinis “Sebaiknya anda keluarkan siswa ini dari sekolah dia tidak berprikemanusiaan, dia sangat kejam.”
Kepala sekolah menautkan alisnya, dia menatap ibu Rindi dengan tatapan heran, selama ini dia sudah berinteraksi dengan Nadia dan ini pertama kalinya seseorang menyebutnya kejam, Nadia memang orang yang cuek dan penyendiri, dia sudah terbiasa dikelilingi banyak masalah karena orang lain sering mencari masalah dengannya.
“aku ibu Rindi.”
Kepala sekolah terkejur dan bertanya “apa yang membuatmu kesini?”
Jari telunjuk ibu Rindi masih mengarah ke Nadia “aku ingin Nadia mengeluarkan putri ku dari penjara, aku tahu jika putriku salah karena telah menyuruh preman untuk mengganggu Nadia, tapi dia tidak berencana untuk menyakitinya, semantara Nadia baik- baik saja bukankah seharunya putriku dibebaskan?” ucapnya dengan percaya diri.
“…”
Ini sudah kedua kalinya kepala sekolah bertemu dengan orang tidak punya malu sekaligus tidak punya otak, yang pertama Aliwafa yang sekarang mendekam di penjara dengan kakinya yang pincang, dan yang kedua wanita yang ada di hadapannya.
“Trus” tanya kepala sekolah.
Ibu Rindi berpiki jika kepala sekolah memihak dirinya, dia bernafas lega dan melanjutkan “dia menolaknya, dia bahkan mengatakan jika tidak perduli dengan apa yang akan menimpa keluargaku, karena tidak ada buhubungannya dengannya , bukankah secara tidak langsung dia menyuruh putriku untuk mengakhiri hidupnya?”
“jika ini dibiarkan masa depan Rindi akan hancur.” Imbuhnya.
Kepala sekolah tidak berpikir jika dia akan mendengat komentar memalukan ini, sebenarnya dia ingin menegur secara langsung ibu Rindi, hanya saja sebagai seorang kepala sekolah dia harus bersikap tenang dan berwibawah apalagi para siswa sedang memperhatikannya, dia tidak ingin menagtakan hal buruk di depan mereka.
Dengan tenang dia berkata “Ibu Rindi, Nadia adalah korban dia tidak memiliki kewajiban untuk memaafkan putri anda ataupun membebaskannya dari penjara, aku harap kamu tidak menyebut kondisi keluargamu hanya untuk menarik simpati orang lain dan menyudutkan Nadia. jika saat itu sesuatu yang buruk terjadi dengan Nadia, apa yang akan kau katakana? Apa kau akan berkata jika Sudah seharusny Rindi di hukum karena melakukan kejahatan?”
Kasus yang menimpa Rindi tidak serius, paling lama dia akan di penjara selama tiga tahun, tapi setelah dia keluar dari penjara tidak akan adak sekolah yang menerimanya.
“Kapala sekolah anda membelanya” Tanya ibu rindi dengan tatapan tak percaya.
Kepala sekolah tidak mau lagi melanjutkan percakapan dengan ibu Rindi karena dia tahu jika wanita itu tidak masuk akal, dan dalam waktu yang bersamaan penjaga keamanan datang.
“jika kamu tidak mau pergi sendiri, para penjaga keaman akan membantumu?” ucap kepala sekolah.
Ibu Rindi ingin menyakiti Nadia namun para penjaga keamanan langsung menangkapnya “lepaskan aku, aku tidak boleh pergi begitu saja jika tidak putriku akan hancur.” Ucapnya sambil meracau.
Kepala sekolah memebri perintah untuk segera membawanya keluar. Kedua penjaga itu segera menyeret ibu Rindi pergi.
Beri mawar jangan pelit pelit votenya juga, makasih.