Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
LEO satu sekolahan dengan Nadia!


“Nilai buruk, napsu makannya tinggi, mungkin dimasa depan dia akan mencari makan dengan cara makan?”


“Sudah nilai jelak masih ngumpul sama Nadia, masa depannya sudah pasti suram”


Saat mereka berbicara mereka sengaja menyinggung Nadia.


“Bukannya dia berasal dari desa? Lalu apa yang dia pakai, makan saat hidup didesa?”


“Sudah pasti yang dia makan hanya ubi dan ikan asin, pasti dia mengenakan pakaian sribu jahitan  parahnya mungkin dia pakai pakaian dari kain goni? Kalian ada yang tahu?”


“kwkwkwk benar- benar, sangat masuk akal dipedasaan tidak ada pakaian seperti ini”


Kawanan Elisa tertawa terbahak- bakah, sementara kepala kawanan, Elisa tersenyum Bahagia menyaksikan hal itu.


Mesya ingin menghampiri kelompok Elisa itu, tapi di hentikan oleh Nadia, mereka pergi ke meja paling ujung dekat jendela, meja- meja disekitarnya masih kosong.


Mesya menatap tajam kearah Elisa, kemudian dia menatap Nadia dan berkata “Nana kau jangan buang- buang waktu dengan Elisa, kelompok itu seperti anjing, Elisa orang yang sangat jahat.”


Ini petrama kalinya Nadia mendengar seseorang berkomentar buruk tentang Elisa, dia bertanya dengan rasa penasaran “Bukannya dia orang yang sangat pintar? Aku pikir semua orang sangat mengaguminya?”


“memang benar IQnya tinggi tapi tidak dengan EQnya, dia sanggat suka jika orang lain memujinya, dari hari kehari kepalanya semakin memberas. Kebetulan juga dia orang yang sangat mudah didekati dan terkenal baik.”


Mesya melihat sekeling, setelah tidak melihat orang disekitarnya dia berbicara dengan nada rendah “Nana, Kau harus menghindari orang seperti Elisa kau jangan sampai punya masalah dengannya, selama ini yang aku tahu jika seseorang menyinggungnya, selama latar belakang keluarganya jauh dibawahnya, orang itu, dia akan mendapatkan masalah jika tidak dia akan dikeluarkan dari sekolah. Aku yakin jika itu ulah Elisa, aku ingin sekali mengungkap wajah aslinya kepublic tapi sayang aku tidak mempunyai buktu.”


Begitu Mesya selesai bicara, Fery menyahuti “Elisa sama persis seperti buah kedondong, terlihat mulus diluar tapi dagingnya dipenuhi serabut, gadis- gadis disekitarnya kemungkinan besar tidak menyukainya, mereka menempel seperti epifit, tapi beda dengan anak laki- laki disekitarnya mereka  menyukainya.”


Epifit adalah tumbuhan yang menempel pada batang pohon.


Fery membawa banyak makanan dibandingan dengan Mesya dia duduk disamping Mesya. Sebenarnya dia ingin duduk disamping Nadia tapi dia tidak memiliki keberanian untuk melakukannya.


Mesya menepuk dadanya, dia tersedak karena dikejutkan oleh Fery”Kau datang seperti hantu. Fery apa kau mau mati?”


Fery hanya tersenyum tanpa dosa, dia melanjutkan pembahasan sebelumnya “Bos, Orang seperti Elisa adalah orang yang sangat munafik dia hanya terlihat lemah di luar, dia sangat pandai bersandiwara, untungnya aku mempunyai mata yang tajam.”


Namun suatu hari Feri melihatnya menganiaya anjing kesayangannya yang sudah dia rawat dari kecil, wajahnya yang asli membuat Fery sangat kesal setengah mati.


Setelah kejadia itu, dia tidak memiliki kesan yang baik dengan gadis lembut, sabar seperti Elisa, dan secara alami dia tidak menyukai Elisa.


‘kebaikan Elisa hanya akting belaka?’


Nadia mengangguk paham “Aku akan menjauhkan diri darinya.”


Mulut Mesya dipenuhi makanan, kemudian segera menelannya “Nana, Minggu depan ada ujian umum. Hasil ujianmu sangat bangus, jika kamu mengalahkan Elisa dan orang orang dari kelas A. ayo kita lihat wajah memalukan mereka pada saat itu.”


Fery memperhatikan porsi makan Mesya dia menatap dengan tatapan jijik kemudian berkomentar “Porsi makanmu lebih banyak dari pada aku. Mesya apa kamu kerbau?”


Mesya memutar matanya, dengan sewot dia menjawab “Porsi makan kerbau lebih banyak dariku.”


Nadia dengan santai menikmati makanannya, dia memperhatikan pertengkatan kedua teman kelasnya itu, dia tersenyum saat melihat tinggah mereka.


Didekat Meja mereka ada seorang anak laki- laki yang mendengarkan percakapan mereka. Siswa itu tak lain adalah Leo (KING)


Setelah Nadia dan kedua teman sekelasnya pergi, dia menghubungi seseorang, setelah panggilan teleponnya tersambung dia berkata “Kakak aku baru saja melihat kakak ipar.”


Leo adalah pengikut Bastian. Saat Bastian memintanya untuk menjada Nadia saat di sekolah, dia menyadari jika Bastian memiliki perasaan kepada Nadia. Dia telah menerima Komputer terbaik sebagai imbalannya itu membuat Leo sangat bahagia, oleh karena itu dia memanggil Nadia dengan sebutan kakak ipar.


Leo berjanji pada dirinya sendiri, jika dia akan melindung Nadia dengan baik, jika dia melakukan itu dia akan mendapatkan banyak manfaat terutama dari Bastian.


Bastian menghentikan pekerjaannya, dia meletakkan pulpen diatas meja, pandangannya tertuju ke sebuah foto yang berada diatas meja. Sebelunya secara diam- diam dia mengambil foto Nadia.


Dengan acuh tak acuk dia berkata "Melanjutkan."


Leo berbicara dengan nada bergosip “Kakak banyak siswa di sekolah yang membahas tentang kakak ipar, mereka mengatakan jika kakak ipar menajdi simpanan pria tua.”