
Saat ini Nadia dan Bastian keluar dari Restoran bintang lima, salah satu bawahan Elisa tidak sengaja melihat mereka.
Rindi tidak percaya jika Bastian adalah kakak Nadia. Jika Nadia memiliki saudara kaya seperti bastian lalu mengapa dia harus hidup di desa. Semua terasa sangat mencurigakan.
Mengaku jika mereka adalah kakak dan adik itu hanya untuk membodohi public. Saat ini keduanya sedang keluar dari Hotel, dia segera mengeluarkan ponsel untuk mengambil potret mereka.
Saat Rindi melihat Nadia dia merasa sangat cemburu, dia juga berasal dari desa mengapa Nadia dengan sangat muudah bisa masuk ke hotel mewah dan mobil mewah, serta bisa mengenakan pakaian brand ternama dunia, mengapa dirinya tidak bisa?
Dia berhasil masuk ke kelas 3A karena nilainya yang bagus, dia selalu menempati posisi pertama saat duduk dibangku SMP, tapi setelah dia bergabung di kelas 3A nilainya yang selalu di banga- banggakan menjadi nilai rata- rata siswa.
Karena dia berasa dari keluarga miskin dia sering menerima hinaan dari Aliwafa dan beberapa teman kelasnya, setiap hari dia selalu menerima hinaan, tidak ada hari tanpa penghinaan.
Mengapa Nasib dia dan Nadia sangat jauh berbeda?
Dia benar- benar tidak terima. Hanya karena dia tidak bisa mencari masalah dengan Nadia bukan berarti orang lain tidak bisa melakukannya,
Dia tahu jika Elisa sangat menyukai Bastian.
Rindi tersenyum sinis, dia mengirim foto yang baru dia potret ke Elisa. dari pose yang dia dapat Nadia dan Bastian terlihat sangat bahagia.
Dia juga mengirim kata- kata kepada Elisa.
[Elisa aku baru saja bertemu dengan Nadia dan kakaknya yang waktu itu datang menjadi wali Nadia saat pertemuan Guru dan murid, jika aku tidak tahu mereka adalah kakak beradik aku akan berpikir jika mereka pasangan kekasih, mereka terlihat sangat serasi]
Dia tahu jika Elisa berasal dari keluarga kaya, jika Elisa menggunakan keluargany auntuk menyingkirkan Nadia, dia yakin jika Hidup Nadia akan berakhir.
Rumor yang mengatakan jika Nadia adalah seorang Wanita simpanan akan menjadi buktu kuat untuk membuat Nadia di tendang dari sekolah.
Dan dia hanya tinggal menikmati tontonan menarik yang di buat oleh Elisa.
Dia sangat mengenal Elisa, dia selalu mempertahankan kesan gadis lemah lembut di permukaan, tapi faktanya dia sangat buruk, jika bukan karena Elisa berasal dari keluarga kaya, dia tidak akan menjadi kacungnya.
__
Elisa baru saja masuk kedalam kamarnya, dia menerima pesan dari Rindi. Dengan enggan dia membuka pesan itu, yang dia lihat adalah foto Bastian dan Nadia, dia menjadi sangat marah dan marah. Kemarahannya meningkat saat membaca pesan Rindi.
Ini semua terjadi karena Nadia! Jika gadis kampung itu tidak Kembali semua kan berada tepat pada tempatnya, mengapa dia selalu merebut apa yang menjadi miliknya?
Jika Nadia tidak Kembali dia tidak akan keluar dari peringkat 10 sekolah! Dan jika dia tidak Kembali saat ini Bastian akan menjadi miliknya.
Dia sangat kesal saat mengetahui jika Bastian datang menjadi kakak Nadia, dia tahu jika Bastian berencana untuk melindungi Nadia.
Bastian melakukan semua ini untuk Nadia!
Apa yang membuat Nadia lebih baik dari pada dirinya? Orang tua kandungnya saja tidak perduli dengannya! Mengapa pria sekelas Bastian harus perduli dengan gadis udik itu?
Saat ini Elisa lebih bersemangat lagi untuk membuat Nyonya Sinta sebagi gurunya, dia ingin menjadi pelukis yang terkenal. Dia yakin jika dia memiliki reputasi yang tinggi Bastian akan melirik keberadaannya.
Di luar gerbang keluarga Kusuma mobil yang dikendarai Bastian berhenti.
Saat ini Nadia hendak melepas sabuk pengaman, tangannya terhenti saat Bastian memangginya “Nadia.”
Bastian mengeluarkan hadia “Hadiah untukmu karena telah memenangkan kompetisi Lukis”
Nadia mengambil hadiah itu, dia membuka tas tertas itu, melihat terdapat satu toples coklat, catatan dan buku Latihan ujian.
“aku membuat buku ujian itu, setelah aku melihat soal ujian dalam beberapa tahun terakhir, aku yakin jika itu akan membantumu saat ujian nanti” sudah sejak lama Bastian menyiapkan buku ujian itu untuk Nadia, sebelumnya dia berpikir jika nilai ujian Nadia sangat buruk, dia berusaha yang terbaik untuk membantunya masuk keperguruan tinggi.
Dia tidak menyangka jika Nadia akan mendapatkan Nilai terbaik. Dia merasa bahagia saat menegtahui hal itu.
“Kak Tyan terima kasih” Ucap Nadia dengan senyum cerah, dia merasa sangat bahagia, dia membuka beberapa halaman buku itu. Ini akan sangat membantu untuk menghadapi ujian akhir nanti.
__
Hari berikutnya sekolahan.
Di ruang guru saat ini beberapa gurusedang menyiapkan mata pelajaran untuk muridnya, saat bel pelajaran berbunyi Aliwafa baru saja sampai.
“Seseorang dengan latar belakang khusus datang” Ucap Premi sambil menatap Aliwafa dengan wajah sinis.
“Benar, dia datang seenaknya sendiri, datang akhir pulang awal, dia berpikir jika sekolahan ini milik keluarganya sendiri, dia snagat terkenal dikalangan guru!” Cibir Andik.
Selema ini mereka selalu mendapatkan penghinaan dari Aliwafa, saat mendapatkan kesempatan untuk membalas perlakuan Aliwafa mereka tidak akan dia saja saat melihat Aliwafa, mereka akan mulai mengejeknya setiap saat.
“Jangan sembarangan” Ucap Aliwafa tak senang.
“Aliwafa apa yang sedang kau lakuakn, apa kau sedang mengertak kami? Kau selalu bertingkah semaumu, menghina seseorang tanpa henti, apa kau pikir kami akan diam saja sama seperti dulu?”
Aliwafa sangat marah, dia ingin menghabisi kedua penghianat itu dengan tangannya sendiri. Dia ingin kehidupannya Kembali menjadi normal seperti sebelumnya, jika tiba- tiba Mery tidak suka dengannya dia akan mengalami masalah besar.
Aliwafa berencana untuk memperbaiki hubungannya dengan rekan kerjanya “aku minta maaf, ini semua kesalahanku, seharusnya aku tidak berperilaku kasar seperti itu kepada kalian.”
“Bukankah akan lebih baik jika kita melakukan hal ini lebih awal” Ucap Premi mendengus kesal, dia tidak ingin lagi memperhatikan Aliwafa.
Saat ini guru kelas 3C dan 3B sangat perduli dengan murid- muridnya, karena saat ini adalah tahun terakhir untuk mereka, sebentar lagi mereka akan ujian akhir. Mereka ingin melakukan yang terbaik untuk mereka.
Tok tok
“Silahkan masuk”
Leo mendorong pintu dan masuk.
Melihat Leo masuk, Aliwafa segera bersikap ramah kepadanya “Leo, apa kau butuh bantuan?” dia mengambilkan kursi untuk Leo.
Leo dengan santai berdiri sambil memasukkan tangannya kedalam jaket hitam miliknya “Aku akan pindah kelas” Leo berencana untuk Pindah kekelas 3D dia tidak ingin membuang- buang waktunya untuk Aliwafa.
Guru dari kelas 3B dan 3C mendengar ucapannya, mereka sangat tertarik dengan hal itu.
Sementara Aliwafa sangat terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengar “Leo apa kau bercanda? Saat ini kau berada di kelas terbaik!” Ucap Aliwafa dengan percaya diri.