Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Nadia dalam bahaya!


Setelah identitasnya terungkap dia menjadi bulan- bulanan di sekolah, Rindi tidak akan membiarkan ini bergitu saja.


“Rindi apa kau tahu siapa orang yang telah menyebarkan gosip ini?” Tanya Elisa dengan raut wajah khawatir.


Rindi berdiri dia mengepalkan tangannya kemudian berkata dengan marah “ aku yakin jika ini ulah Nadia, hanya dia satu satunya orang yang ada di tempat itu! sebelumnya dia telah berjanji tidak akan tutup mulut, tapi pada akhirnya dia mengingkari janjinya dan menyebarkannya di akun Gosip sekolah.”


“Bagaima bisa Nadia melakukan hal seperti ini, dia sangat kejam” Ucap Elisa tak terima.


Saat ini Rindi perbikir jika Elisa memikah dirinya, dia dengan malu- malu berkata “Elisa aku sangat ingin memberi Nadia pelajaran tapi aku takut jika Bastian tidak akan melepaskanku begitu saja.”


“Aku yakin jika hubungan Nadia dan guru Bastian tidak semurni itu, aku kayin jika Nadia tidak memiliki wajah cantik seperti itu Bastian tidak akan meliriknya, dia hanya main- main dengannya dan dia tidak akan bertindak lebih jauh untuk Nadia” Elisa memberi pendapatnya.


Rindi merasa tenang setelah mendengar itu, Nadia sama seperti Wanita simpanan untuk orang kaya, mereka memperlakukannya dengan sangat baik sebelum bosan, dan pada akhirnya Nadia akan berakhir di campakan.


Rindi sangat yakin jika Bastian tidak akan membuang- buang waktu untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan Nadia.


Rindi meraih tangan Elisa sembari memohon “Elisa bantu aku menutupi kesalahaanku jika sesuatu yang buruk terjadi, aku berencana untuk memberi pelajaran Nadia”


Selam aini Rindi sangat suka meminjam tangan Elisa untuk mengerjakan sesuatu, sudah banyak siswa yang telah menjadi korbannya karena tekanan dari keluarga Elisa, Rindi yakin jika Elisa mampu melindunginya.


Ini bukan pertama kalinya dia melakukan sesuatu, dia yakin jika rencananya akan berjalan lancar.


Elisa dengan murah hati mengangguk setuju “Rindi kamu jangan khawatir, aku akan melindungimu, percayalah kepadaku.”


“Terimakasih Elisa, aku tidak akan melepaskan Nadia” Ucap Rindi. Dengan bekingan yang di berikan oleh Elisa, dia tidak perlu khawatir jika sesuatu terjadi atau terungkap, karena kesalahan akan di tanggung oleh Elisa.


Rindi segera mengambil ponselnya kemudian menghubungi seseorang “kakak Tio aku butuh bantuanmu sore ini, seseorang telah menggangguku aku ingin kamu memberinya pelajaran.”


tanpa sepengetahuan Rindi, Elisa tersenyum Sinis, semua rencanya berjalan sesuai dengan apa yang telah dia rencanakan, saat ini dia tidak perlu mengotori tangannya untuk memberi Nadia pelajaran.


__


Sore hari setelah les matematika selesai, Nadia langsung pergi dari sekolahan menggendong ranselnya, saat dia keluar dari gerbang sekolah dia menyadari jika seseorang talah mengawasinya, dengan langkah santai Nadia segera berjalan.


Saat ini Nadia berada di gang dia menghentikan langkahnya, Nadia menghentikan langkahnya dan berbalik kebelakang, dia telah melihat dua tiga pria berdiri di depannya, saat ini hanya ada mereka disana.


“Cantik, mau kakak ini temani?” Ucap salah satu preman dengan wajah tersenyum.


“Bos dia sangat cantik, aku tidak pernah melihar Wanita secantik ini, ini bernar- benar sebuah keberuntungan besar.”


Disisi lain Bastian baru saja tiba di sekolahan, dia sudah tidak melihat Nadia di sana, jika bukan karena masalah mendesak dia sudah menjemput Nadia, dari sore dia merasa gelisah apa lagi setelah mengetahu Nadia sudah pergi, kekawatiirannya semakin bertambah.


Dia segera menghubungi Nadia suara seorang Wanita terdengar “maaf nomor yang anda hubungi tidak aktif”


Bastian menautkan alisnya, dia segera mengetuk jarinya dengan sangat cepat, dengan waktu singkan Bastian menemukan lokasi Nadia.


Itu adalah gang kecil, hanya sedikir orang yang melewati tempat itu.


Bastian menengan di atakut sesuatu yang buruk terjadi, tanpa ragu dia menginjak pendal gas.


“Kau terlalu banyak omong” Ucap Ganster itu tidak sabar. “Gadis cantik aku tidak akan membiarkan kamu pergi hari ini.” Preman itu menggosok dangunya, tatapan matanya sangat menjijikkan.


Sebelumnya mereka telah mendapatkan yang dari Elisa sebesar 50 juta, mereka tidak menyangka jika gadis yang harus dia urus adalah gadis cantik, sebelumnya mereka tidak pernah menodai seorang gadis, setelah mendapatkan banyak uang dari Elisa mereka tidaka akan segan- segan untuk melakukannya.


Nadia menatap preman itu dengan tatapan tajam, Nadia dalam waktu singkat merai pergelang tangan  preman itu kemudian memelintirnya dengan sekuar tenaga, dalam waktu singkat preman itu merintik kesakitan.


Sementara dua preman lainnya melangkah mundur seketika.


Nadia memberi tendangan kepada Preman itu dan dalam waktu singkat preman itu tersungkur di lantai cor, setelah itu pukulan demi pukulan mendarat di tubuh preman itu, Nadia tidak memberinya waktu untuk melawan.


Melihat seberapa kejamnya Nadia saat memebri pelajaran kepada bos mereka, kedua preman itu hanya menelan ludah karena ketakutan.


“kenapa kalian diam saja”Ucap bos preman.


Mereka segera bereaksi, dan saat mereka akan mengayukan tangannya. Nadia dengan murah hati melepaskan bos preman, dan detik berikutnya Nadia memberi tendangan ke muka kedua Preman itu, Dan kedua preman itu terjatuh ke lantai cor, mereka merigis kesakitan.


Saat Bastian datang dia melihat bagaimana cara kedua preman itu tepar secara bersamaan. Dia melihat Nadia dikelilingi oleh preman yang sudah bergeletakan, saat ini mereka sedang meringis kesakitan.


Bastian segera berlari ke arah Nadia, dia menariknya kedalam pelukannya, dia sangat lega namun dia segera melepaskan pelukannya, dan mengecek Nadia dari atas ke bawah tidak ada luka sedikitpun, dia hanya meluhat punggung tangannya yang kecil itu memerah.


“kak Tyan” panggil Nadia.


“Nadia, syukurlah kamu tidak terluka” Ucap Bastian kemudian sekali lagi menarik nadia kedalam pelukannya, saat ini detak jantungnya sangat kencang, sebelumnya dia berlari ke sini, karena mobil tidak bisa memasuki gang.


Nadia yang berada di dalam pelukan Bastian, dapat mendengar dengan jelas detak jangtung Bastian, tanyannya hendak mendorong Bastian namun dia mengurungkannya. Beberapa menit berlalu untuknya para prem aitu tidak ada yang melarikan diri.


“Presiden” Aisten Aris datang bersama dengan beberapa pengawal.


Aistien Aris terkejut saat melihat Bastian memeluk seorang gadis muda, jadi dia segera menundukkan pandangannya, begitupun dengan beberapa pengawal lainnya.


“Aris bawa mereka” Perintah Bastian.


“siap”


Dengan sigap Asisten aris menyuruh beberapa pengawal membawa tiga preman itu pergi, Asisten Aris yang tidak mau mengganggu Bastian dan Nadia.


Seketika para preman itu sadar siapa yang telah mereka singgung, mereka segera mengemis dan memohon untuk diberi belas kasihan.


“tolong ampuni kami, kami telah di butakan oleh emosi sesaat, tolong biarkan kami pergi”


“seseorang telah menyuruh kami untuk melakukan hal ini, ini samsa sekali tidak ada hubungannya dengan kami, jika anda ingin memberi pelajaran lakuan itu kepada mereka.”


Jangan lupa like, kalo suka like, kalo critanya bikin gereget tolong bantu vote dan flow


Makasin