Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Leo


Di rumah Sinta. Setelah makan malam.


Saat Nadia mengingat kejadian saat di Kantor tadi siang, wajahnya menjadi panas, ini pertama kalinya Nadia merasakan perasaan seperti ini.


Nadia segera menenangkan hatinya dan berpamitan kepada Sinta “Nenek terima masik untuk makan malamnya, aku pulang” ucapnya.


“Kau tidak perlu berterima kasih, aku sangat senang jika kau mau makan malam disini setiap hari, jika kamu tidak keberata kau bisa menginap disini” Ucap Sinta, sambil menggenggam tangan Nadia.


“Nenek ini sudah sangat malam, kau jangan mempersulit Nadia” Ucap Bastian sambil melihat arloji di tangannya.


“Kau selalu menggangguku” Seru Sinta, dia memasang wajah masam saat melihat Bastian “sudahlah, kau harus mengantarkan Nadia dengan selamat” imbuhnya.


Setelah itu Nadia dan Bastian pergi, sementara Sinta menatap Leo dengan tatapan masam “Kenapa kau belum pulang?”


“Aku punya informasi baru tentang kakak dan kakak ipar saat ini, sepertinya seseorang tidak menginginkan keberadaanku” ucap Leo dengan acuh tak acuh. Saat dia hendak berdiri Sinta menghentikannya.


“Leo apa yang kau bicarakan, jika kau mau menginap disini aku akan menyuruh seseorang untuk menyiapkan kamar untukmu” Ucap Sinta penuh kasih, sikpany ayang dingin sebelumnya berubah 190 drajad.


Leo bertingkah cuek “Aku tidak melihat sebuah ketulusan”


“Dasar” Seru Sinta “Nanti aku akan mentransfer mu, cepat katakana” Sinta mulai penasaran, dia tidak penasaran dia hanya ingin tahu semua tentang Nadia.


Leo tersenyum manis setelah mendengar ucapan Neneknya, dia mulai membuka mulutnya “Nenek apa kau tahu jika saat ini Kakak mengajar di kelas Nadia, kakak mulai mengejar kakak ipar sampai- sampai mau menjadi guru Bahasa inggris kelas 3D.”


Apa” Seru Sinta tak percaya, dia merasa tak nyaman mendengar itu, seolah bunganya  yang berharga dimanan sapi. Jelas dia ingin Nadia menikah dengan Bastian tapi …


Leo memperhatikan raut wajah neneknya yang terlihat tidak senang, dia segera  berkata “Nenek bukannya kamu ingin kakak ipar menjadi cucu menantumu?”


Sinta menghela nafas Panjang setelah menenangkan hatinya “Aku ingin dia menikah dengan Bastian” dia segera menjelaskan “Tapi Nadia masih sangat muda, dia bahkan masih belum dewasa, bagaimana bisa dia merayu anak kecil seperti in?”


“Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi” Seru Sinta, dia mengambil telepon berencana untuk segera menghubungi Nadia, dia ingin memperigatkan bahaya yang mendekat “Aku akan mengingatkan Nadia, aku tidak akan membiarkan Bastian merayu Nadia dengan mudah.”


“Nenek jangan” Leo menghentikan Neneknya


Nyonya Sinta segera meletakkan telepn Kembali, dia Kembali kesofa dengan wajah lesu “Huh biarlah, biarlah sapi makan bunga!”


“Nenek sepengetahuanku kakak ipar memiliki EQ yang sangat rendah, sampai saat ini dia memperlakukannya seperti kakaknya sendiri” Ucap Leo, dia sangat bersemangat.


Selama ini dia berpikir jika Bastian akan menjentikkan jarinya untuk menarik perhatian seorang Wanita, siapa yang tahu jika dia akan turun tangan langsung untuk mendapatkan Nadia.


Mendengar itu Sudut bibir Nyonya Sinta terangkat, sorot matanya menjadi ebrbinar, dia tidak perlu khawatir dengan Nadia. Tapi dia masih tidak puas “Bagaimana jika dia berhasil merayu Nadia?” dia tidak ingin Nadia lebih mengutamakan Bastian dari pada dirinya. Dia merasa tidak nyaman.


Leo berdiri mengambil buah pir, dia tidak memotongnya, dia langsung menggigitnya, dia bergumam “Nenek bukankah sebelumnya kakak ipar ikut lomba lukis yang diadakan untuk kalangan muda, apa kau tidak ingin melehat hasilnya?”


Nyonya Sinta menepuk jidatnya, sambil berkata "Astaga bagaimana aku bisa lupa, cepat kau lihat hasilnya”


“Siap” Leo segera membuka ponselnya untuk melihat hasil kompetisi Lukis di web resmi, setelah melihat pengumuman itu, rahangnya jatuh kebawah, dia tidak mengatakan sepatah katapun.


“Apa Nadia kalah, aku yakin jika dia akan menang, karyanya jauh lebih bagus dari pada karya ku.


“wah” Seru Leo.


“…” Nyonya Sinta ingin sekali menjitak kepala cucunya, dia sudah tidak sabar. Seharusnya dari awal dia tidak menyuruh Leo, dia segera meraih ponsel Leo melihat sendiri hasilnya.


Peringkat pertama di raih oleh Nadia, sebelumnya Nadia memperlihatkan Lukisan itu kepada Nyonya Sinta dan saat itu Leo juga ada disana, mereka mengenali tanda tangan Andia di lukisan itu ‘Nad’ secara alami mereka mengetahui jika lukisan itu adalah karya Nadia.


Nyonya Sinta berkali- kali mengedipkan matanya saat melihat pengumuman itu, dia tertawa “haha Aku tahu jika Nadia sangat berbakat.”


Sementara leo menggigit Buah pir sambil megangguk setuju.


Nadia memang seorang jinius, dia memiliki nilai yang bagus, wajah cantik, sangat cocok dengan kakak sepupunya.


Dia yakin Jika Nadia akan menikah dengan kakaknya di masa depan. Nadia adalah orang yang harus dia ikuti mulai saat ini, demi masa depannya. Dia akan pindah kekelas 3D agar bisa lebih dekat dengannya.


Dia tidak akan membiarkan keuntungan itu raib begitu saja seperti Ninja R2 sebelumnya, dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti sebelumnya.