
Saat ini hanya sisa dua puluh pertanyaan. Jeni hanya bisa menggigit bibirnya yang bisa dia lakukan adalah mendapatkan tempat ketiga apapun yang terjadi, dia harus melakukan yang terbaik.
Melihat salah satu siswa menulis jawaban membuat Jeni sangat panik, dia segera mengerjakan soal, namun dua jawaban yang di tulis salah. Saat ini raut wajah jeni sangat tidak baik, keringan muncul di dahi Jeni waktu berlalu dengan cepat, Jeni tidak medapatkan epringakat semua pertanyaan yang dia tulis salah.
Saat Sulia melihat Hasil ujian Jeni raut wajahnya menjadi sangat suram, sekolah mereka telah mengirim sua siswa terbaik mereka, yang satu telah tersingkir di awal semantara Jeni gagal di akhir permainan.
Nilai matematika Jeni sangat bagus, dia salah satu siswa berprestasi si sekolah, semuua guru di sekolah yakin jika dengan kemampuan Jeni, dia bisa mendapatkan tempat pertama atau kedua.
Meski mengetahui hasil ujian Jeni Buruk, Sulia masih berharap lebih pada siswanya itu, tapi apa yang dia terima saat ini Jeni tidak mendapatkan nilai sama sekali, Sulia sangat malu dia tidak ingin lebih malu lagi dan pergi.
Saat melihat hasil Ujiannya Jeni menangis, dia tidak percaya denga napa yang terjadi, bagaimana bisa dia melakukan hal memalukan seperti ini, dia kehilangan kendali atas dirinya sendiri kemudian berteriak “Aku curiga jika Nadia melakukan kecurangan.”
Sulia yang baru saja setengah perjalan menuju pintu keluar berhenti, dia menoleh kearah Jeni dengan tatapan tajam, dia tidak ingin jika Jeni mempermalukan nama baik sekolahnya lebih dari ini, dia ingin segera menyeret Jeni keluar dari tempat ini secepat mungkin.
Namun dia tidak bisa melakukannya karena saat ini para reporter memenuhi ruangan ini, saat ini mereka sedang mengerumuni Jeni dan mengarahkan microfon mereka kepadanya.
“Bolehkan ada jelaskan mengapa anda berpikir jika Nadia melakukan seseuatu yang curang?”
Jeni telah mengambil faedah dari kesalahan kemarin, jadi saat ini dia tidak agresif secara membabi buta menuduh Nadia seperti kemarin.
dengan tenang dia berkata “Dalam tes pertama dia mednapatkan nilai 100 dan saat ini dia mengalahkan semua orang yang ada di ruangan ini, apa ada orang yang bisa mengerjakan soal secepat itu? aku hanya ingin menjawab rasa penasaranku!.”
“Kami akan mendiskusikan masalah ini” Sahut salah satu Juri. Setelah itu kelima juri berdiskusi.
Sementara Jeni mengepalkan tangannya dengan erat, dia berpikir jika Nadia melakukan kecurangan, jika tidak dia tidak akan bergerak secepat into untuk mengisi semua jawaban, bahkan Leni yang selalu menajdi juara bertahan tidak bisa mengalahkan kecepatannya, bagaimana mungkin ada orang yang memiliki kecepatan seperti itu?
Saat bersamaan Jeni juga merasa khawatir bagaimana jika semua itu memang hasil usaha Nadia sendiri!
Jika Nadia tidak melakukan kecurangan, semua orang akan menilai jika dirinya iri dengan Nadia dan sengaja mencari gara- gara dengan Nadia.
Jeni hanya bisa menundukkan wajahnya dengan gelisah sambil menunggu keputusan para juri.
Diskusi hanya dilakukan selama beberapa menit, salah satu juri berkata “Melihat penampilan Nadia hari ini, pasti banyak diantara kalian yang berpikir semua ini bukan hasil dari kerja keras Nadia. Untuk menjawab rasa penasaran kalian ayo kita beri kesempatan untuk nona Nadia membuktikan kemampuannya.”
Setelah jeda sejenak dia membuka mulur lagi “Semua Guru matematika yang ada di ruangan ini akan membuat pertanyaan. Lima belas pertanyaan 10 pertanyaan ganda dan lima pertanyaan kosong. Siswa Nadia tolong jawab dalam waktu lima belas menit, apa kamu setuju?”
“Ok” sahut Nadia dengan percaya diri.
Jangan lupa like komen vote dan mawar sebegai bentuk dukungan, makasih