Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Lidia kenak semprot


Malam hari dikediaman keluarga Kusuma.


Saat ini semua berada di meja makan, seperti biasa Lidia memperlakukan Elisa dengan penuh kasih sayang “Elisa aku besok yang akan pergi ke sekolahan untuk pertemuan guru dan murid” Ucapnya penuh kasih.


Elisa terkejut. Namun dia segera membuat senyuman diwajahnya “Iya”


“Aku yakin jika semua guru akan memujimu” Ucapnya dengan senyuman diwajahnya, dia sangat menantikan pertemuan guru dan murid besok, dia ingin memnunjukkan keorang tua siswa lain seberapa berbakatnya putrinya ini.


Setiap kali dia menghadiri pertemuan guru dan orang tua, dia selalu menerima pujian dari semua guru, dia merasa sangat bangga dengan hal itu.


Lidia tidak ada bedanya dengan Wahyu dia sangat perduli dengan citranya. Dia ingin membuat semua orang tua iri kepadanya.


Elisa tidak berani menjawab ucapan Lidia, yang bisa dia lakukan hanya mengubah topik pembicaraan “Ibu, apa ayah besok juga datang untuk pertemuan guru dan orang tua untuk Kaka”


Lidia mencibir “Nilainya sangat buruk, tidak aka nada yang datang untuknya”


Saat Nadia memasuki rumah dia kebetulan mendengar ucapan Lidia, dia perlahan menutup pintu dan mengganti sandal rumahan.


Bagi Lidia. Nadia hanyalah anak kampung dengan Pendidikan rendahan, dia tidak mau mengakuiny akarena takut nama baiknya tercoreng oleh putri kandungnya sendiri.


Saat ini Wahyu berada diruang tamu, sedang membaca dokumen kantor di meja ruang tamu “Nadia, apa besok kelasmu juga mengadakan pertemuan guru dan orang tua?” tanyanya dengan penuh perhatian.


“Akhir- akhir ini aku sangat sibuk, banyak pekerjaan yang harus aku lakuan, maaf aku tidak bisa hadir, sementara ibumu pergi kekelas Elisa” Ucap Wahyu.


Mendengar itu Nadia tertawa, dia menatap kedua orang tua kandungnya secara bergantian “Apakah Elisa satu- satunya anak kalian?”


Lidia tidak sabar dia segera berdiri dan bicara dengan nada tidak senang “Kenapa kamu sangat kekanak- kanakan, kau bahkan tidak mau mengalah kepada adikmu, mengapa setelah kau Kembali kekeluarga ini kau ingin merebut semuanya darinya?”


“Kau bahkan tidak pernah perduli denganku? Mengapa kau selalu menyudutkanku? Aku tahu jika dari awal kau tidak menyukaiku, mengapa tidak sekalian saja dari awal kau tidak usah membawaku kekeluarga ini!” Ucap Nadia dengan tatapan tajam, dia sudah tidak tahan lagi untuk tinggal di keluarga ini "aku akan pergi dari rumah ini, dan kau tidak perlu menghawatirkan putri kesayanganmu itu.”


Setelah Nadia selesai bicara. Lidia hendak menyetujui Nadia yang akan pergi dari rumah ini, namun dia dipelototi oleh Wahyu. Wahyu segera menyela “Ini hanya petemuan guru dan Orang tua, ini tidak ada hubungannya dengan aku mengakuimu sebagai putriku atau tidak”


Nadia tersenyum tipis dia, tatapan matanya sangat jernih seolah- olah dia tahu apa yang tersimpan dibenak Wahyu saat ini. Saat dia mau menjelaskan, Nadia berkata “Aku akan kekamarku”


Nadia kemabi setelah selesai makan malam diluar, dia tidak ingin membuat waktunya untuk kedua orang tua yang tidak pernah menginginkan kehadirannya. Apalagi ibu kandungnya sangat tidak sabar menunggunya pergi dari keluarga ini, tidak ada hal yang membuatnya ingin menetap lebih lama.


Setelah Nadia pergi, Lidia berkata dengan sinis “Suamiku, dia sangat tidak ingin tinggal dikeluarga ini, dia sangat arogan! Dia hanya menimbulkan masalah untuk keluarga ini, kurasa kita harus segera mengusirnya.


Pendapat Lidia membuat Wahyu sedih. Dimatanya Dulu Lidia adalah orang yang sangat bijak sana dan penuh kasih sayang, namun setelah. Namun setelah nadia Kembali dia dapat melihat jika dia memiliki pendapatnya buruk dan pikirannya sangat dangkal.


Elisa menundukkan kepalanya, dia berharap jika Nadia segera pergi dari keluarga ini dan dia akan menjadi satu satunya nona muda dari keluarga Kusuma.