
Melihat taruhan ON, Leo tersenyum menjijikkan dia yakin akan mendapatkan semua uang itu, dia berpikir jika dia akan menang, tkarena keyakinannya dia memasang taruhan untuk dirinya sendiri sebesar 1.5 M.
Setelah itu Nadia menyetujui tantangan itu. Dan dia mengirim pesan.
[KING: Ayo ubah permainan pindah ke pertempuran kenyataan?]
[ON: Oke.]
[KING: Kau putuskan medan perangnya.]
Nadia berpikir sejenang setelah itu megetik nama sebuah perusahaan “ "Grup Mulya."
Mulya group adalah perusahaan yang bermusukan dengan B.A Group, Mulya group menggunakan segala cara untuk menjatuhkan B.A Group. Dan B.A Group adalah perusahaan yang didirikan oleh Bastian.
[KING: Ayo mari kita mulai.]
Saat kompetisi dimulai Nadia segera mengetik dengan cepat. Barisan kode-kode muncul di layar laptonya dan dia mulai menyerang Group Mulya. Sementara Leo memusatkan perhatianya untuk mencari celah dalam perlindungan system Group Mulya, dia tidak bisa memandang remeh ON begitu saja.
Goup Mulya telah menghabiskan banyak upaya untuk memperkuat system dan tidak mudah untuk menyelinap begitu saja.
Ada 6 garis pertahan dan setiap garis pertahan memiliki fungi pengawasan yang sangat ketat. Jika melakukan kesalahan sedikit saja maka mereka akan di temukan, jika serangan yang dilakuakan terlalu lamban mereka juga akan di perhatikan.
Bahkan Nadia membutuhkan waktu sekitar 2 menit untuk menyelinap kegaris pertahanan pertama mereka.
Semakin jauh mereka melangkah, semakin sulit pula rintangan yang harus di lalui. Sepuluh menit kemudian nadia sudah mulai menyereang garis pertahanan ke 4.
Sementara Leo masih berada di garis peprtahan ke dua, keringat dingin mengalis bergitu saja diwajah Leo saat dia memperhatikan posisi ON, kemudian segera memalinngkan muka, dia semakin cepat mengetik diatas Keyboard.
Sementara para penonton dengan cemas menunggu hasil pertandingan.
Mereka tidak dapat langsung melihat serangan di dunia nyata, mereka hanya bisa menunggu kedua kubu memberi pengumuman untuk melihat hasilnya.
“Menurut kalian siapa yang akan keluar sebagai pemenang?”
“Sudah pasti King yang akan memenangkan pertandingan ini, dia adalah peringkat ke 7 di PC untuk waktu yang lama, apa kau pikir dia seorang pemula?”
“Jangan begitu percaya diri, apa kalian belum belajar dari kenyataan, apa tamparan yang diberikan ON masih kurang? Apa harga diri kalian sudah sembuh? Bagaimanapun itu masih menyakitkan bagiku.”
Para hacker: “…”
Mengingat apa yang terjadi sebelumnya membuat tubuh mereka membeku, bahkan jari tangannya membeku diatas keyboard.
Seolah- olah kemunculan King untuk memberi pelajaran ON dengan ucapan yang profokatif membuat mereka kehilangan akal sehat.
Kemungkinnan besar KING akan kalah di tangan ON, setelah mengingat jika rekor yang yang di dapatkan KING telah di hancurkan oleh ON.
Setelah itu tidak ada yang berani menghina ON atau meng eluh-eluhkan KING, mereka memilih untuk diam dan dengan sabar emnunggu hasil pertandingan.
Disisi lain Nadia sudah berhasil menerobos pertahanan ke enam. Dia melihat posisi King yang baru saja lolos dari pertahan ke empat.
Sudut bibir Nadia terangkat. Dia menunggu di tempat untuk sementara waktu. Sementara Leo merasa frustasi dia telah kehilangan ketenangannya, pikirannya telah dipenuhi dengan taruhan yang dia parang 1,5 M.
Jika dia kalah, uang yang telah dia kumpulkan selama beberapa tahun akan hilang dalam waktu hitungan menit. Dia berencana untuk membuat usaha, jika dia kalah, semua rencana yang dia siapkan akan hancur.
Keringat menutupi dahi dan hidung Leo.
Dia mengerutkan kening, tatapan matanya hanya terfokus pada kode di layar.
Disisi lain Nadia dengan santai menekan tombol enter. Keenam garis pertahan berhasil dia lumpuhkan . Nadia memasuki system Group Mulya dengan santai.
Nadia memperhatikan posisi King sambil tersenyum tipis, dia mengklik moaus dan dengan sengaja menyentuh sisi lain dari alarm.