
Saat Nadia masuk kedalam rummah, tiga orang yang awalnya sibuk bicara itu langsung terdiam.
“Kamu sudah Kembali”Sapa Wahyu dengan acuh tak acuh. Sementara Lisia menoleh kearah lain dengan jelas dia memperlihatka ketidak sukaannya kepada Nadia secara langsung.
Sementara Elisa bereaksi dengan expresi terkejut. “Kakak ini sudah sangat malam, mengapa akamu baru Kembali? Kamu pergi kemana?Aku sangat khawatir. Kamu baru saja datang di ibu kota banyak tempat yang tidak kamu ketahui. Aku takut jika kamu akan tersesat.”
Nadia menghentikan Langkah kakinya. Dia menatap Elisa dengan tatapan penuh penghinaan, dia mencibir. “Jika aku tersesat siapa orang yang harus di salahkan?”
Semua niat Elisa dapat terbaca dengan jelas Oleh Nadia, dia sangat khawatir, dia memutuskan untuk membela dirinya terlebih dulu. “Kakak, aku pikir terjadi sesuatu denganmu saat aku tidak menemukanmu, aku ingin memberi tahu ibu dan ayah, jadi saya meminta untuk Kembali terlebih dulu.”
Sorot mata Nadia menatap Elisa dengan penuh penghinaan. Elisa selalu seperti ini gadis licik itu akan selalu mendorong semua kesalahan kepada dirinya, dia pandai memenangkan hati orang lain, sedangakan kalimat yangkeluar dari mulut Nadia adalah sebuah kebohongan bagi Wahyu dan Lidia.
Di kehidupan sebelumnya Mobil pribadi keluarga Kusuma hanya menjemput Ellisa seorang, sementara dia hanya bisa berjalan kaki atau naik bus untuk pulang.
Nadia tidak berniat meladeni Elisa, dia sengaja tidak mengungkap kebohongan Elisa dia memilih untuk melanjutkan Langkah kakinya menuju kamar.
Dia tidak ingin menghabiskan waktunya yang berharga dengan orang- orang munafik itu.
“Nadia, aku sangat sibuk akhir-akhir ini. Kami tidak akan mengadakan untuk mengumumkan kamu sebagai bagian dari keluarga ini. Aku tahu jika kamu badalah putri kamu. kamu anak yang sangat dewasa, tentunya kamu tidak akan peduli dengan formalitas seperti ini bukan?” Ucap wahyu tiba- tiba.
Ucapan yang keluar dari mulutnya sangatlah bermartabat. Tetapi dia memang tidak ingin membuang-buang waktu untuk putri kandungnya. Dia bahkan lebih khawatir jika orang lain tahu jika Nadia putri kandungnya.
“Terserah” Sahut Nadia Disegera menaiki anak tangga.
Matanya sedikit merah. Meskipun dia telah berulang kali mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dia seharusnya tidak peduli dengan apa yang disebut ikatan keluarga ini, dia tidak bisa menahan perasaan masam.
Tidak peduli seberapa keras dia berusaha menyenangkan mereka, dia tidak akan pernah memiliki anak perempuan seperti Nadia,di mata mereka hanya ada Elisa.
Sementara Nadia, keberadaanya saja tidak diinginkan oleh keluarga Kusuma. Nadia duduk didepan meja belajar dia menekan seluruh emosinya, menenangkan pikirannya, setelah mendapatkan ketenangannya Kembali dia menyalakan laptop dan masuk ke wibe CP.
Tantangannya yang sebelumnya sangat efektif. Posnya sudah dibaca oleh sepuluh orang, semuanya mengejek dirinya karena terlalu menyombongkan diri secara berlebihan, memang tidak banyak namun itu sudah cukup.
Saat ID Nadia mucul beberapa hecker menyadarinya dan segera mengeluarkan tantangan kepadanya, san satu persatu tantangan mucul di layar laptopnya.
[Peretas 088 mengeluarkan tantangan ke QN.
[Manusia abadi mengeluarkan tantangan ke QN.]
[I'm Little cute memberikan tantangan kepada QN.]
“…” Nadia menautkan alisnya dengan santai dia mengklik ‘setuju’.
Sasaran serangan mereka kali ini hanyalah sistem virtual. Mereka hanya perlu menerobos tiga garis pertahanan.
Kali ini, pihak lain tidak begitu menanggapi Nadia, jadi mereka memilih target sederhana untuk mengakhirinya secepat mungkin. Mereka tidak ingin membuang terlalu banyak waktu untuk orang yang sombong.
Sementara Nadia mengetik di keyboard dengan sangat lambat, dan ekspresinya sangat santai. Sebuah jendela kecil muncul di komputernya. Itu adalah halaman