Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
pembantu gibah


“Nadia kapan kau berencana untuk keluar dari keluarga Kusuma?” Tanya Bastian prihatin.


Nadia berpikir sejenak kemudian membuka mulutnya dan  berkata “Secepat mungkin.”


Saat ini umurnya sudah dihutung sebagai orang dewasa, jadi dia bisa memutuskan apa yang akan dilakukan kedepannya. Kali ini dia berencana untuk memutuskan hubungannya dengan keluarga Kusuma sepenuhnya.


“Apa kau membutuhkan bantuanku” Tanya Bastian antusias.


“Tidak perlu” sahut Nadia.


Mendengar Jawaban Nadia Bastian sedikit pusing, Nadia sangat mandiri dia tidak bisa ikut campur dalam urusannya. Setelah berpikir beberapa saat akhirnya dia melupakan kekecewaanya, dia akan menjadi pelindung Nadia sewaktu- waktu gadis itu membutuhkan bantuannya.


Setelah beberapa saat Nadia keluar dari mobil Bastian, Bastian memperhatikan punggung kecil Nadia, setelah Nadia memasuki Rumah dia pergi.


Saat ini Wahyu Kusuma dan yang lainnya tidak ada dirumah.


Seorang pelayan mendatangi Nadia dan berkata “nyonya dan tuan pergi untuk merayakan ulang tahun nona Elisa” sebelumnya pelayan itu telah menerima interuksi dari Elisa, Elisa berniat untuk membuat Nadia iri kepadanya.


Elisa memiliki hari ulang tahun yang sama dengan Nadia, saat ini wahyu Kusuma dan Lidia asedang merayakan ulang tahun putri angkatnya dengan mewah, mereka bahkan tidak menyediakan kue kecil untuk Nadia,  mereka benar- benar tidak menganggap Nadia sebagai putri kandung.


Sementara Nadia tidak perduli dengan hal iti, dia memilih untuk pergi kekamarnya.


Pelayan lain yang sebelumnya sibuk di dapur datang dan mulai gibah.


“Aku pikir Nona Nadia tidak diterima di keluarga ini meskipun dia putri kandung nyonya dan tuan, jika tidak sudah pasti nyonya dan tuan akan membawa Nona Nadia untuk merayakan ulang tahunnya.”


“Kau tahu sendirikan sikap Nona Nadia sangat buruk, dia sering membuat keributan di rumah dari waktu- kewaktu, dan sering membantah tuan dan nyonya, orang tua mana yang mau menerima anak pembangkang seperti dia?”


“Kita tidak perlu membuang waktu untuk mengurus nona Nadia, lagi pula tidak ada untungnya dekat dengannya, siapa yang tau suatu hari dia akan di usir dari keluarga ini?”


“Sebelumnya aku dengar saat nyonya bilangm, dia tidak menginginkan Nona Nadia berada dirumah ini.”


“Apa hal seperti itu pernah terjadi?”


“Bagaimana aku berbohong, aku tidak ingin di pecat hanya karena aku berbohong.”


Salah satu pelayan yang pernah di tegur oleh Nadia mendengar percakapan mereka “Kalian jangan bersikap seenaknya, walau bagaimanapun dia adalah anak kandung tuan dan nyonya” Ucapnya mengingatkan kedua temannya.


“Toh mereka tidak memperdulikannya”


“benar, nyonya dan tuan sangat menyayangi nona Elisa.”


“trus apa kau pikir kalain itu nyonya Elisa, dan adapat di bandingkan dengan Nona Nadia? Apa kalian pikir tuan dan nyonya akan memihak kepada kalian yang hanya seorang pembantu, dan membiarkan putri kandungnya di perlakukan semena- mena oleh kalian?” ucap Pembantu itu kemudian pergi meninggalkan kedua temannya.


Kedua pembantu itu, menyadari apa yang baru saja mereka rencanakan salah, nyonya dan tuannya akan memecat mereka jika mengetahui anaknya di buly oleh pembantunya sendiri.


mereka bersyukur karena temannya mau mengingatkan hal itu. cukup Nyonya dan tuannya yang memperlakukan Nadia seolah tidak pernah ada.


Kak numpang promosi novel baru aku, pernikahan kontrak pampirnya baca ya, sekalian nunggu novel ini up.


makasih