Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Aliwafa


Aliwafa tertawa karena terlalu marah “jadi ini yang kalian inginkan hah, Kalian tidak ingin mematuhiku? Benar- benar sangat bagus, jangan menyesali pilihanmu!” setelah mengucapkan kalimat itu dia segera pergi dari kelas 3D.


Begitu Aliwafa pergi kelas 3D menjadi sangat berisik kerana sorakan mereka. Aliwafa menghentikan langkahnya, dia menjadi semakin marah, dia segera pergi lagi pula dia tidak akan pernah mengajar kelas 3D lagi!.


Memang nya siapa yang mau mengajar di kelas terburuk itu? Selain dirinya. Dia tidak langsung pergi ke kantor guru, dia berjalan menuju ke kantor Akademik, guru hanya ada satu orang yang berjaga.


Wanita gendut itu melihat kanan kiri, setelah merasa aman dia menyapa Aliwafa “Sayang kenapa kau cemberut, apa terjadi sesuatu?”


“Ini semua karena anak- anak kelas 3D!”


Kemaran Aliwafa tidak mereda.


Saat mengatakan kelas 3D Aliwafa  menjadi sangat kesal. Kelas 3D adalah kelas terburuk mereka selalu membuat masalah, tapi pihak sekolahan tidak berani melakukan apa-apa karena latar belakang Mereka dari keluarga kaya.


Aliwafa sengaja menuangkan bensi ke bara api “Mereka seperti berandalan, mereka tidak pernah menghormati guru, kau sudah sepenuh hati mengajari mereka tapi mereka malah bertingkah seenaknya dan secara terbuka menentangku.”


Mery tidak tahu apa yang di rasakan Aliwafa, dia berpikir jika ini bukanlah masalah besar, semua akan baik- baik saja.


Setelah beberapa saat Mery berusaha menenangkan Aliwafa “sayang bersabarlah, kau tahukan latar belakang mereka bukan orang sembarangan, jika kita menyinggung mereka, kita yang akan rugi.”


“Aku tidak perduli, aku sudah bertahan selama satu semester untuk mengajar mereka, aku tidak mau berurusan dengan mereka lagi” Aliwafa sangat marah “sayang, kau harus memindahkanku dari kelas itu, kedepannya aku tidak perduli tentang siapa yang harus mengajar kelas 3D.”


Mery berada disituasi yang sangat sulit, pada dasarnya tidak ada satupun guru yang mau mengajar kelas 3D. jika tiba- tiba Aliwafa dipindahkan di tengah semester aka nada yang curiga.


Aliwafa melihat keragu- raguan dari tatapan Mery, dia menjadi semakin kesal. Dia memeluk tubuh mery dan berkata dengan ambigu “Jika kamu setuju malam …” dia membisikkan kalimat itu di telinga Mery. Otak Mery langsung aktif, dia menyetujui permintaannya.


Aliwafa keluar dengan perasaan Bahagia, dia yakin jika tidak akan ada guru yang mau mengajar dikelas 3D, karena tanpa dirinya mereka tidak akan mendapatkan guru Bahasa inggris.


Saat kemabli ke kantor guru dia melihat Sigit ynag sedang merapikan buku mata pelajaran.


Sigit tidak menanggapinya, dia sudah mulai curiga saat melihat siswa kelasnya berdiri diluar kelas, dia berpikir jika ada sesuatu yang tidak beres terjadi.


Standar mengajar Aliwafa sangat buruk, dia sering menjelek- jelekkan kelas 3D. secara alami Sigit tidak menyukai Aliwafa, dalam hati dia mendukung Tindakan para siswa, dia hanya menegurnya sebentar setelahnya tidak memarahi mereka.


Aliwafa Kembali berbicara dengan nada Sombong “Guru Sigit aku tidak mau mengajar murid- muridmu lagi, aku tidak perduli dengan nilai mereka. Mereka tidak pernah mematuhiku dan tidak menganggapku sebagai guru mereka.”


Guru Sigit berdiri membawa buku mata pelajaran, dengan acuh tak acuh dia berkata “Pilihan yang bagus” setelah itu dia keluar dari kantor.


Aliwafa menjadi sangat kesal dan malu secara bersamaan “Kau kerbau keras kepala” Umpatnya.


Guru kelas 3B datang menyapa Aliwafa dan memberinya selamat “Guru Ali selamat karena kamu sudah tidak lagi mengajar kelas 3D”


“Karena setandarmu sangat tinggi, mereka tidak pantas mendapatkan pengajaran dari mu” Imbuh Guru kelas 3C.


Aliwafa mengabaikan mereka, dia menjadi sangat sombong dari waktu ke waktu.


Dua guru itu Kembali ke tempat duduk mereka, mereka sangat kesal dengan perilaku sombong dan angkuh Aliwafa, jika bukan karena koneksi yang dia miliki, mereka tidak akan pernah memperlakukan Aliwafa yang sombong itu dengan baik, selama ini mereka takut oleh seseorang yang berada di belakang Aliwafa.


Kedua guru itu mengerutu.


‘Kau membenci siswa kelas D, apa kau pikir mereka sangat menyukaimu?’


‘Mengapa kau menjadi sangat sombong dan tidak terkendali!’


apa alur cerita ini sangat gak jelas kak, komen langsung dong biar aku paham, letak kesalahannya.


Mawar mawar mawar