Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Aliwafa kepergok


Hari berikutnya.


Berita jika Nadia memenangkan posisi pertama di olimpiade Matematika menyebar di sekolah, Aliwafa yang mendengar itu sangat kesal,  sebelumnya dia dengan percaya diri mengatakan jika Nadia akan mempermalukan nama sekolah jika dia menjadi perwakilan sekolah.


Nadia telah mendapatkan tempat pertama, bukannya saat ini dia sudah mempermalukan dirinya sendi?


Aliwafa menahan amarahnya didalam hati, dia mengambil buku mata Pelajaran di kentor kemudian pergi.


Saat Elisa datang dia mendangat jika Nadia mednapatkan peringkat pertama dalam olimpiade matematika, raut wajahnya menjadi sangat lusuh dan terlihat dengan jelas jika dia sangat khawatir akan sesuatu, dia duduk di kurnya kemudian mengambil buku untuk di baca.


Sementara Rindi yang baru saja datang, duduk disamping Elisa, penampilannya terlihat sangat kacaru, dia terlihat kurang tidur selama beberapa hari, sampai- sampai disekitar matanya menghitam seperti panda.


Sudah dua hari lebih dia tidak bisa tidur dengan nyenyak, karena dia tidak bisa menghubungi para preman sebelumnya.


Setaiap malam dia selalu bermimpi di tangkap polisi dan disiksa saat berada di dalam penjara.


Saat dia melihat Elisa dalam keadaan buruk, sia tidak berani mengganggunya, keles belum di mulai jadi Rindi memilih untuk tidur, sudah beberapa hari dia tidak tidur nyenyak, jadi dia merasa sangat ngantuk sekali.


Sementara siswa kelas 3A sedang bergosip tentang Nadia.


“Nadia sangat luar biasa, dia mendapatkan tempat pertama dalam olimpiade matematika, dia benar- benar sangat mengagumkan.”


“Kau benar, aku dengar jika dia mendapatkan 100 poin penuh dalam setiap sekmen.”


“Yang paling mengagumkan dia dapat mengisi, semua jawaban dalam waktu singkat, ini sebuah pencapaian yang sangat mustahil untuk orang biasa, dia terlahir sebagai seorang jinius yang sesungguhnya.”


“Kemampuan Nadia lebih baik dari pada Leni, aku penasaran apa yang mereka makan, sampai- sampai memiliki otak seencer itu.”


“Jika saja aku memiliki resep makanan mereka, mungkin aku juga akan menjadi pintar seperti mereka berdua”


“Aliwafa sangat sembrono, sebelumnya dia menentang Nadia masuk kedalam kelas ini, jadi dia pergi kekelas 3d, andai saja dia tidak bersikap angkuh seperti itu, kita akan memiliki teman jinius seperti Nadia.”


“hari ini akan menjadi kiamat, aliwafa akan melampiaskan amarahnya kepada kita semua!”


“Aku sangat menyesal mengapa sebelumnya aku, tidak mengikuti Leo Pindak kekelas 3d.”


“Semua guru memperlakukan kelas 3d dengan sangat baik, cara mengajar mereka tidak jauh berbeda dengan kelas kita.”


“semalam aku bermimi jika Aliwafa dikeluarkan dari sekolahan, dan ada guru lain yang menggantikannya.”


“Anda saja mimpimu itu jadi kenyataan.”


saat ini semuua murid berharap jika mimpi temannya itu menajdi kenyataan, mereka sudah tidak tahan berada di bawah pengajaran Aliwafa yang sangat arogan dan tidak manusiawi.


“dia sudah datang” Teriak seseorang saat melihat Aliwafa memasuki runag kelas.


Aliwafa seperti biasa memasang awajah muram, dia menatap Elisa, kemudian pandanganyya tertuju ke rindi yang tertidur pulas.


Aliwafa melempar buku yang dia bawa dan mulai memarahinya. “Rindi, kamu hanya tahu cara tidur sepanjang hari. Nilai Anda tidak bagus dan Anda bahkan tidur sepanjang hari. Apakah Anda di sini untuk belajar atau tidur?


Rindi terbangun oleh pukulan itu. Dia dengan cepat berdiri. “Maaf, Guru. Aku tidak akan berani melakukannya lagi.”


“Rindi , biarkan aku memberitahumu. Jika kamu berani tidur lagi, aku akan mengeluarkanmu dari sekolah. Tidak perlu bagi siswa seperti Anda di kelas. ”


Aliwafa kebetulan menyimpan dendam di hatinya dia sengaja melampiaskan amarahnya kepada Rindi yang tidur dikelas


"Aliwafa!"