Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
siswa kelas 3a ingin pindah kelas


Leo Kembali kekelas 3A, dia memngepak semua bukunya, dia menatap teman satu mejanya “Tolong bantu aku memindahkan mejaku.”


“Leo kau mau kemana?”


Leo tersenyum senang kemudian berkata “Aku akan pindah kekelas 3D.”


Siswa laki- laki itu terkejut untuk beberapa detik kemudian dia segera bertanya “apa kau bercanda?”


Dia tidak pernah membayangkan jika Leo akan pindah kekelas 3D.


“Cepat” Ucap Leo kesal.


“…” dengan cepat siswa beenama Roni itu membantu Leo “Apa kau benar- benar akan pindah kekelas 3d?” Tanyanya tak percaya.


“Apa kau pikir aku becanda?” Ucap Leo dengan lirikan tajam. Untung saat ini dia dalam suasana hati gembira, jika tidak sudah pasti dia kan memberi anak ini pelajaran.


“Tidak, Kenapa kamu memilih untuk pergi kekelas 3D?  bukannya kelas itu terkenal dengan nilainya yang hancur?” Roni benar- benar tidak tahu apa yang ada di pikiran Leo.


“Nilai hancur?” Leo menautkan Alisnya “Jika Nomor satu ada disana, apa itu masih yang terburuk? Apa kau mau terus- terusan mendegar ocehan Aliwafa yang tidak masuk akal itu?”


Setelah hubungan Aliwafa dan Merry terungkap oleh kedua Guru wali kelas. Sikap Aliwafa kepada Murid kelas 3A menjadi sangat buruk, dia lebih muudah tersinggung dari waktu kewaktu.Dia selalu memperlakukan siswanya sebagai sasmak tinju.


Saat mengingat hal itu membuat Rooni ingin oindah kekelas 3D, dia merasa iri dengan Leo. Dia berencana untuk menyusul Leo kekelas 3D.


Setelah Leo pergi, kelas menjadi heboh.


“Apa leo benar- benar pindah kekelas terburuk itu?”


“Dia tidak akan berbohong dengan hal seperti itu.”


“Sementara kita disini selalu di marahi oleh ALiwafa, hanya masalah sepele pun dia kan langsung marah- marah tidak jelas. Aku berpikir jika kelas 3D adalah kelas terbaik apalagi peringkat pertama ada di kelas itu.”


Semua siswa mulai setuju dengan pendapat itu, beberapa siswa ekpresi siswa juga setuju dengan hal itu.


“Setelah mendengar apa yang kamu katakana aku juga ingin pindah kelas.”


Rindi dan Elisa berada di satu meja, dia mendnegar dengan jelas ucapan mereka dia mulai memcibir “Kelas 3D adalah kelas terburuk sepanjang masa, orang yang berpikir kelas itu kelas terbaik adalah orang yang tidak memiliki pikiran.


“Sudah cukup”Tegur Elisa kesal. Saat ini suasana hati Elisa sedang buruk, dia menjadi semakin kesal setelah mendengar ucapan Rindi.


Rindi hanya bisa diam saat mendengar teguran Elisa, didalam hati dia merasa sangat kesal dengan sikap arogan Elisa.


hanya karena Elisa berasal dari keluarga kaya dia bisa bersikap semaunya, jika dirinya juga berasal dari keluarga kaya dia sangat yakin jika dia kan menjadi orang yang lebih baik seratus kali dari pada Elisa.


sementara semakin banyak siswa yang berkumpul, mereka semakin bersemnagat untuk bercerita.


“Kurasa dia mempunyai cita- cita sebagai seorang petinju, sampai- sampai setiap hari dia selalu memperlakukan kita sebagai sasmak tinju?”


“Dengan cara mengajarnya itu, apa dia pantas untuk mengajari kita?”


“Huh menyebalkan, aku ingin pindah kekelas 3D”


Saat ini bel kelas berbunyi, saat ini adalah kelas untuk Aliwafa. Aliwafa memasuki kelas, dia mendengar setiap keluhan dari mereka.


Wajahnya menajdi sangat suram, sebelumnya dia telah kehilangan murid berprestasinyan dans ekarang dia harus mendengar hinaan dari siswa kelasnya.


Dia tidak akan memebiarkan murid- mirid itu berperilaku semaunya, dia tidak berniat untuk melepaskan mereka begitu saja.