Menjadi Ayah Untuk Keponakanku

Menjadi Ayah Untuk Keponakanku
Bab 67. Marsha Cemburu


Bab 67


"Assalamualaikum, Marsha. Cintaku … Sayangku … calon ibu anak-anakku. Apa maksudnya pesan barusan?" tanya Arga dengan sedikit gugup. 


Laki-laki itu berusaha merayu pujaan hatinya agar tidak marah. Dia tidak mau kalau Marsha marah dan memutuskan hubungannya padahal pernikahan sudah mereka rencanakan.


Mulut Pandu menganga lebar. Jika bukan buatan Tuhan mungkin saja akan jatuh rahangnya, saking terkejut dia mendengar ucapan Arga. Seumur-umur dia baru pertama kali mendengar sahabatnya menggombal seperti ini. Saat berpacaran dengan Valerie saja tidak pernah mengucapkan kata-kata itu.


"Wa'alaikumsalam. Justru aku yang harusnya bertanya kepada Kak Arga. Apa maksudnya komentar-komentar yang ditulis oleh kerabat keluarga Wibowo yang ada di postingan sosial media Dewi?" Terdengar suara Marsha dengan nada ketus.


"Aku tidak tahu postingan yang mana, karena sudah lama aku tidak main sosial media," balas Arga mulai tidak tenang.


"Buka saja sosial medianya. Toh, nama Kakak di tag terus sama mereka semua," kata Marsha.


"Kok, tidak ada notifikasi masuk ke hp aku, ya?" 


"Masa? Jangan bohong! Aku tidak suka dibohongi."


"Ya Allah, untuk apa aku berbohong sama kamu, Marsha. Nih, aku kirim screenshot ke kamu sekarang."


Arga membuka beberapa aplikasi sosial media miliknya yang sudah lama tidak dia buka. Sudah hampir satu tahun laki-laki itu tidak bermain di dunia maya. Saat memeriksanya tidak ada satu pun postingan terbaru yang menandai dirinya. Lalu, dia mengirimkan semua screenshot itu.


"Bagaimana? Tidak ada, 'kan."


Hati Arga yang sempat cemas kini menjadi lega, karena tidak terbukti kalau dia berbohong kepada calon istrinya. Jika, ketahuan sudah berdusta, bisa-bisa tamat sudah riwayat percintaannya dengan Marsha.


"I–tu, kenapa di sini nama akunnya … Ayah Alva?" 


Terdengar suara lirih malu-malu milik Marsha. Sudah bisa dipastikan wanita itu sedang merasa senang sekaligus malu, karena Arga menggunakan nama yang dianggapnya alay.


"Dulu aku membuat akun baru itu setelah menikah dengan kamu. Kebetulan hp yang biasa aku pakai rusak ke lindes ban mobil. Untuk akun yang bernama Arga sudah sangat lama tidak aku pakai. Mungkin sudah sekitar empat atau lima tahunan," jelas Arga.


"Bukannya kita sudah berteman juga di sosmed? Kita saling follow saat makan malam di restoran. Lalu, aku posting foto kebersamaan kita. Masa kamu lupa?" lanjut Arga dan tidak terdengar suara Marsha di seberang sana.


"Eh, tunggu! Kenapa kamu bisa punya akun lama aku? Apakah kita sudah saling follow dahulu?" tanya Arga penasaran karena dia tidak begitu ingat akan pertemanan dirinya dengan Marsha sebelum mereka menikah.


Marsha masih diam tidak bicara dan itu membuat Arga gemas. Jika wanita itu ada di depan matanya sudah dia terkam dengan penuh cinta.


"Coba buka akun milik aku yang baru itu!" titah Arga.


"Kenapa?" tanya Pandu.


"Marsha cemburu. Tapi, kenapa aku malah senang seperti ini," jawab Arga.


"Memangnya apa yang membuat dia cemburu?" tanya Pandu penasaran.


Arga juga penasaran dengan komentar yang dimaksud oleh Marsha. Lalu, dia pun meminjam handphone milik Pandu untuk mengecek akun lamanya.


Sebenarnya Arga kesal dengan kata-kata kerabatnya yang menjodohkan dirinya dengan Dewi. Bola matanya terus bergerak menelusuri setiap postingan yang dibuat oleh Dewi yang menandai dirinya. Ternyata bukan foto-foto mereka saat di "NEGERI IMPIAN", kemarin. Foto-foto saat mereka di Surabaya dahulu pun Dewi posting.


***


Sementara itu di rumah Bagas, Marsha sedang menenggelamkan mukanya ke bantal. Betapa malunya dia saat ini setelah membuka akun yang diminta oleh Arga. Banyak foto-foto Arga dengan Alva juga dengan dirinya yang sedang hamil. Saat hubungan keduanya dalam keadaan baik, mereka berdua sering mengabadikan kebersamaan itu dan dibagikan kepada khalayak umum.


"Kenapa di sana masih tertulis menikah dengan Marshanda? Lalu, untaian kata-kata cinta yang dia buat untuk aku itu, membuat aku tidak bisa berkata apa-apa lagi."


Saat Marsha sedang koma, Arga melampiaskan rasa rindunya melalui kata-kata yang dia tulis di status akun sosial media miliknya. Sebagai seorang mantan casanova yang pandai merayu, tentu tidak sulit mengungkapkan perasaannya melalui rangkaian kata.


"Tapi, kesal juga baca status Dewi dan komenan kenalannya. Mana dia sudah bilang kalau Kak Arga adalah duda," gerutu Marsha sambil memukul bantal.


"Berarti Dewi belum tahu akun yang sekarang digunakan oleh Kak Arga? Baguslah, biar Kak Arga tidak menanggapi postingan wanita itu."


***


Berbeda dengan Marsha dan Arga yang sempat gusar akan beberapa postingan di akun sosial media milik Dewi. Wanita itu merasa sangat bahagia karena mendapat dukungan banyak kerabatnya agar berjodoh dengan Arga.


"Jika eyang Sari membaca status aku ini, bagaimana, ya?" Sari sangat ingin tahu tanggapan wanita yang sudah membesarkan dirinya itu.


Dewi tersenyum senang sambil memutar-mutar kursi meja belajar milik Sakti. Ditangannya ada sebuah gawai yang sejak tadi terus berbunyi karena adanya notifikasi pesan masuk ke akunnya


"Semoga saja ada salah seorang dari kerabat yang bilang ke eyang Sari, untuk menjodohkan aku dengan Kak Arga," gumam Dewi dengan penuh harap.


***


Apakah keinginan Dewi bisa bersanding dengan Arga tercapai? Ikuti terus kisah mereka, ya!