
Bab 103
Kakak beradik itu saling beradu pandang. Keduanya agak terkejut karena bisa bertemu di sini. Valerie memang mau menemui Arga, tetapi dia juga sudah mempersiapkan diri jika bertemu dengan Mariana. Sementara itu, sang adik tidak tahu menahu kalau kakaknya sudah bebas dari penjara.
"K–ak Va–Valerie, kok ... ada di sini?" Mariana tergagap dengan ekspresi wajah seakan tidak percaya dengan apa yang sedang dilihat olehnya.
"Hai, Mariana. Sudah lama kita tidak bertemu, ya?" Valerie tersenyum manis kepada adiknya.
Arga hanya terdiam melihat secara bergantian kepada dua wanita sedarah dan sekandung itu. Dia tahu kalau hubungan keduanya sering tidak akur. Selalu saja ada yang menjadi permasalahan di antara mereka.
"Kenapa? Kamu terkejut melihat aku sudah terbebas dari penjara?" tanya Valerie dengan senyum manis masih menghiasi wajahnya yang semakin cantik.
Tentu saja Mariana merasa terkejut dan penasaran kenapa kakaknya bisa bebas. Sedangkan dahulu dia tidak ada uang untuk pembebasan dan ganti rugi kepada keluarga korban.
Valerie menatap tajam kepada Mariana. Terlihat jelas kalau sorot matanya memancarkan rasa benci kepada saudaranya itu. Sang adik tidak mau mengeluarkan uang untuk membebaskan dirinya dahulu dari penjara. Padahal dia meminta rumah peninggalan kedua orang tuanya dijual lalu uangnya digunakan untuk ganti rugi kepada keluarga korban. Namun, saudaranya itu tidak mau dengan dalih hanya itu satu-satunya harta peninggalan kedua orang tuanya yang sangat berharga.
"Asal kamu tahu saja kalau aku punya banyak kenalan yang mau menolong. Mereka tidak merasa sayang memberikan aku uang yang sangat banyak. Tidak seperti saudara kandungku sendiri yang tidak mau membantu atau menolong. Aku tidak jadi di penjara karena aku mampu membayar denda dan memberikan uang santunan kepada keluarga korban," lanjut Valerie dan itu membuat Arga juga Mariana terkejut.
Arga juga sudah menduga akan hal ini. Dia menyayangkan akan tindakan dan perbuatan mantan kekasihnya. Laki-laki itu merasa kalau Valerie sama seperti Mariana yang menjadi partner ranjang Pandu. Namun, orang yang menjadi rekan wanita itu, dia tidak tahu siapa.
"Bilang saja kamu menjual tubuhmu kepada laki-laki kaya raya. Jadi, dia bisa memberi kamu uang yang sangat banyak," ujar Mariana dengan nyaring dan itu sukses membuat orang-orang yang ada di sana mengalihkan perhatian kepada mereka bertiga.
Orang-orang di kantin kebanyakan tahu siapa itu Arga, Mariana, dan Valerie. Kisah mereka bertiga sudah menjadi rahasia umum di kantor itu. Namun, tidak ada yang protes atau mendemo atas kelakuan mereka.
Arga menatap lekat Valerie terutama bagian lehernya. Meski sudah samar, dia masih bisa melihat ada bekas tanda ****** yang sudah beberapa hari.
'Alhamdulillah, ya Allah. Engkau memberikan aku jodoh Marsha, bukan Valerie,' batin Arga.
"Lalu, kamu sendiri bagaimana? Bukannya kamu juga menjual tubuhmu kepada Pandu!" pekik Valerie.
Para pegawai kantor sudah tidak merasa aneh jika Mariana dan Pandu melakukan hal itu. Keduanya sering kepergok bermesraan oleh orang-orang di kantor perusahaan. Baik itu berpelukan atau berciuman. Kadang para office boy atau office girl sering menemukan benda-benda terlarang di kamar khusus milik Pandu.
Mariana yang kesal dan marah kepada Valerie langsung saja menampar pipi mulus kakaknya. Semua orang pekerja atau pegawai perusahaan tahu kalau Pandu sudah memiliki tunangan yang bernama Ratu. Dia tidak ingin dicap lebih buruk lagi oleh rekan kerjanya.
Valerie tidak mau kalah. Dia pun memberikan tamparan yang tidak kalah keras kepada pipi ranum milik Mariana. Sampai wanita ini hampir tersungkur ke lantai jika Arga tidak menahan sebelah lengannya.
'Aduh, kenapa mereka malah ribut di sini? Bikin malu saja. Aku sebaiknya kabur dari sini,' batin Arga lalu dia pun segera pergi ke masjid untuk melaksanakan tugas kewajiban dia sebagai seorang muslim.
***
Marsha malah tertawa terkekeh mendengar cerita Arga yang kabur karena malu sama kelakuan kedua wanita itu. Entah kenapa dia tadi merasa penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh kedua kakak beradik itu.
"Semoga saja Valerie beneran berubah menjadi sosok yang lebih baik lagi," kata Marsha.
"Lalu, apa kamu mau menerima pertemanan dengan Valerie?" tanya Arga kepada sang istri.
***
Apakah Marsha mau menerima pertemanan Valerie? Ikuti terus kisah mereka, ya!