Menjadi Ayah Untuk Keponakanku

Menjadi Ayah Untuk Keponakanku
Bab 46. Kembali Ke Ibu Kota


Bab 46


"Kak Arga?" Seorang laki-laki berpenampilan sederhana menyapa, saat mereka berjalan ke luar komplek pemakaman umum. 


Arga tidak begitu ingat dengan laki-laki itu. Namun, dia menerima uluran tangannya. 


"Maaf, aku lupa … siapa, ya?" tanya Arga.


"Aku, Gunawan. Masa kamu lupa," jawab laki-laki itu.


Arga ingat kepada temannya Sakti. Orang yang sering bermain dan kadang menginap di rumah orang tuanya. Pemuda yang sering bekerja serabutan di rumahnya untuk biaya sekolah dia dan kedua adiknya. Orangnya baik dan sopan sehingga ibunya sering memberi uang lebih.


"Ya Allah, maafkan aku yang lupa sama kamu. Bagaimana kabar kamu?" tanya Arga.


"Ya, beginilah kalau hidup di kampung, Kak," jawab Gunawan sambil mengangkat kedua bahunya.


"Mbak Marsha, apa kabar?" tanya Gunawan saat melihat ke arah wanita itu.


"Alhamdulillah, baik," jawab Marsha sambil menundukkan pandangan.


Gunawan adalah salah seorang pekerja yang bekerja kepada Bagas. Laki-laki itu bekerja sebagai sopir truk yang akan mengirimkan sayuran dan buah-buahan ke berbagai kota.


"Kamu mau ke mana?" tanya Arga.


"Mau menemui Sakti. Aku sering datang ke sini jika sedang senggang," jawab Gunawan.


Mereka pun berpisah karena Alva ingin pergi bermain dan membeli es krim. Selama perjalanan pulang hanya bocah itu yang terus mengoceh dan sesekali Arga atau Marsha menanggapi.


***


Selama liburan di kampung Arga menghabiskan waktu bersama Alva dan terkadang Marsha juga ikut jika tidak terapi. Perkembangan kesehatan Marsha untuk bisa berjalan normal, sangat cepat. Sebelum Arga kembali ke kota, wanita itu sudah bisa berjalan lancar tanpa menggunakan kruk. Bahkan sudah bisa berlari kecil mengejar Alva.


"Jaga diri baik-baik, ya? Kalau ada apa-apa hubungi aku," ucap Arga kepada Marsha dan Alva.


Bocah kecil itu menangis ingin ikut dengan Arga. Meski semalam mereka sudah tidur bersama, ditambah menghabiskan berenang di kali sampai siang tadi, buat Alva belum puas bermain dengannya. Jika tidak ingat dengan tanggung jawab terhadap pekerjaannya, rasanya dia juga enggan kembali ke kota.


Dia sengaja mendatangi rumah Bagas untuk berpamitan. Sebelum pergi dia ingin bertemu dengan buah hati dan pujaan hatinya.


"Aku harap kamu bisa menjaga diri dengan baik. Jika merasa rindu dan ingin melihat wajah tampan aku, lakukan video call," bisik Arga kepada Marsha.


Wanita itu malah memalingkan wajah. Kesal karena laki-laki itu sering menggoda dan menggombal.


"Urus saja wanita itu. Aku yakin dia tidak akan melepaskan dirimu sampai kapan pun," balas Marsha.


Senyum lebar menghiasi wajah Arga. Dia senang karena Marsha cemburu, ini yang ada di dalam pikiran laki-laki itu. Terlihat jelas dari pancaran mata wanita itu.


"Akan aku pastikan hanya ada kamu di dalam hatiku sekarang. Tidak ada wanita lain. Seperti ucapan kamu tadi, aku akan selesai urusan dengan Valerie," ucap Arga dengan sungguh-sungguh.


"Dasar tukang gombal! Aku tidak butuh."


Ada getar dalam hatinya yang dirasakan oleh Marsha. Meski dia kesal dan tidak mau mengakui, kalau hanya Arga yang bisa membuatnya seperti ini. Namun, dia tidak yakin akan masa depannya dengan laki-laki itu.


Bagas dan Indah hanya bisa mendoakan keselamatan Arga dalam perjalanan pulang. Keluarga mereka berdua sudah tahu akan perceraian itu. Tidak ada yang mempermasalahkan. Jika mereka berjodoh maka akan kembali merajut tali pernikahan. Bukan niat kedua orang itu mempermainkan pernikahan. Semua ini awalnya adalah kesalahan orang tua mereka yang memaksa Arga untuk menikahi Marsha yang sedang hamil. Mereka juga tidak akan menentang jika suatu saat nanti Arga dan Marsha ingin mengikat hubungan dalam pernikahan. Namun, jika Marsha tidak mau, maka Arga jangan memaksanya.


***


Senin pagi Arga masuk ke kantor. Kedatangan dia disambut gembira oleh Pandu. Kedua sahabat itu berbincang-bincang sebelum memulai pekerjaan. Tiba-tiba pintu dibuka dengan kasar. Terlihat ada Mariana datang dengan napas memburu. Wajah wanita itu terlihat pucat.


"Arga, Kak Valerie mengalami kecelakaan. Aku baru tahu barusan, karena berangkat kerja dari apartemen. Saat ini sedang dalam perjalanan ke rumah sakit," ucap wanita yang berpenampilan seksi yang akan membuat laki-laki berpikir liar.


"Lalu, kenapa kamu lamah datang ke ruangan aku, bukan pergi ke rumah sakit?" balas Arga dengan nada kesal.


"Karena Kak Valerie kecelakaan saat akan pergi ke kampung halaman kamu, Arga?" teriak Mariana dengan kesal.


"Mau apa dia datang ke kampung halaman aku?" tanya Arga dengan sedikit terkejut.


***


Benarkah Valerie mengalami kecelakaan? Apa tujuan Valerie datang ke kampung halaman Arga? Ikuti terus kisah mereka, ya!