
Bab 63
Saat Marsha akan memberi tahu Arga, tahu-tahu Dewi sudah berdiri di dekat mereka. Mulut ibunya Alva langsung kembali menutup dan melirik tidak suka kepada wanita yang tidak tahu malu itu. Sejak turun dari mobil selalu saja dekat-dekat kepada Arga.
Melihat Marsha yang tidak jadi bicara, ini membuat Arga berpikir kalau yang akan mereka bicarakan itu bersifat rahasia. Maka, dia pun langsung mengajak mereka semua mendatangi area ANJUNGAN 5 NEGARA. Ada Taman Korea, Belanda, Jepang, India, dan Yunani. Di setiap taman itu disuguhi pemandangan ala-ala negara itu.
"Lihat, mereka memakai baju kimono dan yukata!" tunjuk Marsha kepada beberapa orang yang sedang berfoto di depan bangunan khas Jepang.
"Aku juga ingin. Kita coba, yuk!" Arga melirik ke arah Marsha dan wanita itu mengangguk.
Arga mengajak Marsha dan juga Alva untuk memakai baju tradisional khas negara-negara itu. Lalu, mereka berfoto bersama. Tampak raut kebahagiaan menghiasi wajah orang-orang itu.
'Aku tidak menyangka kalau Kak Arga akan terlihat seperti ini. Aduh, jantungku semakin berdebar-debar,' batin Marsha sambil melirik malu-malu kepada mantan suaminya.
Diam-diam Marsha mengagumi laki-laki itu. Mau memakai baju apa pun tetap terlihat gagah dan tampan. Sementara itu, Alva yang juga ikut-ikutan seperti Arga terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Bahkan menjadi objek foto orang-orang yang ada di sana.
'Aku akan menunjukkan kepada orang-orang kalau hubungan aku dengan Mas Arga sangat baik. Syukur-syukur mereka akan menjodohkan aku dengan Mas Arga,' batin Dewi saat menatap Arga yang sedang tertawa bersama Marsha dan Alva.
"Mas Arga, kita juga berfoto, ya!" pinta Dewi dan Arga hanya mengangguk.
Dewi juga sama ikutan memakai baju tradisional seperti Marsha. Dia ingin mengirimkan foto-foto mereka itu kepada Sari dan grup keluarga yang ada di Surabaya.
"Kita ambil di spot itu, Mas!" ajak Dewi ke sebuah kursi seperti sarang burung.
Arga pun menuruti, karena yang merasa kalau Dewi adalah saudaranya, jadi merasa biasa saja, tidak ada rasa spesial. Selain itu, hubungan mereka juga baik.
Dewi berusaha membuat Marsha cemburu dengan berfoto bersama Arga. Namun, Marsha malah tidak memedulikan mereka yang sedang berfoto. Wanita itu juga sibuk berfoto bersama anak dan kedua orang tuanya.
'Dia pikir aku akan marah dan menunjukkan raut wajah sedih atau terluka. Maaf saja, karena aku tahu Kak Arga itu cintanya sama aku,' batin Marsha saat sejenak beradu pandang dengan Dewi.
"Mbak Marsha," panggil Gunawan.
"Eh, Gunawan. Lagi liburan juga?" tanya Marsha saat melihat ada kenalannya.
"Iya. Anter adik-adik yang ingin liburan ke tempat viral," jawab Gunawan sambil menunjuk ke arah anak-anak kecil dan remaja.
"Mereka semua adikmu?" tanya Marsha setelah melihat ke arah yang ditunjuk Gunawan.
Arga merasa cemburu saat melihat Marsha sedang berbicara dengan Gunawan. Sebagai laki-laki yang tahu betul bahasa tubuh kalau orang itu suka sama Marsha.
"Hai, Gunawan," sapa Arga dengan senyum lebar.
"Eh, Kak Arga. Ada di sini juga?" tanya Gunawan sambil tersenyum simpul.
Berita kalau Arga dan Marsha sudah bercerai kini sudah diketahui banyak orang. Salah satunya adalah Gunawan. Makanya dia terkejut saat melihat Arga di sana. Selama menjadi istri Arga, dia tidak berani mendekati Marsha.
Dewi yang berdiri di samping Arga pun ikut memerhatikan Gunawan. Dia juga bisa melihat kalau laki-laki itu menyukai Marsha.
'Bukannya dia ini salah satu pekerja Pakdhe?' Dewi bertanya dalam hatinya.
Jalan-jalan di wisata itu menjadi semakin ramai karena Gunawan dan rombongannya ikut bersama keluarga Marsha. Arga jadi semakin posesif kepada Marsha, dia ingin menunjukkan kalau wanita itu adalah miliknya.
Selama mereka jalan-jalan di sana, Arga menggendong Alva dan menggandeng tangan Marsha. Apalagi saat di bagian taman labirin dan dunia satwa. Wanita itu agak ketakutan dan tanpa sadar sering merangkul pinggang mantannya. Bahkan menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang laki-laki.
Tentu saja Dewi merasa sangat kesal. Mau marah, dia tidak punya hak. Ini karena dia bukan siapa-siapa Arga. Wanita itu hanya bisa mengomel dan mengrutuki Marsha di dalam hatinya.
***
Arga dan Marsha tidak bisa berbicara serius tentang sesuatu yang penting itu. Baik Dewi dan Gunawan terus mengikuti keduanya.
"Marsha," bisik Arga dan wanita itu menggeleng.
"Dewi apa kamu tidak mau berfoto seperti adiknya Gunawan?" tanya Arga agar wanita itu menjauh darinya.
"Tidak, Kak," jawab Dewi.
Sebenarnya Arga sudah beberapa kali mancing Marsha agar mau mengatakan apa yang ingin dibicarakan dengannya tadi. Namun, wanita itu bersikukuh akan mengatakan saat mereka berdua saja.
karena tidak mau kalau pembicaraan itu didengar oleh orang lain.
"Sebentar lagi waktu Zuhur. Kita makan bersama sebelum pulang," ucap Arga.
Marsha dan Arga memutuskan untuk membicarakan hal itu lewat telepon saja, karena sudah tidak ada waktu lagi. Laki-laki itu juga bersiap pergi ke ibu kota setelah mengantarkan keluarga Marsha ke rumahnya.