
Bab 102
Hari-hari berlalu dengan damai, aman, dan tentram. Kehidupan Arga dan Marsha pun sedang hangat-hangatnya karena masih kehitung pengantin baru. Pengobatan Arga pun menunjukkan kemajuan. Hasil tes laboratorium terakhir menyatakan kalau kwalitas sper*ma miliknya juga sudah bagus.
"Sayang, kata mama tadi ditelepon Alva disuruh diantarkan ke kampung saja jika kita pergi honeymoon," ucap Arga.
"Kasihan Alva, Mas. Masa kita bersenang-senang, dia ditinggalkan sama Oma dan Opanya," balas Marsha tidak setuju.
Kini pasangan suami istri itu sedang duduk bersandar di atas peraduan hangat mereka. Keduanya duduk saling merangkul, hal yang sering dilakukan setiap hari.
"Kita tanya Alva saja. Apa mau ikut atau tidak dengan kita," ujar Arga akhirnya.
Bagi Arga keikutsertaan Alva di acara honeymoon mereka itu tidak masalah. Namun, ibunya tadi bilang sebaiknya pergi berdua saja agar hasilnya maksimal dan tidak ada gangguan.
Marsha merasa tidak enak jika dirinya bersenang-senang di tempat yang indah dan menyenangkan bersama Arga. Sementara Alva diasuh oleh mertuanya.
"Ini semua keinginan mama, Sayang." Arga membawa Marsha untuk tidur.
***
Betapa senangnya Arga karena Alva lebih memilih ikut bersama Oma dan Opanya. Katanya ingin bermain di sawah dan memberi makan ikan di kolam.
"Jadi kapan Bunda sama Ayah pergi ke Lombok?" tanya Alva saat mereka akan sarapan.
"Insha Allah, minggu depan," jawab Arga.
"Asyik! Jadi, aku bisa ikut main di festival pasar malam." Alva bertepuk tangan.
Arga dan Marsha mengkerutkan kening. Mereka tidak tahu kalau di kampung ada acara itu.
"Kata Oma di sana sedang ada festival pasar malam. Nanti aku akan diajak ke sana," ucap Alva mengaku.
Arga dan Marsha pun tersenyum senang karena putranya juga nanti di sana akan bersenang-senang. Tadinya mereka akan merencanakan setelah pulang honeymoon, akan mengajak Alva ke taman hiburan dan ke kebun binatang.
***
Pekerjaan Arga di kantor semakin sibuk karena memajukan semua agenda minggu depan ke minggu ini. Dia tidak mau dibebani pikiran akan masalah pekerjaan yang belum diselesaikan.
"Pak, ada tamu," ucap Sarah, sekretaris baru Arga.
"Siapa?" tanya Arga.
Arga melihat jam di pergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukkan jam istirahat. Maka dia pun memilih pergi ke kantin perusahaan. Dia tidak mau berduaan dengan Valerie. Laki-laki itu berjaga-jaga dari fitnah.
"Kebetulan aku akan keluar untuk makan siang. Biar dia ikut ke kantin," ucap suaminya Marsha.
Arga pun mengirim pesan kepada Marsha kalau dia tidak akan makan siang di rumah. Karena ada Valerie menemuinya dan akan makan di kantin.
Untungnya Marsha mau mengerti dan meminta Arga untuk berhati-hati dan menjaga dirinya. Wanita itu tidak mau kalau ini akan menjadi kedekatan kembali mereka berdua.
"Ada perlu apa?" tanya Arga kepada Valerie yang menatapnya dengan penuh damba dan tersenyum manis.
"Aku ingin bertemu denganmu. Dan ingin meminta maaf. Selain itu aku juga ingin memulai hubungan dengan pertemanan denganmu," jawab Valerie.
Arga dan Valerie pun pergi ke kantin. Keduanya memesan makanan. Diam-diam Arga menyalahkan rekaman yang terhubung ke nomor Marsha.
"Dulu aku melihat Marsha dan anak laki-laki yang mirip denganmu di mall. Sekarang gimana kabar mereka?" tanya Valerie basa basi.
"Alhamdulillah, mereka baik," jawab Arga dengan santai tanpa melihat ke arah Valerie.
Valerie kini merasa canggung kepada Arga. Laki-laki itu terasa menjadi orang lain. Dia bingung harus berbuat apa kalau mantannya seperti ini.
"Kapan-kapan bolehkah aku menemui Marsha dan anak kalian? Kalau bisa aku ingin menjadi teman dia," tanya Valerie.
"Aku akan tanyakan itu nanti kepada istriku," jawab Arga sengaja mengatakan kata "istriku" agar wanita yang duduk di depannya ini sadar diri.
Keduanya pun makan dalam diam. Terlihat sekali Arga dengan cepat melahap makanannya agar dia bisa cepat pergi dari sana.
"Arga!" Mariana datang menghampiri mereka.
"Kak Valerie?"
Mata wanita itu membulat saat melihat ada Valerie duduk di meja yang sama dengan Arga. Dia tidak tahu kalau kakaknya sudah keluar dari penjara.
"Ba–gaimana bisa Kak Valerie a–da di sini?" tanya Mariana tergagap.
***
Ingin tahu kisah honeymoon Arga dan Marsha seseru apa? Ikuti terus kisah mereka, ya!