
Keheningan sejenak menyelimuti Amara dan Rendra karena Amara tak menjawab perkataan Rendra. "Aku rasa tidak begitu. Kak Aga tidak mungkin cemburu kepadamu."
"Ya. Aku harap juga hanya perasaanku saja." Timpal Rendra.
Amara mengangguk-anggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Rendra. Tidak ingin terlalu lama membahas tentang Aga, Amara memilih mengalihkan pembicaraan ke hal lain. Dan tentu saha pembahasan mereka kembali pada Agatha. Tentang apa saja kegiatan Agatha selama ia berada di luar kota. Tak lupa Amara mempertanyakan keadaan Agatha karena akhir-akhir ini Agatha jarang menghubunginya dengan alasan sibuk.
**
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam lamanya, akhirnya mobil milik Rendra pun sampai di kediaman Amara. Suasana di depan rumah Amara saat ini nampak ramai dengan kedatangan Naina dan keluarga kecilnya. Melihat kedua keponakannya kini berada di rumah orang tuanya, membuat Amara lantas saja keluar dari dalam mobil Rendra dan berlari ke arah Zeline dan Ziko yang sedang asik menikmati semangkuk cup es krim di tangannya.
"Anty Mara!" Seru Zeline melihat anty kesayangannya sudah pulang ke rumah.
"Ponaan Anty yang centil!" Amara melepaskan rindu dengan menghujani kedua pipi Zeline dengan ciuman. Setelahnya berganti pada Ziko hingga membuat Ziko menangis karena Amara terlalu kuat menciumnya.
"Hahaha!" Bukannya merasa bersalah telah membuat Ziko menangis, Amara justru merasa senang.
"Kau ini..." Naina segera mengusap rambut putranya guna menenangkan Ziko yang sedang menangis.
"Kak Naina, Kak Daniel." Rendra nampak mendekat sambil menarik koper milik Amara. Melihat Rendra membawa koper miliknya membuat Amara menjadi tak enak hati melihatnya.
"Rendra," Naina tersenyum seraya menerima uluran tangan Rendra. Sementara Daniel, pria itu nampak terkejut melihat Rendra pulang bersama dengan Amara.
"Rendra, kenapa kau bisa pulang bersama Amara?" Tanya Daniel bingung. Ia pikir Amara akan pulang ke ibu kota bersama dengan Aga.
"Kau ini memang pria sejati." Daniel menepuk pundak Rendra.
Rendra tersenyum. "Kakak bisa saja." Ucapnya sungkan.
Keluarnya Ibu Fatma dari dalam rumah menghentikan percakapan Daniel dan Rendra. Melihat kedatangan Amara dan Rendra membuat Bu Fatma sedikit terkejut karena bukan Aga yang mengantarkan Amara pulang. Namun setelah mendengar penjelasan dari Amara membuat Bu Fatma paham lalu mengajak Rendra untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Anty Mara tunggu!" Zeline menghentikan pergerakan Amara yang hendak masuk ke dalam rumah menyusul Naina dan yang lainnya.
"Ya, ada apa centil?" Tanya Amara sambil memberikan usapan di kepala Zeline.
"Anty Mara kenapa tidak pulang dengan Om Aga saja? Jahat sekali itu tinggalkan Om Aga pulang sendiri!" Protes Zeline seraya berkacak pinggang.
Perkataan Zeline sontak saja membuat Amara terkesiap hingga menutup mulut Zeline dengan tangannya karena takut suara Zeline terdengar sampai ke dalam rumah.
Zeline pun segera melakukan aksi berontak tak terima dibekap oleh Amara. "Anty kenapa tutup mulut Zel!"
"Karena kau sudah asal bicara centil." Sungut Amara.
"Zel tidak asal bicara, Anty. Zel bicara apa adanya. Anty Mara benar jahat pada Oom ganteng Zel sampai meninggalkan Om pulang sendiri dan pulang berdua dengan Om Rendra!"
***