Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Untuk Terakhir Kalinya


Tak lama setelah kepergian Amara dan Rendra, Aga nampak menghampiri Anjani membawakan minuman untuk dirinya dan Anjani.


"Ini," ucap Aga seraya menyerahkan minuman pada Anjani.


"Terima kasih." Anjani menerimanya lalu menyeruputnya.


Aga membiarkan Anjani menikmati minumannya lebih dulu lalu akhirnya mengajak wanita itu untuk pulang.


Anjani yang sebenarnya masih ingin berlama-lama berdua dengan Aga pun terpaksa mengiyakannya karena tidak ingin membuat Aga jadi risih karena dirinya yang terlalu banyak meminta.


Ya, sejak awal masuk ke area pasar malam Anjani sudah terlalu banyak meminta pada Aga. Dari mulai ingin naik wahana permainan yang sangat tidak diinginkan oleh Aga sampai meminta Aga mengantri minuman untuknya.


*


"Anjani, aku sudah menepati janjiku kepadamu selama satu bulan ini menemanimu kemana pun kau mau. Untuk selanjutnya aku tidak bisa lagi menemanimu di saat kau menginginkannya karena aku tidak ingin kedekatan kita disalahartikan oleh banyak orang." Ucap Aga setelah mobil miliknya melaju di jalan raya meninggalkan area pasar malam.


"Kenapa kau berbicara seperti itu, Aga? Kenapa sekarang kau sangat peduli dengan pendapat orang lain? Sebelumnya kau tidak seperti ini." Jawab Anjani dengan menahan rasa tak suka dalam hati mendengar permintaan Aga.


Aga menatap lurus ke depan sambil mengingat banyaknya opini dari rekan kerja atau karyawannya yang mengira dirinya dan Anjani menjalin sebuah hubungan melihat kedekatan mereka akhir-akhir ini. "Aku hanya malas saja disibukkan dengan banyak pertanyaan dari orang-orang di luar sana." Jawab Aga.


Anjani tak percaya begitu saja mendengarnya. Ia yakin ada alasan lain yang membuat Aga mengambil keputusan seperti saat ini.


"Baiklah, tapi bukan berati kau tidak mau jika sesekali aku mengajakmu bukan?" Tanya Anjani.


"Aku akan memikirkannya nanti." Jawab Aga.


Anjani tersenyum kecut mendengar jawaban dari Aga. Sejak dulu sampai saat ini Aga selalu saja bersikap seolah tidak mengerti jika dirinya sangat ingin berdekatan dengan Aga dan menginginkan Aga lebih dari sekedar teman.


"Apa kau ingin mampir lebih dulu?" Tawar Anjani.


Aga menggelengkan kepala. "Lain kali saja. Waktu sudah sangat malam."


Anjani mengangguk paham lalu keluar dari dalam mobil setelah mengucapkan terima kasih pada Aga.


Aga pun langsung saja melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumah Anjani setelah Anjani turun dari dalam mobilnya.


"Aga, aku akan selalu mencari cara agar kau mau menemaniku lagi seperti akhir-akhir ini." Gumam Anjani sambil menatap kepergian mobil Aga.


*


Aga menepikan mobilnya di pinggir jalan tepat di bawah lampu penerang jalan. Ia menghembuskan napas kasar di udara saat bayangan Amara yang sedang berduaan dengan Rendra kembali terlintas di benaknya.


Sebuah notifikasi pemberitahuan yang terdengar dari ponselnya membuat Aga segera mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


Setelah menghidupkan layar ponsel, Aga melihat pemberitahuan jika Amara baru saja membagikan story di akun sosial medianya. Merasa penasaran, Aga lantas saja membukanya dan melihat story yang baru beberapa detik yang lalu dibagikan oleh Amara.


Di story yang Aga lihat terlihat jelas Boomerang wajah Amara dan Rendra memenuhi layar ponselnya. Ada rasa tak suka yang menyeruak di dalam hati Aga melihat video kedekatan Amara dan Rendra tersebut.


"Mereka sudah sedekat ini?" Gumam Aga dengan wajah yang semakin dingin.


***