Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Pergi Denganku Saja!


Cakra menatap datar sosok yang sedang menatap wajahnya dengan ekspresi terkejut itu.


"Ada apa Tuan Cakra datang ke sini?" Tanya Sisil.


Cakra masih diam. Ia sedang berpikir keras jawaban apa yang logis untuk ia berikan pada Sisil.


"Ehm." Cakra berdehem sebelum menjawab. "Aku hanya ingin memastikan apakah ada barang berhargaku yang tertinggal di dalam jas yang tadi kau bawa."


Dahi Sisil mengkerut halus mendengar jawaban dari Cakra. "Barang berharga? Tapi tidak ada barang apa pun yang saya temukan di dalam jas anda tadi, Tuan." Jawab Sisil seadanya. Sebab, sebelum mencuci jas tersebut tadi, ia tidak mendapatkan apa pun di dalam saku jas milik Cakra.


"Memangnya barang berharga seperti apa yang Tuan maksud?" Tanya Sisil. Ia merasa barang tersebut juga penting hingga membuat Cakra repot-repot kembali ke kediamannya.


"Emh..." Cakra jadi kembali berpikir barang apa yang ia cari. "Sudahlah. Barang apa pun itu tidak penting untuk kau ketahui." Jawabnya datar.


Sisil semakin mengerutkan dahi. Entah mengapa ia merasa Cakra sangatlah aneh saat ini.


Cakra yang tidak memperdulikan kebingungan di wajah Sisil memilih memperhatikan penampilan Sisil saat ini. Sisil nampak sudah rapi dengan setelan baju kaos bewarna putih dimasukkan ke dalam celana jeans bewarna denim.


"Apa kau mau pergi ke rumah sakit?" Pertanyaan tersebut keluar dari mulut Cakra setelah cukup lama terdiam.


Sisil menganggukkan kepala sebagai jawaban. "Apa Tuan sudah mau pergi?" Tanyanya sebab tak ada lagi tujuan Cakra berada di depan rumahnya.


"Kau mengusirku?" Tanya Cakra menatap Sisil tajam.


"Bukan begitu, Tuan. Maksudnya jika Tuan sudah mau pergi, saya juga mau pergi ke rumah sakit sekarang juga karena Ibu saya pasti sudah menunggu kedatangan saya di sana." Jelas Sisil.


"Tuan?" Sisil kembali bersuara sebab Cakra kembali diam tak mengeluarkan suara padahal dirinya sudah dikejar waktu saat ini.


"Dengan apa kau mau pergi?" Tanyanya datar.


"Dengan ojek online, Tuan." Jawab Sisil seadanya walau dirinya belum mengetahui apakah ada ojek online yang mau menerima orderannya di saat hari masih hujan seperti saat ini.


"Ikut denganku saja!" Ajak Cakra cepat.


"Hah?" Sisil terperangah. Apakah Cakra baru saja menawarkan bantuan tumpangan lagi kepada dirinya setelah tadi sore menumpangkannya pulang ke rumah?


"Karena aku sedang berbaik dan aku juga mau pergi dari sini maka kau bisa pergi ke rumah sakit bersamaku. Hitung-hitung untuk menghemat uang hijau milikmu tadi agar tidak berkurang." Ucap Cakra.


Senyuman di wajah Sisil terkembang. Ia merasa mendapat pertolongan kembali di saat sedang susah seperti saat ini.


"Tapi... apa tidak merepotkan, Tuan?" Tanyanya merasa sedikit sungkan.


Cakra mendecakkan lidah. "Tidak perlu banyak bertanya. Jika kau mau menerima tawaranku, sekarang cepat ambil barang-barangmu karena aku tidak memiliki banyak waktu berlama-lama di sini!" Ketus Cakra.


Sisil mengangguk cepat. Tanpa bersuara lagi, ia segera berlari masuk ke dalam rumah untuk mengambil tas berisi barang-barang keperluannya selama berada di rumah sakit. Tak lupa Sisil memasang jaket ke tubuhnya agar tidak kedinginan selama berada di dalam perjalanan menuju rumah sakit nanti.


***