
Keluar dari dalam kamar, Amara melihat ke arah ruangan tengah rumahnya nampak sudah ramai dengan rombongan keluarga besar Aga. Amara mengedarkan pandangan, mencari keberadaan calon suaminya.
Deg
Pandangan Amara pun tertuju pada sosok pria yang kini tengah menatapnya dengan wajah tersenyum.
"Kak Aga..." Amara berucap lirih sambil menatap wajah pria yang sangat dicintainya.
Aga yang disebutkan namanya semakin menarik kedua sudut bibir menatap wajah Amara yang nampak semakin cantik dengan balutan kebaya bewarna sage membalut tubuhnya.
"Ayo duduk." Ajak Naina. Ia menuntun adiknya duduk di tempat kosong yang sudah disedikan untuk Amara.
Agatha yang kini duduk di sebelah Amara pun menyenggol lengan Amara. "Hai calon kakak ipar." Bisiknya menggoda.
Kedua pipi Amara lantas saja memerah mendengar panggilan Agatha untuknya. "Gatha..." ucap Amara malu-malu.
Agatha mengembangkan senyum melihat wajah malu-malu Amara. "Kau cantik sekali. Pantas saja Kak Aga sampai pangling melihatmu seperti itu." Ucap Agatha kemudian mengalihkan pandangan pada sosok Aga yang saat ini masih menatap wajah Amara tanpa berkedip.
Amara kembali mengarahkan pandangan pada sosok Aga hingga membuat pandangan mereka kembali beradu.
Deg
Deg
Jantung Amara semakin berdegub kencang. Kepalanya pun akhirnya tertunduk merasa tak sanggup berlama-lama menatap wajah Aga yang terlihat semakin tampan.
Seorang pria yang bertugas sebagai pembawa acara lamaran pagi itu pun membuka acara pertemuan kedua keluarga. Karena kedatangan Papa Andrew dan keluarganya di waktu siang hari, keluarga Amara pun berinisiatif untuk mengajak makan bersama lebih dulu sebelum mereka masuk ke dalam acara inti.
**
Pembawa acara yang bertugas pun melakukan tugasnya kembali dengan melanjutkan acara pertemuan kedua keluarga siang itu. Papa Alex yang diminta untuk bersuara menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan keluarga Aga siang ini pun membuka suara.
"Sebelum menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan keluarga kami ke sini, saya dan keluarga ingin berterima kasih pada keluarga Bapak Arif karena sudah menyambut kedatangan kami dengan baik dan memberikan jamuan yang sangat enak untuk kami." Ucap Papa Alex.
Ayah Arif dan Bu Fatma mengangguk seraya tersenyum pada Papa Alex. Setelah melihat respon dari kedua orang tua Amara, Papa Alex pun melanjutkan perkataannya kembali.
"Maksud dan tujuan kedatangan saya dan keluarga ke sini adalah untuk melamar Amara menjadi istri dari anak kami yang bernama Aga." Lanjut Papa Alex.
Senyuman di wajah orang-orang pun terkembang setelah mendengar hingga selesia perkataan Papa Alex yang sesuai dengan harapan mereka mengingat beberapa tahun lalu Papa Alex menyampaikan sesuatu di luar dugaan mereka yaitu melamar Naina untuk Daniel bukan untuk Aga.
Amara yang turut merasa lega setelah mendengar perkataan Papa Alex pun berkaca-kaca dengan tatapan mata yang kini tertuju pada Aga.
Ayah Arif yang diminta untuk menjawab perkataan Papa Alex pun mengarahkan pandangan pada Amara sejenak kemudian mengalihkannya kembali pada Papa Alex.
"Sebagai orang tua, saya menyerahkan semua keputusan pada anak saya. Amara, apa kau bersedia menerima lamaran Aga untukmu?" Tanya Ayah Arif lembut pada putrinya yang kini nampak gugup.
Semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut pun mengarahkan pandangan pada Amara menanti jawaban dari Amara.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa like, komen, gift dan votenya dulu ya. Dan jangan lupa follow instagram @shy1210 untuk seputar info karya shy. Terima kasih🪴