Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Siapa Wanita Itu?


"Emh, maksudnya aku akan membantu Kakak berjalan sampai ke dalam kamar mandi."


Jawab Amara dengan senyuman kaku. Bukan hanya Aga saja, ia juga merasa bingung dengan tawaran yang ia berikan pada Aga.


"Oh begitu,"


Amara mengangguk lalu memegang tangan Aga berniat menuntun Aga berjalan. Aga pun melangkah ke arah kamar mandi sambil memegang infus di sebelah tangannya.


Setelah menggantungkan infus pada penggantung yang tersedia di dalam kamar mandi, Amara pun memilih keluar dari dalam kamar mandi.


"Panggil aku jika Kakak sudah selesai," ucap Amara sebelum menutup pintu kamar mandi.


Aga mengangguk tanpa suara. Setelahnya Amara pun menutup pintu kamar mandi dan menunggu Aga selesai membuang hajatnya.


**


Di kediaman Papa Andrew, Agatha terlihat sudah siap untuk kembali ke rumah sakit. Ia menenteng sebuah tas yang berisi baju dan perlengkapannya yang lain untuk dibawa ke rumah sakit. Papa Andrew yang sudah selesai bersiap pun menghampiri putrinya seraya membawa tas kecil di tangannya.


"Papa, bagaimana kalau Gatha saja yang menjaga Kak Aga malam ini. Gatha takut Papa jadi sakit jika berlama-lama berada di dalam rumah sakit." Ucap Agatha mengungkapkan kekhawatirannya.


"Papa tidak apa-apa, Gatha. Papa akan ikut kembali ke rumah sakit. Papa tidak mungkin membiarkanmu sendiri menjaga Aga di sana."


"Tapi, Pah..."


"Sudahlah, ayo kita pergi saja." Ajak Papa Andrew tak ingin mengulur waktu lama.


Agatha mengiyakannya lalu turun ke lantai bawah bersama dengan Papa Andrew.


Mobil milik Papa Andrew kini sudah melaju di jalan raya menuju rumah sakit. Selama berada di dalam perjalanan menuju rumah sakit, Agatha lebih banyak diam sambil menatap keluar jendela yang memperlihatkan bangunan-bangunan tinggi di ibu kota.


Laju mobil Papa Andrew melambat saat berada di simpang empat. Rambu-rambu lalu lintas yang menunjukkan warna merah membuat laju mobil Papa Andrew akhirnya terhenti.


Agatha masih nyaman menatap keluar jendela menatap beberapa mobil yang mulai berhenti di dekat mobil sang papa. Hingga akhirnya, pandangan Agatha menajam saat melihat sebuah mobil yang sangat tidak asing di matanya berhenti di sebelah mobil Papa Andrew.


"Bukannya itu mobil Rendra?" Agatha semakin menajamkan pandangannya agar melihat jelas mobil tersebut. "Benar, itu mobil Rendra!" 


Agatha yang hendak membuka kaca jendela mobil berniat memanggil Rendra seketika mengurungkan niatnya saat kaca mobil Rendra terbuka lebih dulu dan memperlihatkan wajah Rendra bersama seorang wanita di sebelah Rendra.


"Rendra..." lirih Agatha menatap wajah Rendra. Pria itu terlihat tengah membeli sebuah tisu yang ditawarkan oleh anak kecil penjual tisu.  


Pandangan Amara kemudian beralih pada wanita yang duduk di sebelah Rendra. "Siapa wanita itu?" Gumam Agatha karena sangat asing dengan wajah wanita tersebut. Agatha yang tidak ingin melewatkan kesempatan sebagai barang bukti segera mengeluarkan ponselnya dan mengambil gambar Rendra bersama wanita tersebut sebelum kaca mobil Rendra kembali ditutup oleh Rendra.


"Gatha, ada apa?" Tanya Papa Andrew melihat gelagat aneh putrinya itu.


"Tidak apa-apa, Pah." Agatha tersenyum.


Papa Andrew mengangguk saja lalu melajukan mobilnya karena rambu lalu lintas sudah berganti warna menjadi warna hijau.


Agatha pun melihat foto yang baru saja ia ambil. "Siapa wanita ini, kenapa dia bisa berada di dalam mobil Rendra? Apa jangan-jangan wanita ini yang dimaksud oleh Amara?" Lirih Agatha.


***