Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Berawal Dari Teman


Mobil milik Amara sampai dikediamannya bersamaan dengan mobil milik Agatha. Amara yang melihat kedatangan Agatha pun langsung saja keluar dari dalam mobilnya dan berjalan menghampiri mobil Agatha.


"Kenapa kau bisa sampai bersamaan denganku? Bukannya tadi kau bilang masih berada di butik?" Tanya Amara setelah Agatha keluar dari dalam mobilnya.


"Aku melajukan mobil dengan cepat agar bisa sampai bersamaan denganmu. Aku tidak ingin membuat sahabat cantikku ini ketakutan sendiri di dalam rumah." Kelakar Agahtha.


Amara tertawa kecil mendengarnya. "Lebay sekali. Kau pasti berbohong padaku tadi." Tebak Amara. Karena tidak mungkin Agatha bisa sampai bersamaan dengannya jika Agatha berangkat dari butik menuju rumahnya.


"Kalau sudah tahu untuk apa bertanya." Agatha melingkarkan tangannya ke leher Amara lalu membawa Amara melangkah ke arah pintu rumah.


"Sekarang ayo buka pintunya. Aku sudah haus." Pinta Agatha.


Amara mengiyakannya kemudian membuka kunci pintu rumahnya. Setelah pintu rumah terbuka, keduanya pun melangkah masuk ke dalam rumah.


"Gatha, ayo jujur kepadaku. Sebenarnya kau dari mana tadi?" Tanya Amara setelah keduanya berada di dapur utnuk mengambil minum.


"Dari kafe. Aku baru saja bertemu dengan seseorang." Jawab Agatha jujur pada akhirnya.


"Seseorang siapa?" Tanya Amara dengan kening mengkerut.


Agatha menghela napas dalam. "Aku belum bisa memberitahukannya. Lain waktu aku akan memberitahukannya kepadamu." Ucap Agatha.


Amara mengangguk saja. Ia menghargai privasi sahabat baiknya itu.


Setelah mengambil minum di dapur, keduanya pun melangkah ke arah kamar Amara berada. Setibanya di dalam kamar, wajah cantik Amara nampak sendu. Dan hal itu terlihat jelas di mata Agatha.


"Ada apa dengamu, Mara? Apa kau sedang bersedih?" Tanya Agatha.


"Apa Kak Aga menyakitimu di kantor tadi?" Tebak Agatha karena sejauh ini hanya Aga yang bisa membuat Amara menjadi bersedih.


Amara menghela napas dalam kemudian menjatuhkan bokong di atas kursi yang berada dekat dengan ranjang. "Tadi pagi ada seorang wanita yang datang ke kantor. Dia adalah anak dari pemilik perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan milik keluargamu." Ucap Amara.


"Lalu?" Agatha belum bisa menebak maksud cerita Amara.


"Gatha, apa sebelumnya kau pernah mengenal wanita bernama Anjani?" Tanya Amara.


"Anjani?" Ulang Agatha kemudian mengingat-ingat siapa pemilik nama tersebut. "Oh ya, aku mengenalnya. Kak Anjani adalah teman dekat Kak Aga saat kuliah dulu." Jawab Agatha.


"Teman dekat Kak Aga?" Lirih Amara.


"Ada apa Amara? Apa Kak Anjani yang datang menemui Kak Aga tadi?" Tebak Agatha.


Amara mengangguk mengiyakannya. "Aku lihat mereka sangat dekat. Kak Aga juga tidak merasa risih saat wanita itu duduk berdekatan dengannya." Ucap Amara dengan wajah berubah sedih.


"Mara, jangan berpikir negatif dulu. Kak Aga dan Kan Anjani seingatku memang teman dekat sejak dulu. Namun status mereka hanya seorang teman. Kak Aga hanya menganggap Kak Anjani sebagai seorang teman walau Kak Anjani sempat menaruh rasa pada Kak Aga."


"Seorang teman? Kak Naina dan Kak Daniel dulunya juga seorang teman namun akhirnya menikah." Jawab Amara. Walau ia tidak mengetahui apa yang ada di dalam hati dan pemikiran Aga saat ini, namun Amara dapat melihat jika Aga cukup nyaman dengan keberadaan Anjani di sisinya.


***


Berikan gift dan vote dulu yuk sebelum lanjut. Teman-teman juga bisa baca karya SHy Noda Menjadi Yang Ke 2 ya sambil menunggu Aga dan Mara update.